Jemari Saudara Cristiano Ronaldo Toxic, Kontroversinya Bikin Internal Timnas Portugal Tak Karuan
Dwi Setiawan June 23, 2026 02:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Drama mulai muncul di kubu timnas Portugal di Piala Dunia 2026.

Kali ini, sorotan mengarah kepada kakak Cristiano Ronaldo, Katia Aveiro, yang dituding ikut memanaskan suasana di dalam tim lewat komentar-komentarnya di media sosial.

Katia menuai banyak kritik setelah Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Kongo pada laga pembuka Grup K.

Hasil tersebut membuat Cristiano Ronaldo ikut menjadi sasaran kritik karena dianggap kurang memberi dampak di lini depan.

Sebelumnya, football enthusiast asal Semarang, Gigih, menyinggung peran krusial yang dimiliki seorang Cristiano Ronaldo di timnas Portugal saat ini.

Wanita asal Solo mengenakan stiker Portugal di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026).
Wanita asal Solo mengenakan stiker Portugal di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026). (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

"Pedro Neto, Bernardo Silva, Joao Neves, bahkan Vitinha sekalipun, ada enggak yang mendapatkan penghargaan individu sebanyak Ronaldo? Kayaknya enggak," ujarnya dalam podcast Super Taktik berjudul: "Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara" di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Itu menjadi faktor kunci sebenarnya, di mana sebuah itu secara mental bisa keangkat juga dengan kehadiran Ronaldo," sambungnya.

"Yang perlu dilakukan Roberto Martinez (pelatih-red) adalah meredam ego Ronaldo. Seperti final Euro 2016, saat Ronaldo ditarik, apakah (permainan-red) Portugal lebih baik itu? Enggak, sama sekali enggak," sambung pria yang juga mengidolakan klub Inggris, Wigan Athletic.

"Dan era keemasan Portugal saat ini, tetap membutuhkan pemimpin yang punya suara paling vokal di tengah lapangan, dan siapa lagi kalau bukan Ronaldo."

Aksi Ikut Campur Kakak Ronaldo Memicu Kontroversi

Saat sang adik mendapatkan banyak kritik keras, Katia langsung membelanya.

Lewat media sosial, ia menegaskan bahwa Ronaldo bukan sosok yang pantas disalahkan atas hasil mengecewakan tersebut.

Ia bahkan menyindir performa sejumlah pemain Portugal yang dinilai tampil jauh di bawah standar.

Komentar-komentar itu mendapat respons negatif dari mantan striker timnas Inggris, Gabriel Agbonlahor.

Menurutnya, apa yang dilakukan Katia justru berpotensi merusak keharmonisan skuad Portugal.

"Saya tidak suka itu. Menurut saya itu komentar yang toksik, dan saya yakin Ronaldo sendiri tidak menginginkannya. Bruno Fernandes adalah pemain top. Masalah Portugal bukan hanya soal satu pemain," ujar Agbonlahor dalam acar talkSPORT Breakfast

Nama Bruno Fernandes ikut terseret dalam drama tersebut.

Baca juga: Klasemen Peringkat 3 Terbaik: Terselip Portugal di Posisi 7, Finalis Piala Afrika Beda Nasib

Katia diketahui menyukai sebuah unggahan yang menuding gelandang Manchester United itu sering menghilang saat Portugal membutuhkan sosok pemimpin di lapangan.

Sementara itu, presenter TalkSport Andy Goldstein menilai pelatih Roberto Martinez harus berani mengambil keputusan besar terkait Ronaldo.

Menurutnya, tekanan terhadap CR7 semakin besar setelah Lionel Messi sukses mencetak hattrick pada laga pertama Argentina di Piala Dunia 2026.

"Martinez harus berani. Jika perlu, Ronaldo dicadangkan. Saat ini tekanannya sangat besar karena Messi sudah lebih dulu tampil luar biasa," kata Goldstein.

Meski begitu, Agbonlahor yakin Martinez masih akan menurunkan Ronaldo sebagai starter saat Portugal menghadapi Uzbekistan.

Ia menilai laga tersebut bisa menjadi momen bagi Ronaldo untuk membungkam kritik yang terus berdatangan.

"Saya rasa Ronaldo tetap akan dimainkan sejak awal. Jika dia bisa mencetak gol dan membawa Portugal menang, semua pertanyaan soal keputusan Martinez akan mereda," ujarnya.

Sebelumnya, Katia sempat mengunggah kritik pedas terhadap permainan Portugal. Menurutnya, para pemain terlihat seperti lupa cara membangun serangan dan justru terlalu sering memainkan bola ke belakang.

"Mereka seperti lupa cara mengoper, merebut bola, dan melakukan serangan balik. Permainan berubah menjadi operan ke belakang terus-menerus. Piala Dunia ini terasa aneh," tulis Katia.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada pemain Portugal yang tampil bagus saat menghadapi Kongo. Meski kecewa, Katia tetap berharap Portugal bisa bangkit dan memperbaiki performa di laga-laga berikutnya.

Kontroversi semakin memanas ketika Katia memberikan tanda suka pada unggahan yang mengkritik Bruno Fernandes. Unggahan tersebut menyebut Bruno sering menghilang dalam momen-momen penting dan gagal menunjukkan kualitas terbaiknya saat Portugal berada di bawah tekanan.

Terlepas dari itu, laga Portugal kontra Uzbekistan di NRG Stadium, Houston, Rabu (24/6) pukul 00.00 WIB, diprediksi menjadi pertandingan yang sangat menentukan bagi langkah Selecao das Quinas menuju fase berikutnya.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.