Laporan Reporter TribunStyle.com, Nafis Abdulhakim
TRIBUNSTYLE.COM - Berbicara tentang kuliner legendaris di Kota Solo, nama Soto Gading hampir selalu masuk dalam daftar rekomendasi utama. Warung soto yang telah berdiri selama puluhan tahun ini tidak hanya dikenal oleh warga lokal.
tetapi juga menjadi tujuan wisata kuliner para tokoh nasional, pejabat, hingga artis yang berkunjung ke Kota Bengawan.
Popularitas Soto Gading kembali menjadi perbincangan setelah disebut sebagai salah satu tempat makan favorit aktor senior Deddy Mizwar. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Deddy Mizwar diketahui telah menikmati sajian Soto Gading sejak era 1980-an, tepatnya sekitar tahun 1983.
Kesetiaannya menikmati kuliner ini menjadi bukti bahwa cita rasa Soto Gading mampu bertahan di tengah perkembangan tren kuliner yang terus berubah.
Baca juga: Soto Kirana Jayengan Solo, Kuliner Legendaris Sejak 1982 dengan Cita Rasa Khas Bawang Putih
Berlokasi di Jalan Brigjen Sudiarto No. 75, Joyosuran, Kecamatan Pasar Kliwon, Soto Gading menjadi destinasi sarapan hingga makan siang yang tak pernah sepi pengunjung. Setiap harinya, warung ini buka mulai pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.
Salah satu keunikan Soto Gading terletak pada porsinya yang relatif kecil. Namun justru ukuran tersebut menjadi ciri khas yang membuat pengunjung dapat menikmati soto tanpa merasa terlalu kenyang.
Dalam satu mangkuk, tersaji nasi dengan suwiran ayam, soun, seledri, dan taburan bawang goreng yang harum, kemudian disiram kuah bening kekuningan yang gurih.
Berbeda dengan beberapa jenis soto dari daerah lain yang menggunakan santan atau bumbu pekat, Soto Gading menawarkan kuah yang lebih ringan dan segar.
Kaldu ayam yang digunakan menghasilkan rasa gurih yang pas di lidah tanpa meninggalkan kesan terlalu berat. Karakter inilah yang membuat Soto Gading cocok disantap pada pagi hari sebagai menu pembuka aktivitas.
Baca juga: Kuliner Soto Gedhek di Klaten, Sudah Di-review Bupati Hamenang: Enak, Kaldunya Kerasa
Selain rasa yang khas, Soto Gading juga memiliki catatan sejarah yang erat dengan sejumlah tokoh penting Indonesia. Warung ini dikenal sebagai salah satu tempat makan favorit Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo.
bahkan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Wali Kota Solo. Kebiasaan Jokowi menikmati Soto Gading membuat tempat ini semakin dikenal masyarakat luas.
Tak hanya Jokowi, sejumlah tokoh nasional lainnya seperti Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur serta Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri juga pernah singgah untuk menikmati sajian legendaris tersebut saat berkunjung ke Solo.
Meski harga satu porsi Soto Gading terbilang ramah di kantong, yakni mulai sekitar Rp9.000 hingga Rp21.000, pengalaman makan di sini terasa semakin lengkap berkat banyaknya pilihan lauk pendamping yang tersedia.
Di atas meja makan biasanya telah tersaji beragam lauk dalam piring-piring besar yang dapat dipilih langsung oleh pengunjung. Mulai dari sate paru, sate usus, sate hati ampela, sate uritan, hingga telur pindang tersedia sebagai pelengkap.
Ada pula gorengan seperti perkedel kentang, tahu goreng, tempe goreng, bakwan, serta kerupuk rambak yang renyah.
Bagi pencinta jeroan dan lauk tradisional, Soto Gading juga menyediakan pilihan premium seperti empal daging dan otak sapi goreng yang menjadi favorit banyak pelanggan setia. Beragam lauk tersebut membuat setiap pengunjung dapat meracik pengalaman makan sesuai selera masing-masing.
Tak heran jika Soto Gading tetap bertahan sebagai salah satu ikon kuliner Solo hingga saat ini. Di tengah menjamurnya restoran dan kafe modern, warung sederhana ini terus mempertahankan resep tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Solo, Soto Gading bukan sekadar tempat makan, melainkan bagian dari perjalanan sejarah kuliner kota yang telah dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat biasa hingga para pemimpin negara.
Dengan cita rasa autentik, harga terjangkau, dan reputasi yang telah teruji waktu, Soto Gading tetap menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin merasakan kehangatan kuliner khas Kota Bengawan.
(TribunStyle.com / Nafis Abdulhakim/Farah Aulya)