TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di tengah menjamurnya usaha minuman kekinian di Kota Jambi, Es Cendol Durian Bang Saka tetap mampu menarik perhatian pelanggan dengan cita rasa khas dan penggunaan bahan-bahan alami tanpa tambahan pemanis maupun pewarna buatan.
Usaha milik Dewi ini telah beroperasi sejak 2025 dan kini terus berkembang.
Tidak hanya memiliki pelanggan tetap, Es Cendol Durian Bang Saka juga telah membuka dua titik penjualan di Kota Jambi.
Satu cabang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Mapolda Jambi, sementara cabang lainnya berada di depan Mitra Bangunan di Kota Jambi.
Dewi mengatakan salah satu keunggulan produknya terletak pada kualitas bahan baku yang digunakan.
Berbeda dengan sebagian produk sejenis di pasaran, Es Cendol Durian Bang Saka menggunakan bahan alami untuk menjaga cita rasa dan kualitas.
"Cendol kami menggunakan daun suji dan pandan asli, tanpa pewarna buatan. Gulanya juga gula aren asli tanpa pemanis tambahan. Untuk duriannya kami menggunakan durian premium," kata Dewi Senin (22/6/2026).
Baca juga: Transaksi hingga Menabung di BRI, UMKM Batanghari Rasakan Kemudahan Kelola Usaha
Baca juga: Perhiasan di Jambi Rp8,650 Juta per Mayam, 23/6/2026 Emas Antam Naik Tipis Rp2.673.000
Perpaduan cendol alami, santan, gula aren, dan durian premium tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
Saat ini, Es Cendol Durian Bang Saka dijual dengan harga Rp13 ribu untuk varian original dan Rp16 ribu untuk varian durian premium.
Selain melayani pembelian langsung di gerai, usaha ini juga menerima pesanan untuk berbagai kegiatan seperti arisan, ulang tahun hingga acara keluarga lainnya.
Kemudahan Transaksi Keuangan dengan BRI
Seiring berkembangnya usaha, kebutuhan transaksi keuangan pun semakin meningkat.
Untuk mendukung operasional bisnisnya, Dewi mengandalkan layanan perbankan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Menurutnya, layanan BRI sangat membantu dalam menjalankan usaha sehari-hari, terutama untuk melakukan pembayaran kepada pemasok bahan baku dan kebutuhan kemasan produk yang banyak dipesan secara online.
"Kalau belanja kemasan dan packaging biasanya transfer. Jadi lebih mudah pakai BRI," ujarnya.
Dewi mengaku telah lama menjadi nasabah BRI. Baginya, kemudahan akses layanan menjadi alasan utama tetap menggunakan bank tersebut hingga sekarang.
Jaringan kantor dan ATM yang tersebar luas membuat transaksi dapat dilakukan dengan lebih praktis kapan saja dibutuhkan.
"BRI mudah karena bank dan ATM-nya ada di mana-mana. Untuk menabung juga saya pakai BRI," katanya.
Kemudahan layanan perbankan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu pelaku UMKM mengelola usaha dengan lebih efisien.
Baca juga: Siang Ini Akan Ada Demo Mahasiswa di Simpang BI dan DPRD Provinsi Jambi
Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat, akses transaksi yang cepat dan mudah memungkinkan pelaku usaha lebih fokus mengembangkan produk dan memperluas pasar.
Bagi Dewi, fokus utamanya saat ini adalah menjaga kualitas produk agar pelanggan tetap mendapatkan cita rasa terbaik di setiap gelas Es Cendol Durian Bang Saka yang disajikan.
Dengan mengandalkan bahan-bahan alami dan dukungan layanan perbankan yang memudahkan aktivitas usaha, Es Cendol Durian Bang Saka terus berupaya tumbuh sebagai salah satu UMKM kuliner lokal yang mampu bersaing di Kota Jambi.
Bukti Transformasi Digital BRI
Kemudahan layanan digital khususnya pada BRImo, tak hanya dirasakan Dewi. Ribuan pedagang dan UMKM di Kota Jambi juga merasakan hal yang sama.
Hal tersebut terbutkti, di mana BRImo meraih penghargaan dalam ajang Digital Innovation Awards 2026.
Di mana BRImo meraih penghargaan Digital Innovation in Business Transformation.
Hingga April 2026, BRImo telah digunakan oleh lebih dari 48,43 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai Rp2.749,17 triliun. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Yayasan Pendidikan Bintang Sembilan Jambi Mangkir dari Sidang Perdana Gugatan PHK Dosen
Baca juga: Hesti Haris Sosialisasikan Jambi Bersholawat di Sarolangun, Perkuat Pembinaan Spiritual