Istri Luis David Menangis Minta Keadilan, Suami Tewas Diduga Dianiaya Oknum TNI dan Purnawirawan
Tommy Kurniawan June 23, 2026 09:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Tangis haru tak terbendung dari Desi Natalia Nainggolan saat mengenang kepergian suaminya, Luis David Hutabarat (32), yang tewas usai diduga dikeroyok sejumlah orang di area perkebunan Agrinas Palma Nusantara, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Kasus yang terjadi pada pertengahan Juni 2026 itu kini menjadi sorotan publik karena melibatkan enam terduga pelaku, termasuk seorang anggota TNI aktif berpangkat Sersan Mayor dan seorang purnawirawan TNI.

Ditemui di kantor KontraS Sumatera Utara, Selasa (23/6/2026), Desi mengaku masih terpukul atas kematian suaminya yang meninggalkan empat anak yang masih membutuhkan sosok ayah.

Baca juga: Roy Suryo Gugat Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Lewat Praperadilan

Baca juga: Viral Kasus Taufik Hidayat, Aktor Preman Pensiun Ikut Kena Imbas hingga Nyaris Diamuk Warga

Temukan Suami Sudah Tergeletak Tak Bernyawa

Desi menceritakan, peristiwa bermula ketika suaminya pergi membersihkan lahan milik keluarga bersama beberapa rekannya.

Menjelang sore, ia melihat dua teman suaminya dibawa oleh petugas keamanan kebun. Merasa curiga, Desi langsung mencari keberadaan Luis.

"Saya pinjam motor tetangga lalu menyusul ke arah kebun," ujarnya.

Saat tiba di lokasi, ia menemukan sepeda motor suaminya terparkir di dekat gerbang areal perkebunan.

Tak jauh dari kendaraan tersebut, Desi melihat tubuh Luis sudah tergeletak di tanah.

"Ketika saya dekati, suami saya sudah tidak bergerak. Dari yang saya lihat, dia sudah meninggal," tuturnya dengan suara bergetar.

Menurut Desi, wajah korban tampak membiru dan terdapat sejumlah luka pada bagian tubuhnya.

Dugaan Dicekik dan Diinjak

Berdasarkan keterangan saksi yang berada di lokasi, korban diduga sempat dicekik oleh salah satu pelaku sebelum akhirnya diinjak pada bagian leher.

Desi mengaku mendapat informasi bahwa suaminya mengalami kekerasan fisik saat berada dalam kondisi lemah.

"Ada bekas luka di leher. Saksi juga menyampaikan bahwa setelah suami saya lemas, lehernya diinjak," ujarnya.

Ia berharap seluruh pelaku yang terlibat dapat diproses hukum dan dijatuhi hukuman berat.

"Saya hanya ingin keadilan untuk suami saya. Kalau bisa semua pelaku dihukum seberat-beratnya," katanya.

Kronologi Dugaan Penganiayaan

Peristiwa bermula saat Luis bersama tiga rekannya, yakni Jhoni, Doni Romadan, dan Sutomi, selesai membersihkan lahan sawit milik keluarga mereka.

Saat perjalanan pulang melintasi area perkebunan, mereka diduga diadang oleh sejumlah orang.

Menurut keterangan para korban selamat, Luis dan Jhoni sempat berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun sekitar beberapa ratus meter kemudian mereka berpapasan dengan seorang mantan anggota TNI yang diduga ikut terlibat dalam pengejaran.

Motor yang mereka kendarai disebut ditabrak hingga keduanya terjatuh.

Jhoni mengaku melihat Luis kemudian ditangkap dan mengalami kekerasan.

Korban disebut sempat meminta pertolongan sebelum akhirnya tidak berdaya.

Saksi Sebut Korban Diinjak Saat Tergeletak

Kesaksian lain datang dari Doni yang mengaku melihat korban sudah terkapar saat dibawa menuju area kantor perkebunan.

Menurut Doni, salah satu pelaku kemudian mendekati Luis yang berada di tanah dan menginjak bagian leher korban.

Saat itu kondisi Luis disebut sudah tidak melakukan perlawanan.

Sementara itu, tiga korban lainnya mengalami luka-luka dan kini menjadi saksi penting dalam pengungkapan kasus tersebut.

Enam Orang Disebut Terlibat

Dalam laporan yang berkembang, terdapat enam orang yang disebut terlibat dalam peristiwa tersebut.

Mereka terdiri dari seorang anggota TNI aktif, seorang purnawirawan TNI, serta beberapa pihak lainnya yang diduga berada di lokasi saat kejadian.

Kasus ini kini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk kelompok pendamping korban dan pegiat hak asasi manusia, yang meminta proses hukum dilakukan secara transparan serta memberikan keadilan bagi keluarga korban.

Keluarga berharap seluruh fakta di balik kematian Luis David Hutabarat dapat terungkap dalam proses penyidikan dan para pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.