BOLASPORT.COM - Keberhasilan Hakim Danish menjadi pemenang Moto3 Ceko 2026 makin mengangkat gengsi pembalap Asia Tenggara di mana Veda Ega Pratama juga bersinar.
Hakim Danish baru saja mengharumkan nama Malaysia melalui kemenangan bersejarahnya pada Moto3 Ceko 2026.
Pembalap yang memperkuat tim AEON Credit-MT Helmets-MSi ini sukses menunjukkan performa kuat di Sirkuit Brno, Republik Ceko, Minggu (21/6/2026).
Danish mengulang prestasi pendahulunya, Khairul Idam Pawi yang pernah menang dan bahkan hingga dua kali di kelas Moto3 pada 2016.
Berkat kemenangan Danish, seluruh rakyat Malaysia tentunya berbangga.
Bahkan ia mendapat ucapan selamat dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim secara khusus yang disampaikan melalui media sosial.
Danish sendiri memang sudah menunjukkan tanda-tanda keganasan di Brno sejak latihan bebas dengan memecahkan rekor lap tercepat.
Pembalap berusia 18 tahun ini tetap mengakui ada beberapa kesulitan yang ia alami.
Akan tetapi ia berhasil melewatinya berkat bantuan tim dan dukungan orang terdekat, serta masyarakat Negeri Jiran yang tak pernah ia lupakan.
"Kemenangan ini sangat spesial bagi saya, tim saya, dan penggemar dari Malaysia," ungkap Danish melalui rilis tim MSi.
"Akhir pekan ini tidak mudah karena kami menghadapi banyak tantangan."
"Namun, saya tidak pernah berhenti percaya pada kemampuan saya sendiri dan kerja keras yang telah kami lakukan sebagai sebuah tim."
"Saya sangat bersyukur akhirnya bisa meraih kemenangan pertama saya di ajang Kejuaraan Dunia Moto3."
"Saya sangat senang dan bangga mempersembahkan hasil ini kepada semua orang yang selalu mendukung saya," imbuhnya.
Kesusksesan Danish menegaskan gebrakan talenta pembalap Asia Tenggara di kancah Moto3.
Selain dia, ada Veda Ega Pratama yang ikut mencuri perhatian lantaran lesatan brilian untuk finis ke-5 kendati start dari posisi ke-20.
Veda sendiri belum meraih kemenangan. Namun, debutnya di Moto3 telah berbuah podium saat seri kedua di Brasil.
Kesulitan yang muncul kemudian tak membuat Veda patah arang. Konsistensi menjadi bukti di mana dia hanya 2 kali gagal finis 10 besar dari 9 balapan.
"Veda melakukan comeback yang sangat mengesankan," puji Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.
"Setelah memulai dari posisi ke-20, ia memperbaiki banyak posisi, mencetak lap tercepat dalam balapan, dan berhasil mengejar kelompok terdepan, di mana ia berjuang untuk posisi podium."
Veda sendiri juga bersyukur mampu melewati balapan intens dengan finis yang aman dari crash maupun cedera.
"Dari posisi ke-20 ke posisi ke-5, saya senang dengan balapan ini, tetapi saya merasa ada sesuatu yang kurang," ucap Veda menolak puas.
"Sejak Mugello saya selalu berjuang di kelompok depan dan hari ini kami sangat dekat dengan podium."
Pembalap asal Gunungkidul ini menonjol karena mental dan tekadnya. Akhir pekan yang tidak mudah dapat diubahnya menjadi hasil yang bisa dibanggakan.
"Ini balapan yang sangat bagus karena kami sangat kesulitan selama akhir pekan ini. Hari Jumat dan Sabtu tidak mudah, tetapi saya banyak belajar dan mengambil pelajaran penting."
"Memulai dari posisi ke-20, satu-satunya fokus saya adalah untuk berusaha keras dan mencapai kelompok depan secepat mungkin."
"Saya tidak terlalu memikirkan ban. Saya hanya ingin mengejar kelompok dan bertarung."
"Ketika saya sampai di dekat mereka, saya merasa nyaman dan bisa mengikuti kecepatan mereka. Saya percaya diri dan tahu saya memiliki kecepatan yang cukup."