Sosok Aditya Peratama, Wajah Disebut Mirip Taufik Hidayat Penyekap Pacar, Eks Pemain Preman Pensiun
Weni Wahyuny June 23, 2026 05:00 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Nama Aditya Peratama Putra mendadak jadi sorotan setelah viral membuat video klarifikasi.

Warga asal Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini menjadi korban salah sasaran warga karena dinilai memiliki kemiripan wajah dengan Taufik Hidayat (TH), buronan kasus penyekapan dan penganiayaan ekstrem terhadap YTR (29).

Masifnya penyebaran foto Daftar Pencarian Orang (DPO) serta adanya sayembara berhadiah Rp250 juta dari Dedi Mulyadi membuat ruang gerak Aditya sempat terancam.

Bahkan, ia sempat dilabrak dan ditarik kerah bajunya oleh warga asing di sebuah minimarket karena dikira sebagai pelaku kriminal yang tengah diburu.

Baca juga: Wajah Disebut Mirip DPO Taufik Hidayat, Aditya Peratama Warga Soreang Klarifikasi Takut Diamuk Massa

MIRIP DPO PENYEKAPAN -  Aditya Peratama Putra, warga asal Soreang, Kabupaten Bandung nyaris jadi korban salah tangkap oleh warga karena memiliki wajah mirip dengan DPO Taufik Hidayat
MIRIP DPO PENYEKAPAN - Aditya Peratama Putra, warga asal Soreang, Kabupaten Bandung nyaris jadi korban salah tangkap oleh warga karena memiliki wajah mirip dengan DPO Taufik Hidayat (Instagram/aditya.peratama)

Lantas siapa sosok Aditya Peratama Putra?

Di balik video klarifikasinya yang viral dan bernada jenaka tersebut, sosok Aditya Peratama Putra ternyata bukan orang baru di dunia hiburan, khususnya bagi para penggemar tayangan layar kaca.

Berdasarkan pantauan pada profil akun Instagram resminya, Aditya menuliskan bio unik bertuliskan "Alumni Copet".

Istilah tersebut merujuk pada rekam jejaknya yang pernah ikut beradu akting dalam sinetron populer Preman Pensiun dan Awas Banyak Copet.

Dalam sinetron yang berlatar di Bandung tersebut, Aditya diketahui sempat memerankan karakter sebagai salah satu copet yang menjadi anak buah dari tokoh ikonik Kang Saep, pimpinan dari "Academy of Bandung Copet" (ABC).

Hubungan Aditya dengan sinetron Preman Pensiun ternyata bukan sekadar profesionalisme kerja, melainkan menyisakan ikatan emosional yang sangat mendalam dengan sang pemeran utama copet, almarhum Cuk Nugroho alias Icuk Baros (pemeran Kang Saep).

Aditya sempat membagikan momen kenangan manis saat makan bersama almarhum sejak awal saling mengenal pada tahun 2015.

Dalam unggahan duka tersebut, Aditya memberikan kesaksian menyentuh mengenai tabiat asli sang mentor di dunia nyata.

Baca juga: Akui Marah, Dedi Mulyadi Buka Sayembara Rp250 Juta Buru Taufik Hidayat Penyekap Wanita Rancaekek

Selain pernah berkecimpung di dunia akting, Aditya sekarang lebih dikenal sebagai konten kreator. humoris

Ia memiliki 23,4 ribu pengikut di Instagramnya.

Ia juga terlihat aktif membagikan konten bertema kuliner dengan menyematkan profil sebagai "Tukang Jajan".

Tidak hanya mengandalkan dunia hiburan dan media sosial, Aditya Peratama juga mengepakkan sayapnya di dunia wirausaha.

Diketahui, ia memiliki beberapa lini bisnis yang dikelolanya sendiri secara mandiri. Aditya tercatat menjalankan bisnis pakaian bekas layak pakai (thrifting baju), sektor kuliner dengan membuka usaha makanan, hingga bisnis kuliner lainnya.

Kini, setelah namanya viral dan sempat merasa terancam di jalanan akibat sayembara berburu DPO Taufik Hidayat, Aditya berharap pihak kepolisian serta masyarakat luas bisa lebih jeli membedakan dirinya dengan pelaku asli.

Ia pun telah secara terbuka meminta perlindungan kepada Dedi Mulyadi agar tidak menjadi korban amuk massa yang salah sasaran di tempat umum.

Takut Diamuk Massa

Masifnya penyebaran foto Daftar Pencarian Orang (DPO) Taufik Hidayat (TH), pelaku penyekapan dan penyiksaan keji terhadap YTR (29) di Bandung, mulai memicu dampak tak terduga di tengah masyarakat.

Ditambah lagi, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menggelar sayembara berhadiah Rp250 juta bagi masyarakat yang berhasil memburu pelaku Taufik Hidayat.

Bukannya menemukan pelaku asli, besarnya perhatian masyarakat memburu pelaku justru memicu aksi salah sasaran bagi warga biasa yang kebetulan memiliki kemiripan wajah.

Baca juga: Sosok TH, Diduga Pelaku Penyekapan & Siksa Pacar 3 Tahun di Kabupaten Bandung, Debt Collector

Merasa nyawanya terancam karena mulai dicurigai sebagai buronan oleh warga asing di tempat umum, Aditya terpaksa membuat video klarifikasi melalui Instagram-nya.

Melalui akun Instagram pribadinya @aditya.peratama, Aditya menyandingkan fotonya dengan foto buronan Taufik Hidayat.

