Diguyur Hujan Lebat, Sungai Batang Tumayo Agam Meluap ke Pasar dan Permukiman, Pedagang Tutup Lapak
Rezi Azwar June 24, 2026 12:47 PM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Masyarakat di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, mengeluhkan luapan Sungai Batang Tumayo yang merendam kawasan Pasar Rakyat Sungai Batang dan permukiman warga setiap kali hujan deras turun.

Akibatnya, warga menjadi khawatir dan was-was saat hujan turun mengguyur wilayah tersebut.

Sebagian masyarakat juga masih diliputi kecemasan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 yang lalu.

Salah satu warga, Firjinia Trisa, mengaku khawatir setiap hujan turun, karena dapat memicu meluapnya aliran sungai dari Batang Tumayo.

Baca juga: Hujan Guyur Padang, BPBD: Warga Diminta Tetap Waspada dan Siaga Bencana Hidrometeorologi

Kata diam ketika hujan turun dan membuat aliran sungai meluap. Air dari sungai tersebut mengalir ke permukiman warga hingga ke kawasan Pasar Rakyat Sungai Batang.

"Di pasar ini banyak pedagang lesehan, jadi luapan air dari Batang Tumayo selalu mengalir ke pasar saat hujan turun," kata dia, Rabu (24/6/2026).

Sedangkan cuaca di kawasan Nagari Sungai Batang, Agam, pada pagi hari kembali diguyur hujan.

Firjinia Trisa menjelaskan hujan lebat disertai petir sudah turun sejak pukul 08.05 WIB.

Kondisi tersebut langsung memicu meluapnya aliran sungai hingga ke kawasan pasar, sehingga banyak lapak pedadang yang terdampak.

Baca juga: Agenda Wawako Padang Rabu 24 Juni 2026: Hadiri HANI hingga Penghijauan di Kampung Lubuk Lukum

Melihat kondisi tersebut, para pedagang dibuat resah dan dilanda rasa khawatir setiap hujan turun.

Tak hanya itu, usai air menggenang, pedagang lesehan terpaksa menggulung lapaknya agar tidak ikut terdampak.

"Pedagang lesehan terpaksa menggulung barang dagangannya, karena air mengalir mengenai lapak mereka. Masyarakat yang belanja juga kesusahan," ujarnya.

Rumah Warga Terdampak

Di sisi lain, Firjinia juga melaporkan bahwa luapan sungai merendam rumahnya. Banjir tersebut juga membawa lumpur.

Untuk mengantisipasi agar kondisi tidak semakin parah, warga setempat membuat tanggul sementara dari pasir yang dimasukan ke dalam karung, lalu ditumpuk di pinggir aliran sungai.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Rabu 24 Juni 2026: Waspada Hujan Lebat Sejak Pagi hingga Malam Hari

Akan tetapi, upaya itu tidak membantu menghambat aliran Batang Tumayo yang selalu meluap saat hujan turun.

"Alirannya juga mengenai permukiman warga, termasuk rumah saya, bahkan disertai lumpur. Warga sudah buat tanggul, namun air melampaui tanggul," tambahnya.

Berjarak 300 Meter ke Permukiman

Jarak lokasi Batang Tumayo ke permukiman warga maupun Pasar Sungai Batang diperkirakan hanya 300 hingga 500 meter.

Hal ini dikatakan langsung oleh warga bernama Firjinia Trisa. Selain dia, warga lainnya bernama Tiara juga mengakui jarak Batang Tumayo yang sangat dekat dengan permukiman warga.

Untuk diketahui, sejak bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu di Jorong Kubu, warga mengaku belum dilakukan normalisasi aliran sungai.

Ketika hujan turun, warga mengaku aliran sungai selalu meluap ke berbagai titik hingga ke permukiman masyarakat.

Baca juga: Cuaca 7 Kota di Sumbar Rabu 24 Juni 2026: Didominasi Hujan Ringan, Sawahlunto Waspada Hujan Petir

"Belum ada penormalan sungai, jadi airnya merambat ke berbagai arah, menggenangi pasar dan permukiman warga. Jarak Batang Tumayo ke permukiman hanya 300 hingga 500 meter," sebut Tiara.

Tiara berharap, pemerintah dapat melakukan penormalan terhadap aliran Sungai Batang Tumayo.

Sehingga kekhawatiran masyarakat dapat mereda dan bisa melakukan aktivitas seperti semula, termasuk pedagang yang berjualan di pasar.

"Harapan kami sebagai masyarakat, aliran Batang Tumayo segera dilakukan penormalan kembali, karena kalau tidak, saat hujan turun, aliran airnya selalu meluap ke permukiman dan pasar," tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.