Lewat Optimalisasi Budaya dan SDM, Keistimewaan DIY Dukung Penuh Ketahanan Nasional
Joko Widiyarso June 23, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Status Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditegaskan bukan sebatas keistimewaan administratif semata, melainkan instrumen konstitusional yang berperan sebagai modal strategis dalam memperkuat ketahanan nasional.

Peran sentral ini diwujudkan melalui pengelolaan sumber daya daerah yang berakar pada kebudayaan dan kualitas sumber daya manusia.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, saat membacakan sambutan Gubernur DIY dalam penerimaan Kunjungan Kuliah Kerja Dalam Negeri Fakultas Manajemen Pertahanan (FMP) Universitas Pertahanan (Unhan) RI Tahun Akademik 2025/2026. Acara tersebut berlangsung di Bangsal Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (23/6/2026).

“Keistimewaan DIY merupakan modal strategis dalam pembangunan. Keistimewaan bukanlah sebuah privilege administratif semata, melainkan instrumen konstitusional untuk menjaga kesinambungan nilai, budaya, dan tata kelola pemerintahan yang berakar pada sejarah sekaligus relevan terhadap tantangan masa depan,” papar Made.

Made menjelaskan, kewenangan keistimewaan yang dimiliki DIY—meliputi kebudayaan, kelembagaan, pertanahan, dan tata ruang—memberikan ruang yang luas bagi daerah untuk merancang pembangunan.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi mengedepankan harmoni antara manusia, ruang hidup, dan lestarinya kebudayaan.

Dalam perannya di level makro, DIY menempatkan diri sebagai pilar ketahanan nasional. Ketahanan sebuah negara pada hakikatnya dibangun dari fondasi kemampuan setiap daerah dalam mengelola sumber daya, memperkuat kohesi sosial, dan menjaga identitas kebangsaan.

“Dalam konteks ketahanan nasional, kebudayaan menjadi energi yang menjaga persatuan bangsa, ketika menghadapi perubahan global yang semakin kompleks. Di sinilah nilai strategis keistimewaan hadir sebagai modal sosial yang memperkuat kohesi masyarakat, memperkukuh identitas nasional, sekaligus memperluas daya saing daerah,” katanya.

Sektor unggulan DIY

Secara konkret, kebijakan tata kelola Pemda DIY menitikberatkan pada pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan jasa sebagai sektor unggulan. Sektor-sektor ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus berdaya tahan terhadap krisis.

“Pembangunan DIY bertumpu pada kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, pelestarian kebudayaan, tata kelola pemerintahan yang adaptif, serta pembangunan yang berkelanjutan. Karenanya, daerah juga merupakan simpul strategis dalam sistem ketahanan nasional,” imbuhnya.

Pandangan Pemda DIY ini sejalan dengan penilaian akademis dari sektor pertahanan. Dekan FMP Unhan RI, Mayjen TNI Assoc. Prof. Dr. Priyanto, menyatakan bahwa pemilihan DIY sebagai lokasi kuliah kerja sangat beralasan dan relevan dengan kondisi geopolitik serta geostrategi Indonesia saat ini.

Kunjungan ini mengangkat tema spesifik, yakni ‘Penguatan Ketahanan Nasional melalui Sinergi Pengelolaan Sumber Daya Daerah Ekonomi dan Pertahanan di DIY’.

“DIY kami pilih sebagai tujuan kunjungan kuliah kerja karena DIY adalah salah satu daerah yang menurut pandangan kami, masih murni menjaga budaya daerahnya. Dan budaya adalah salah satu elemen dari ketahanan nasional, di samping ipoleksoshankam. Kami juga melihat DIY sebagai daerah SDM unggul di negeri kita,” imbuhnya.

Priyanto berharap, mahasiswa FMP Unhan dapat menyerap ilmu tata kelola yang diterapkan DIY secara langsung di lapangan. Pengetahuan empiris ini krusial agar para calon ahli pertahanan tersebut memahami bagaimana aspek pertahanan dapat disinergikan dengan pengembangan pariwisata, ekonomi kerakyatan, pengelolaan mineral dan energi, serta bagaimana daerah membangun kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.