TRIBUNJATIM.COM - Selebgram Fuji Utami membagikan pengalamannya merasakan langsung dampak perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS setelah melakukan perjalanan ke luar negeri.
Momen tersebut ia alami usai kembali dari Monaco untuk menyaksikan ajang balap mobil Formula 1.
Menurut Fuji, selama berada di luar negeri ia tidak terlalu memperhatikan pergerakan kurs.
Namun setelah pulang dan mulai menghitung total pengeluaran, ia menyadari pelemahan rupiah memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap biaya yang dikeluarkan.
Baca juga: Inflasi di Lumajang 0,77 Persen Seiring Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Jadi Peringatan Pemkab
Namun setelah kembali ke Indonesia dan menghitung pengeluarannya, Fuji mengaku cukup terkejut.
"Aku pun kemarin habis liburan, dikarenakan dolar naik ya rupiah melemah sangat berasa," ungkap Fuji di kawasan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026).
Fuji mengatakan biasanya ia cuek melakukan pengeluaran untuk keperluan liburan, apalagi itu adalah upayanya untuk refreshing.
Tapi ternyata kali ini semua pengeluaran cukup terasa karena nilai tukar rupiah yang melemah ketika dikonversi ke mata uang asing.
"Ya yang biasa-biasanya kayak 'ayo ayo ayo ayo' pas pulang aku melihat, 'wah ternyata dolar tuh naik sebesar itu' jadi gitu," ungkap Fuji.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami dampak nyata dari pergerakan nilai tukar terhadap pengeluaran sehari-hari, terutama saat bepergian ke luar negeri.
"Impact-nya benar-benar kacau," ucap Fuji.
Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa (23/6/2026).
Kali ini rupiah melemah 16 poin ke level Rp 17.859 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp 17.843 per dolar AS.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar saat ini masih menunggu hasil evaluasi MSCI setelah lembaga tersebut menurunkan penilaian indikator Information Flow Indonesia dari positif menjadi negatif dalam Global Market Accessibility Review.
"Pelaku pasar menunggu hasil evaluasi MSCI, dimana pasar sempat mengalami tekanan setelah merilis Global Market Accessibility Review yang menurunkan penilaian indikator Information Flow Indonesia dari positif menjadi negatif," ucap Ibrahim melalui keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).
Sejumlah catatan terkait transparansi struktur kepemilikan saham publik atau free float dan indikasi aktivitas perdagangan yang dinilai terkoordinasi dan informasi perusahaan emiten sering tidak tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris.
Selain itu, pasar juga mencermati berbagai persoalan yang membelit industri manufaktur dalam negeri, mulai dari penghentian produksi, penutupan pabrik, keterlambatan pembayaran gaji, hingga rencana relokasi investasi ke negara lain yang dinilai menjadi sinyal melemahnya daya saing sektor manufaktur Indonesia.
Menurut Ibrahim, sedikitnya terdapat empat perusahaan yang berpotensi melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ribuan pekerja akibat memanasnya situasi global, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat dan Israel.
"Salah satunya perusahaan komponen otomotif di Pasuruan dan Mojokerto yang terancam melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya. Kondisi yang tidak menentu membuat prinsipal di Jepang memindahkan sebagian produksinya serta melakukan diversifikasi ke komponen kendaraan listrik," jelasnya.
Apabila relokasi tersebut benar-benar terjadi, dampaknya terhadap industri otomotif nasional akan bergantung pada orientasi produksi pabrik tersebut.
"Jika memasok kebutuhan domestik, produsen kendaraan harus mencari pemasok pengganti. Namun apabila mayoritas produksinya diekspor, dampaknya lebih besar terhadap penerimaan negara," ungkap Ibrahim.
Di sisi lain, sentimen pasar global mulai membaik setelah pemerintah Amerika Serikat menerbitkan izin umum selama 60 hari yang memungkinkan penjualan, pengiriman dan impor minyak mentah serta produk minyak bumi Iran sebagai bagian dari proses negosiasi yang sedang berlangsung dengan Teheran.
"Langkah ini dilakukan setelah pejabat AS dan Iran melaporkan kemajuan menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas dan perpanjangan kerangka kerja gencatan senjata sementara," imbuh Ibrahim.