TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas III Naha mengingatkan masyarakat Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi laut dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan tersebut mulai berlaku hari ini, Selasa (23/6/2026), menyusul adanya potensi gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sebagai informasi, Stasiun Meteorologi Kelas III Naha berada di Kota Tahuna, ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Wilayah ini terletak di kawasan perbatasan Indonesia dengan Filipina.
Dari Kota Manado, Tahuna berjarak sekitar 140 kilometer ke arah utara dan dapat ditempuh menggunakan pesawat sekitar 45 menit atau kapal laut sekitar 8 hingga 12 jam tergantung kondisi pelayaran.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah Sangihe secara umum masih relatif kondusif.
"Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa lokasi dan tidak berlangsung merata," ujar Astrid dalam wawancara melalui WhatsApp dengan Tribun Manado, Senin (22/6/2026).
Menurut Astrid, masyarakat juga perlu memperhatikan kemungkinan terjadinya angin kencang yang dapat memengaruhi kondisi laut dan keselamatan aktivitas pelayaran.
Karena itu, BMKG menerbitkan peringatan dini gelombang tinggi untuk perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berlaku pada periode 23 hingga 26 Juni 2026.
Dalam periode tersebut, tinggi gelombang diprakirakan berada pada rentang 1,25 meter hingga 2,5 meter, sehingga berpotensi memengaruhi aktivitas nelayan maupun transportasi laut.
BMKG meminta para nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan agar lebih berhati-hati dan memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan pelayaran.
Selain itu, warga diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi yang diterbitkan BMKG maupun Stasiun Meteorologi Kelas III Naha guna mengantisipasi perubahan cuaca dan kondisi laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Melalui pemantauan informasi cuaca secara berkala, masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko yang mungkin timbul terhadap aktivitas pelayaran, penangkapan ikan, maupun kegiatan lainnya di perairan Kepulauan Sangihe.