Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah
TribunGayo.com, REDELONG - Perbaikan jembatan Wih Kanis menghubungkan Kecamatan Bandar dan Mesidah di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, terus dikebut.
Pekerjaan yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh itu kini telah memasuki tahap pemasang jembatan Bailey.
Baca juga: Usai Enam Bulan Menunggu, Jembatan Wih Kanis Bener Meriah Akhirnya Mulai Dikerjakan
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 BPJN Aceh, Ir Mulyadi ST MT, saat di konfirmasi wartawan TribunGayo.com, Bustami pada Selasa (23/6/2026), membenarkan pengerjaan tersebut.
"Pengerjaan terus kita kebut, kini masuk tahap pemasangan jembatan Bailey yang dikerjakan oleh Tim Teknis Kementerian PU bersama Tim Teknis Hutama Karya dengan dibantu oleh masyarakat," ujarnya.
Dikatakan, saat ini, fokus utama tim di lapangan adalah pemasangan jembatan darurat tipe Bailey yang menjadi solusi taktis agar mobilitas warga lancar.
Sejalan dengan penanganan darurat yang tengah berlangsung, tim teknis kini juga sedang melakukan tahapan untuk pembangunan jembatan permanen yang akan menggantikan struktur Bailey tersebut.
"Sementara disana akan dibuat jembatan Bailey sepanjang 30 meter lebar tiga meter sebagai penangan darurat sembari menunggu proses pembangunan permanen," bebernya.
Menurutnya, proses pengerjaan jembatan Bailey terus dikebut, ditarget pengerjaan akan rampung dalam dua pekan kedepan.
"Kita target dalam dua minggu ini siap lah, kalau akses jalan roda dua masih tetap bisa dilalui melalui jembatan darurat hasil swadaya warga," pungkasnya.
Baca juga: Petani Mesidah Tercekik, Harga Kopi Anjlok Akibat Jembatan Wih Kanis Tak Kunjung Diperbaiki
Untuk diketahui, jembatan permanen Wih Kanis, sebelumnya hancur diterjang banjir bandang dan longsor yang melanda Bener Meriah pada akhir November 2025 lalu.
Akibatnya, ribuan warga dari 14 kampung di Kecamatan Mesidah, Bener Meriah, sempat terisolasi.
Namun dalam kondisi darurat, warga bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu agar aktivitas tidak sepenuhnya lumpuh.
Sejak saat itu warga disana hanya mengandalkan jembatan sederhana tersebut.
Petani, pedagang, hingga ibu rumah tangga setiap hari harus melewati jembatan yang jauh dari kata aman.
Namun, setelah harus bertaruh nyawa menyeberang jembatan darurat yang terbuat dari bambu tersebut, kini masyarakat Kecamatan Mesidah, akan segera merasakan akses jalan yang layak.
Usai enam bulan menunggu pascabencana, jembatan Wih Kanis akhirnya mulai diperbaiki oleh Kemen PU melalui BPJN Aceh, dengan menggandeng PT Hutama Karya. (*)
Baca juga: Jembatan Wih Kanis Longsor, Ratusan Warga Bener Meriah Terjebak Antrean Panjang