"SAYA BUKAN PSIKOPAT, SAYA BUKAN TAUFIK HIDAYAT," tegasnya dalam caption unggahan yang dikutip Tribunsumsel.com.

Menariknya, ia meminta perlindungan kepada KDM setelah membuat ramai karena sayembaranya.

"Izin @dedimulyadi71 mohon perlindungannya karena bapak baru sayembara hadiah uang tunai untuk yang menemukan pelaku. Tolong disebarkan video klarifikasi ini, saya takut diamuk massa di jalan," tulis Aditya.

"Tolong disebarkan video klarifikasi ini, saya takut diamuk massa di jalan," sambungnya.

Dalam video klarifikasinya itu, Aditya menceritakan pengalaman buruknya saat mendadak dilabrak oleh seorang pria paruh baya ketika sedang berada di sebuah gerai Alfamart.

"Nama saya Aditya Peratama Putra, asal domisili Soreang, Kabupaten Bandung. Di sini saya ingin membuat video klarifikasi bahwasanya saya bukan Taufik Hidayat," kata Aditya, mengutip unggahan video di unggahan Instagram-nya @aditya.peratama, Selasa, 23 Juni 2026.

Pria tersebut menduga Aditya merupakan Taufik Hidayat, sosok yang masuk dalam daftar pencarian polisi.

"Jadi kemarin ada bapak-bapak di Alfamart, tiba-tiba ngejewang (narik kerah baju) 'Ke mana?' katanya, ini mah pelaku penganiayaan," ungkap Aditya.

Baca juga: Reaksi Ayah Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Pacar di Bandung, Sebut Anak Tak Pernah Pulang

Dalam video tersebut, Aditya menegaskan bahwa dirinya bukan orang yang ada dalam foto DPO yang beredar.

Ia mengakui wajahnya memang "mirip", namun membantah keras bahwa dirinya adalah sosok yang sedang dicari.

"Di sini saya mau garis bawahi bahwa saya bukan Taufik Hidayat seperti di foto ini ya. Memang rada mirip sedikit, tapi itu bukan saya," terangnya.

Menariknya, di tengah kepanikan tersebut, Aditya sempat melontarkan guyonan untuk membuktikan bahwa dirinya merupakan pribadi yang jauh dari tindakan kekerasan.

"Saya mah jangankan menganiaya wanita, ada semut nempel di tangan saya tiup, bukan saya keplak. Kadang kalau ngepret nyamuk, saya mah mikir anak-anaknya makan apa nanti. Jadi saya bukan tipe orang psikopat seperti ini ya," paparnya.

Di akhir klarifikasinya, ia meminta kepada aparat kepolisian dan seluruh warga Bandung agar tidak menyamakan dirinya dengan pelaku tindak kriminal yang tengah diburu tersebut.

"Jadi mohon Pak Polisi, teman-teman, atau warga masyarakat Indonesia, Bandung dan sekitarnya kalau lihat saya di jalan, saya bukan Taufik Hidayat!" tandasnya.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin khawatir apabila kesalahpahaman serupa kembali terjadi di kemudian hari.

Pelaku Penyekapan Masih Buron

Hingga kini, pelaku Taufik Hidayat masih diburu besar-besaran oleh aparat kepolisian.

Meski telah resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), pria ini diduga masih aktif berselancar di media sosial dan menggunakan aplikasi kencan online untuk mencari korban baru.

Polda Jawa Barat menegaskan bahwa ruang gerak Taufik kini mulai terendus.

Sederet tim khusus dari berbagai direktorat telah dikerahkan ke lapangan untuk melacak keberadaannya.

Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, dalam konferensi pers yang digelar Selasa (23/6/2026), menyatakan bahwa status hukum Taufik Hidayat telah resmi menjadi buron.

Pihaknya juga meminta peran aktif dari publik untuk mempercepat penangkapan.

"Kita sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Kami mengharapkan bantuan dari masyarakat seluruhnya. Bagi yang melihat atau mengetahui, mohon untuk segera menginformasikan keberadaannya," ujar Irjen Rudi Setiawan, dilansir dari Tribunnewsbogor.com.

Rudi menegaskan tidak ada kelonggaran dalam perburuan ini. Kepolisian menerjunkan tim gabungan dari Direktorat Reserse Narkoba, Siber, hingga Kriminal Umum.

"Kami terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Tim bergerak semua," tegasnya.

Tak main-main, guna mendeteksi aktivitas digital pelaku yang dikenal licin, Polda Jabar juga telah menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi global, META.

Langkah ini diambil untuk melacak koordinat pelaku melalui akun-akun media sosial yang digunakannya.

"Kita bekerja sama dengan pihak luar negeri, META, untuk bisa mendeteksi dari media sosial sehingga bisa menunjukkan keberadaan yang bersangkutan," tambah Kapolda. Namun terkait detail lokasi yang dicurigai saat ini, pihak kepolisian masih merahasiakannya demi kelancaran operasi penangkapan.

YTR diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya berinisial TH (30) sejak 2023 hingga 2026.

Selama tiga tahun, korban diduga dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain di wilayah Bandung dan sekitarnya sehingga keberadaannya tidak diketahui keluarga.

Kasus ini baru terungkap pada Rabu (10/6/2026) malam setelah keluarga menerima pesan dari nomor tak dikenal yang mengabarkan bahwa YTR berada di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Saat mendatangi rumah sakit, keluarga menemukan korban dalam kondisi memprihatinkan dengan sejumlah luka di tubuhnya.

YTR mengalami kerusakan fisik hingga buta permanen pada kedua matanya.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.