Tgk Helmi Abu Bakar Raih Gelar Doktor, Angkat Tradisi Suluk Dayah MUDI dalam Disertasi
Ansari Hasyim June 23, 2026 06:03 PM

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Dosen Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga, Tgk Helmi Abu Bakar, berhasil meraih gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jumat (19/6/2026).

Dalam sidang yang berlangsung cukup alot tersebut, Tgk Helmi mempertahankan disertasi berjudul “Suluk dan Pendidikan Karakter: Studi Praktik Suluk Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga.”

Baca juga: Pulang Retret di Akmil Magelang, Bupati Aceh Jaya Safwandi Lanjut Suluk di Teunom

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa tradisi intelektual dayah mampu berdialog secara produktif dengan dunia akademik modern serta menghadirkan gagasan baru dalam pengembangan pendidikan karakter di Indonesia.

Tgk Helmi memiliki akar pendidikan dayah yang kuat. Ia pernah menimba ilmu di Dayah Baldatul Mubarakah Abu Lamkawe, kemudian melanjutkan pendidikan dan pengabdiannya di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga.

Selain aktif mengajar di perguruan tinggi dan dayah, ia juga dikenal sebagai jurnalis, kolumnis, penulis, narasumber berbagai kegiatan ilmiah, serta aktivis organisasi sosial keagamaan.

Perjalanan akademiknya dimulai dari sebuah gampong di Kabupaten Pidie. Tradisi dayah yang menanamkan nilai kesederhanaan, kedisiplinan, penghormatan kepada guru, dan kecintaan terhadap ilmu menjadi fondasi penting dalam perjalanan pendidikannya.

Puluhan tahun setelah menempuh pendidikan dasar dan mengaji di dayah, Tgk Helmi akhirnya berdiri di hadapan para guru besar dan akademisi dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Tgk Mursalin kepada Serambinews.com, Selasa (23/6/2026), mengatakan pengalaman Tgk Helmi sebagai santri, guru, peneliti, dan pelaku tradisi dayah menjadi modal penting dalam penyusunan disertasinya.

“Ia tidak hanya berbicara berdasarkan teori yang dibaca dari buku, tetapi juga berdasarkan realitas yang dijalani dan diamati selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Tgk Helmi lahir di Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie, pada 3 April 1982. Ia merupakan putra keempat pasangan almarhum Tgk H Abu Bakar, seorang guru dan pendidik, dan Hj Fatimah.

Ia berasal dari keluarga yang banyak berkecimpung di dunia pendidikan dan profesi profesional. Di antaranya Fuadi atau Bang Fuad, almarhum Saifan Nur, Mukhlis Takabeya, Iskandar MT yang merupakan dosen Politeknik Lhokseumawe, Nur Laila S.Si yang berprofesi sebagai guru SMP Negeri Simpang Tiga, Khairiah M.Pd guru MTsN Kembang Tanjung, serta Saifullah MT yang berprofesi sebagai konsultan.

Pendidikan formal Tgk Helmi dimulai di SD Negeri Lamkawe dan tamat pada 1994. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan ke MTsN Kembang Tanjung dan lulus pada 1997, kemudian menyelesaikan pendidikan di MAN Beureunuen pada tahun 2000.

Di saat yang sama, sejak 1994 hingga 2000, ia juga memperdalam ilmu agama di Dayah Baldatul Mubarakah Abu Lamkawe.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Tgk Helmi melanjutkan pengembaraan ilmunya ke Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga. Sejak tahun 2000 hingga 2018, ia menjalani tradisi meudagang, memperdalam kajian kitab kuning, membiasakan diri dengan disiplin kehidupan dayah, serta turut membina para santri.

Sambil belajar dan mengabdi di Dayah MUDI, ia menempuh pendidikan sarjana pada Program Studi Hukum Keluarga Islam di STAI Al-Aziziyah Samalanga dan menyelesaikannya pada tahun 2010.

Pada tahun 2013, Tgk Helmi menikah dengan Misniati Munir, alumni Dayah MUDI Samalanga yang berasal dari Ulee Glee. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, yakni Muhammad Sahal Arsyad, Izzatur Rasyida, dan Nur Fadhliyah.

Status sebagai kepala keluarga tidak mengurangi semangatnya untuk terus belajar. Pada 2015, ia melanjutkan pendidikan magister pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di IAIN Lhokseumawe dan berhasil menyelesaikannya pada 2018.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2019, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Perjalanan menuju gelar doktor bukanlah proses yang singkat. Ia harus menjalani perkuliahan, memperkaya literatur, menyusun proposal penelitian, melakukan riset lapangan, menulis disertasi, mengikuti seminar akademik, menerima berbagai masukan, hingga berulang kali melakukan revisi naskah.

Seluruh proses tersebut dijalaninya di tengah kesibukan sebagai dosen Universitas Islam Al-Aziziyah Indonesia (UNISAI) Samalanga.

Selain itu, Tgk Helmi juga pernah mengajar di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, Dayah Putri Muslimat Samalanga, Dayah Mambaul Ulum Ulee Glee Bandar Dua, Universitas Islam Aceh, serta Universitas Kebangsaan Indonesia (UNIKI) kelas Simpang Mamplam.

Keberhasilan meraih gelar doktor menjadi capaian penting yang menunjukkan bahwa tradisi keilmuan dayah tetap relevan dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di era modern.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.