SURYA.co.id, SURABAYA - Ketua Dewan Pakar Ikatan Alumni Universitas Airlangga, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong terciptanya strategic forum untuk memberikan masukan terhadap daerah maupun negara dalam berbagai kebijakan strategis.
AHY ingin agar Unair sebagai salah satu kampus ternama terus memiliki andil penting baik kepada daerah maupun secara nasional hingga global.
Hal ini disampaikan AHY saat menghadiri Rapat Dewan Pakar Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) di Kantor Rektorat Unair di Surabaya, Selasa (23/6/2026) malam.
Selain dihadiri civitas akademika, pertemuan ini dihadiri sejumlah tokoh penting yang juga alumnus Unair.
Di antaranya adalah Gubernur Jatim sekaligus Ketua Umum PP IKA Unair Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: Transformasi PT PAL Indonesia Dinilai AHY Hadirkan Industri Maritim Berkelas Dunia
Selain itu, Wagub Jatim Emil Dardak juga hadir mendampingi Khofifah dan AHY.
Sejumlah pejabat dan kepala daerah juga nampak hadir.
"Kami punya niat untuk bisa menyelenggarakan pertemuan atau dialog yang produktif konstruktif termasuk menyusun semacam rekomendasi terkait dengan kebijakan yang bisa ditujukan bagi pemerintah di pusat maupun di daerah," kata AHY.
AHY merupakan alumnus Universitas Airlangga Surabaya
Ia menyelesaikan studi di Program Studi Doktor Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) dan diwisuda pada Desember 2024.
Jabatan Ketua Dewan Pakar IKA Unair ia emban sejak Desember tahun 2025 lalu. AHY saat itu diminta langsung oleh Khofifah.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini menegaskan masukan dari kalangan perguruan tinggi sangat penting.
Terlebih, Dewan Pakar IKA Unair disebut berisi para cendekiawan termasuk guru besar yang memiliki keahlian di bidang tertentu. Sehingga, masukan terkait dengan kebijakan tentu sangat diperlukan.
Sebab itu, pertemuan semacam strategic forum dinilai penting untuk digagas ke depan.
"Bukan hanya internal Dewan Pakar, bukan hanya IKA UNAIR, tapi juga bisa mengundang berbagai stakeholders termasuk generasi muda, sesuai dengan isu-isu yang sedang menjadi perhatian publik," terang Ketua Umum Partai Demokrat ini.
Pada saat rapat berlangsung, AHY memaparkan sejumlah data termasuk tantangan yang kini dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Untuk menyongsong Indonesia emas 2045, dinilai butuh sumbangsih bersama.
Tentu tidak saja pemerintah, namun juga berbagai stakeholder termasuk sumbangsih pemikiran dari kalangan akademisi.
Sekitar satu jam lebih, pertemuan berlangsung.
"Ini sebuah hal yang positif kalau di kampus-kampus manapun hidup pemikiran, hidup gagasan dan juga bisa dikontribusikan untuk pemerintah dan negara saya rasa akan baik sekali," terang putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.
Pertemuan ini, disebut AHY sebagai bagian dari silaturahmi.
Selain ke depan bisa berkontribusi pada eksternal, AHY juga ingin agar Forum Dewan
Pakar ini turut memikirkan kemajuan kampus Unair.
"Tentu kita selalu melihat menggunakan dua lensa itu, yaitu internal dan eksternal," tandas AHY.