SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Forum SOSHUM Sriwijaya (UNSRI) yang terdiri dari mahasiswa dan akademisi dari Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Fakultas Hukum (FH) UNSRI menggelar kegiatan berjudul “Kuliah Jalanan” sebagai wadah diskusi terhadap berbagai isu sosial, politik, dan ekonomi yang tengah berkembang di Indonesia.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari akademisi-akademisi rumpun ilmu sosial-humaniora UNSRI, yakni Ferdiansyah Rivai, S.Ip, M.A,. danMona Ervita, S.H, M.H,. yang memberikan pandangan akademis mengenai dinamika gerakan kondisi perekonomian nasional yang sedang dihadapi masyarakat serta gerakan mahasiswa masa kini.
Acara tersebut turut dihadiri oleh mahasiswa dari FISIP, FE, dan FH UNSRI, serta terbuka untuk umum yang aktif berdiskusi dan menyampaikan pandangan kritis terhadap berbagai persoalan publik.
Dalam pemaparannya, para pemateri menyoroti peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang memiliki tanggung jawab untuk tetap kritis, responsif, dan adaptif terhadap isu-isu negara yang sedang ramai diperbincangkan saat ini, seperti kenaikan BBM Pertamax, RUU KAPOLRI yang disahkan, alokasi anggaran MBG, dan isu lainnya.
Selain itu, dibahas pula berbagai tantangan ekonomi yang saat ini dihadapi Indonesia, mulai dari daya beli masyarakat, stabilitas harga, hingga berbagai kebijakan ekonomi yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Melalui kegiatan Kuliah Jalanan ini, Forum SOSHUM Sriwijaya berupaya membangun ruang dialog yang inklusif antara akademisi dan mahasiswa, sehingga tercipta pemahaman yang lebih komprehensif terhadap isu-isu kebangsaan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar mahasiswa lintas fakultas dalam merumuskan gagasan serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Antusias peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, ditandai dengan tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Forum SOSHUM Sriwijaya berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana penguatan literasi kritis, pengembangan wawasan akademik, serta pengkaderan mahasiswa yang peduli terhadap kondisi sosial, politik, dan ekonomi Indonesia.