Waspada Hipertensi pada Wanita Usia Produktif, Gejalanya Kerap Dianggap Kelelahan Biasa
Randy P.F Hutagaol June 23, 2026 05:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Hipertensi tidak lagi hanya menjadi ancaman bagi kelompok lanjut usia. Wanita usia produktif kini juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang sering dijuluki sebagai silent killer tersebut.

Banyak wanita kerap mengabaikan gejala awal hipertensi karena dianggap sebagai dampak kelelahan, stres pekerjaan, atau perubahan hormonal. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi pemicu berbagai penyakit serius, termasuk stroke dan gagal jantung.

Dokter Spesialis Jantung di Columbia Asia Hospital Aksara, dr. Muhammad Ginanjar, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, mengatakan gejala hipertensi pada wanita umumnya tidak khas sehingga sering tidak disadari.

Hubungan Hipertensi, Stroke dan Tekanan Pembuluh Darah Penyebab Cacat, Cegah! Ini Penjelasan Dokter
ILUSTRASI Hipertensi

“Gejala hipertensi pada wanita, terutama pada usia produktif hingga paruh baya, sangat bervariasi dan cenderung tidak khas. Hal ini sering membuat mereka abai dan menganggapnya hanya sebagai kelelahan biasa,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, sejumlah keluhan seperti pusing, mudah lelah, hingga jantung berdebar sering kali dianggap sebagai masalah ringan. Akibatnya, banyak wanita baru mengetahui dirinya mengalami hipertensi setelah muncul komplikasi yang lebih serius.

Ia menjelaskan, faktor hormonal juga berperan besar dalam meningkatkan risiko hipertensi pada wanita, terutama saat memasuki masa menopause.

“Perubahan hormon dapat memengaruhi elastisitas pembuluh darah. Karena itu, wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi perlu melakukan deteksi dini dan pengendalian yang lebih intensif,” katanya.

Data kesehatan menunjukkan prevalensi penyakit jantung pada wanita di Indonesia mencapai sekitar 1,6 persen, lebih tinggi dibandingkan pria. Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap tingginya angka tersebut.

Sementara itu, Hospital Director Columbia Asia Hospital Aksara, dr. Mardianto, SpPD, K-EMD, FINASIM, menilai literasi kesehatan terkait hipertensi perlu terus ditingkatkan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kesadaran untuk memeriksa tekanan darah secara rutin merupakan langkah sederhana namun penting untuk mencegah berbagai komplikasi penyakit kardiovaskular.

“Kami melihat bahwa edukasi yang tepat adalah langkah pertama dalam pencegahan. Dengan mengenali risiko sejak dini, kita tidak hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga menjaga kesejahteraan satu keluarga yang sering kali bertumpu pada peran seorang wanita,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya wanita usia produktif, agar tidak mengabaikan keluhan yang muncul dan mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, mengelola stres, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Selain layanan konsultasi dan pemeriksaan jantung, Columbia Asia Hospital Aksara juga menyediakan layanan skrining stroke yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin guna mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular sejak dini.

(cr26/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.