Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Seorang nelayan asal Desa Kawa yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah dua hari operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Minggu (21/6/2026).
Korban diketahui bernama Lito Benities, pria berusia 51 tahun yang sehari-hari mencari nafkah sebagai nelayan di wilayah Seram Bagian Barat.
Ia dilaporkan hilang kontak sejak beberapa hari sebelumnya saat melaut menggunakan longboat miliknya.
Ditemukan Jauh dari Titik Awal, Hanyut Hingga Halmahera Selatan
Proses pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil pada hari kedua operasi.
Korban ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal nelayan yang tengah melintas di sekitar Perairan Pulau Gomumu, wilayah Kabupaten Halmahera Selatan.
Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar ±58 nautical mile ke arah utara dari titik awal kejadian, menunjukkan korban sempat hanyut cukup jauh terbawa arus laut selama beberapa hari.
Tak lama setelah penemuan itu, longboat masyarakat Desa Kawa yang ikut dalam operasi pencarian berhasil menemukan lokasi korban dan melakukan evakuasi.
Korban kemudian dibawa kembali menuju kampung halamannya untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Kasus Coffee Pourvis Tetap Berlanjut, Owner Apresiasi Kinerja Polresta Ambon
Baca juga: Polresta Ambon Tegaskan Penyidikan Kasus Penganiayaan di Coffee Pourvis Masih Berjalan
Mesin Longboat Rusak Jadi Penyebab Korban Hanyut
Dantim Ops SAR Desa Kawa, Poniman Arsad, menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan sejak hari pertama dengan mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area penyisiran.
“Memasuki hari kedua pencarian, dua SRU kami kerahkan untuk memperluas area. Longboat masyarakat dan rubber boat milik Basarnas Ambon bergerak sejak pagi melakukan pencarian di sejumlah titik koordinat,” ujar Poniman.
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan korban, insiden bermula dari kerusakan mesin motor tempel longboat yang menyebabkan kapal tidak dapat dikendalikan dan akhirnya hanyut terbawa arus laut.
Korban disebut berhasil bertahan hidup selama beberapa hari di tengah laut sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh kapal nelayan yang melintas.
Laporan Awal BPBD dan Upaya Pencarian
Sebelumnya, kejadian ini pertama kali dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat pada 20 Juni 2026 pukul 20.40 WIT. Dalam laporan tersebut, seorang nelayan dilaporkan hilang kontak sejak 18 Juni 2026 saat melaut.
Upaya pencarian awal oleh masyarakat setempat sempat dilakukan, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya operasi SAR gabungan resmi digelar.
Cuaca Kurang Bersahabat di Lokasi Pencarian
Selama operasi berlangsung, tim SAR menghadapi kondisi cuaca yang cukup menantang, yakni hujan ringan, angin timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 26 knots, serta tinggi gelombang sekitar 1,25 meter di area pencarian.
Meski demikian, proses pencarian tetap berjalan hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Operasi SAR Resmi Ditutup
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR gabungan resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Seluruh unsur yang terlibat, termasuk Basarnas, BPBD, serta masyarakat setempat, kembali ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas kerja sama di lapangan.
Kini Lito Benities telah kembali ke pihak keluarga dalam keadaan selamat, menutup operasi penyelamatan yang berlangsung penuh ketegangan di perairan Maluku.(*)