TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - BEM Unsoed menilai pengiriman mahasiswa dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak merepresentasikan sikap gerakan mahasiswa dan menuntut klarifikasi terbuka dari rektorat.
Hal itu tercermin dalam orasi dan aksi demonstrasi mahasiswa mewarnai halaman Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Senin (22/6/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan kepada pihak rektorat terkait pengiriman delegasi mahasiswa Unsoed dalam kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Ende, Gorontalo, dan Papua.
Terutama dalam meninjau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed itu menjadi bentuk protes atas keterlibatan salah satu mahasiswa Unsoed dalam agenda pemerintah yang dinilai tidak melalui mekanisme representasi mahasiswa secara terbuka.
Presiden BEM Unsoed, Azza Febra Pramudika, mengatakan aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan mahasiswa terhadap kebijakan kampus yang dianggap tidak melibatkan mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan.
Baca juga: Mobil Carry Terbakar di Dekat Perlintasan Kereta Api Gombong
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan juga oleh rektor di depan rektorat, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama.
Pertama, mahasiswa menegaskan keterlibatan individu dalam kunjungan kerja bersama Wakil Presiden tidak dapat serta-merta dipahami sebagai representasi sikap mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman maupun gerakan mahasiswa secara kolektif.
Kedua, mahasiswa menolak segala bentuk kooptasi maupun kompromi politik yang menjadikan mahasiswa sebagai instrumen pencitraan kekuasaan di tengah berbagai persoalan bangsa yang dinilai masih membutuhkan penyelesaian serius.
Ketiga, mahasiswa menyatakan penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Mereka menilai program tersebut berdampak pada pemangkasan anggaran di sektor pendidikan, kesehatan, serta APBN yang pada akhirnya merugikan masyarakat.
Keempat, mahasiswa menegaskan pernyataan sikap tersebut tidak ditujukan untuk menyerang individu tertentu.
Sikap yang diambil diarahkan untuk menjaga independensi gerakan mahasiswa dari kepentingan politik praktis yang berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa.
Kelima, mahasiswa mendesak pihak rektorat Unsoed menyampaikan klarifikasi dan pertanggungjawaban secara terbuka terkait proses penunjukan dan keterlibatan mahasiswa dalam agenda kunjungan kerja bersama Wakil Presiden.
Mereka juga meminta kejelasan sikap rektor terhadap tuntutan mahasiswa mengenai program MBG dan KDMP.
Selain lima tuntutan tersebut, BEM Unsoed juga meminta agar ke depan kampus melibatkan mahasiswa secara terbuka dalam kebijakan serupa serta mengakui pengiriman delegasi tersebut sebagai sebuah kesalahan.
"Kami akan terus mengawal komitmen yang disampaikan rektor agar tidak berhenti pada pernyataan semata," kata Azza kepada Tribunbanyumas.com.
Menanggapi tuntutan tersebut, Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq menyatakan seluruh aspirasi mahasiswa telah didengar dan akan menjadi bahan evaluasi bersama.
"Dari mahasiswa berkaitan dengan tuntutan tadi sudah didengar semua.
Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi bersama-sama," ujarnya.
Akhmad Sodiq menegaskan perguruan tinggi tetap menjalankan peran sesuai Tridharma Perguruan Tinggi.
Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan kebijakan pemerintah pusat.
Ia menjelaskan pengiriman delegasi mahasiswa dilakukan berdasarkan surat resmi dari Sekretariat Jenderal yang meminta perguruan tinggi mengirimkan peserta untuk mengikuti kunjungan kerja Wakil Presiden.
Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti agenda tersebut tetap menjalankan fungsi kritis dengan menyampaikan berbagai catatan dan masukan selama kegiatan berlangsung.
"Mereka tidak hanya melihat, tetapi juga memberikan catatan-catatan. Hasilnya dibuat resume dan disampaikan kepada Wakil Presiden," katanya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengikuti kunjungan kerja ke sejumlah daerah guna meninjau pelaksanaan MBG dan KDMP. (jti)