Prancis menunjukkan performa yang sesuai dengan ekspektasi pra-turnamen ketika mereka menundukkan Senegal dengan skor 3-1 dalam pertandingan pembuka Grup I pekan lalu.
Perhatian utama tertuju pada Kylian Mbappe, dan penyerang Real Madrid tersebut tidak mengecewakan dengan mencetak dua gol yang sekaligus menempatkannya di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional Prancis.
Berikutnya, Les Bleus akan menghadapi tim Irak yang tengah berusaha bangkit setelah mengalami kekalahan telak 1-4 dari Norwegia, di mana Erling Haaland mencetak dua gol pada laga pembuka mereka.
Dengan mengetahui bahwa kemenangan akan memastikan tempat di babak gugur, Prancis akan berusaha menghindari kesalahan menjelang laga terakhir fase grup melawan Norwegia. Sementara itu, Irak akan berupaya menciptakan kejutan yang dapat menghidupkan kembali peluang mereka untuk lolos.
Irak menderita kekalahan 1-4 dari Norwegia pada pertandingan pertama mereka.
Wasit yang akan memimpin pertandingan ini adalah Drew Fischer, yang akan menjalani laga pertamanya di ajang Piala Dunia.
Pria berusia 45 tahun asal Kanada ini telah menjadi wasit FIFA sejak 2015. Sebagian besar kariernya dijalani di Major League Soccer (MLS), di mana ia dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Liga pada tahun 2024 dan 2025.
Fischer juga kerap bertugas di ajang CONCACAF Champions Cup, Piala Emas, serta menjadi Pejabat Pertandingan Video (Video Match Official) pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Bertugas sebagai asisten wasit untuk Fischer adalah dua rekannya sesama Kanada, Micheal Barwegen dan Lyes Arfa.
Wasit keempat dalam laga yang berlangsung di Philadelphia ini adalah Sandro Schärer asal Swiss, sementara cadangannya adalah kompatriotnya, Stephane De Almeida.
Di ruang VAR, tugas akan dijalankan oleh wasit asal Amerika Serikat, Joseph Dickerson, yang akan dibantu oleh pejabat asal Uruguay, Antonio Garcia.
Satu hal tambahan yang perlu diperhatikan adalah prakiraan badai di wilayah Philadelphia, yang mungkin membuat pejabat pertandingan harus mengaktifkan protokol cuaca buruk FIFA dan menunda dimulainya pertandingan.