TRIBUNNEWS.COM - Timnas Prancis dipastikan tidak akan didampingi pelatih Didier Deschamps saat menghadapi Norwegia pada laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026) pukul 02.00 WIB.
Deschamps terpaksa meninggalkan kamp Les Bleus di Amerika Serikat setelah menerima kabar duka atas meninggalnya sang ibu.
Absennya Deschamps tentu menjadi kerugian tersendiri bagi Prancis, meski Les Bleus sudah memastikan lolos ke babak 32 besar.
Hasil pertandingan kontra Norwegia tetap krusial untuk menentukan posisi akhir di klasemen grup.
Jika Prancis finis sebagai juara grup, mereka akan menghadapi tim peringkat ketiga terbaik dari Grup C/D/F/G/H.
Sementara jika menjadi runner-up, mereka akan bertemu salah satu tim peringkat kedua dari Grup E.
Apapun hasilnya, Prancis tetap dipandang sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Berdasarkan data Opta Analyst, peluang Les Bleus menjadi juara mencapai 23,50 persen, ditopang performa impresif dalam dua laga awal.
"Pasti favorit juara, Prancis itu minimal semifinalis di Piala Dunia 2026," kata football enthusiast Gigih dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Ketidakhadiran Deschamps telah dikonfirmasi langsung oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).
Pelatih berusia 58 tahun itu kembali ke Prancis untuk menghadiri prosesi pemakaman, sementara tugas sementara tim diserahkan kepada asisten pelatih Guy Stephan.
Dalam pernyataan resminya, FFF menyampaikan belasungkawa kepada Deschamps dan keluarganya.
"Pelatih tim nasional merasakan duka yang mendalam pada Selasa pagi setelah meninggalnya sang ibu. Ia akan kembali ke Prancis untuk menghadiri pemakaman," tulis FFF.
"Di saat yang sangat menyakitkan ini, kami mendoakan agar pelatih dan keluarganya diberi kekuatan serta memberikan dukungan penuh dari seluruh keluarga besar Federasi," lanjut pernyataan tersebut.
Baca juga: Ironi Inggris di Piala Dunia 2026: Rekor Penguasaan Bola Berujung Nirgol
FFF juga memastikan Guy Stephan akan memimpin tim selama Deschamps berada di Prancis.
"Atas persetujuan Presiden Federasi Sepak Bola Prancis, Philippe Diallo, Didier Deschamps telah mempercayakan tanggung jawab kepada asistennya, Guy Stephan, untuk memimpin tim hingga ia kembali," tulis FFF.
Laga melawan Norwegia tetap memiliki arti penting bagi Les Bleus meski sudah lolos ke fase gugur.
Prancis dan Norwegia sama-sama mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, sehingga laga ini akan menentukan status juara grup.
Absennya Deschamps membuat Stephan harus memimpin tim dalam pertandingan penting tersebut.
Namun, ia bukan sosok asing di tubuh Les Bleus karena telah lama menjadi tangan kanan Deschamps sejak 2012.
Kepergian Deschamps ke Prancis juga menambah nuansa emosional dalam perjalanan terakhirnya bersama tim nasional.
Sebelumnya, ia telah memastikan akan mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Prancis setelah Piala Dunia 2026.
Sejak ditunjuk pada 2012, Deschamps telah memimpin Prancis dalam 181 pertandingan dengan catatan 118 kemenangan, 32 imbang, dan 31 kekalahan.
Di bawah arahannya, Les Bleus meraih gelar Piala Dunia 2018 serta UEFA Nations League 2021, menjadikannya salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis.
(Tribunnews.com/Ali)