Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Institut Teknologi Bandung (ITB) tak hanya menerima mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), tetapi juga aktif mendatangi calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu di berbagai daerah.
Program ini dilakukan untuk memastikan siswa berprestasi yang berhasil lolos ke ITB tidak mengurungkan niatnya berkuliah karena kendala ekonomi.
Dosen Teknik Metalurgi ITB, Imam Santoso, mengatakan ITB memiliki komitmen agar pendidikan tinggi berkualitas dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“ITB itu care dan peduli kepada anak-anak yang tidak mampu. Kami ingin memastikan bahwa siapa pun, dari berbagai latar belakang ekonomi, tetap bisa kuliah di ITB,” ujar Imam saat dihubungi, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, ITB memperoleh informasi mengenai siswa-siswa yang diterima melalui jalur SNBP dari berbagai sekolah di Indonesia.
Baca juga: Belajar dari Kasus YTR, Dedi Mulyadi Minta Warga Proaktif Awasi Lingkungan Sekitar
Dari data tersebut, kampus kemudian mengidentifikasi sejumlah calon mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk dikunjungi secara langsung.
Imam mengungkapkan, tim ITB telah mendatangi sejumlah daerah dan akan terus melakukan perjalanan ke berbagai wilayah hingga Juli mendatang.
“Sebelumnya kami sudah ke Sumatera Barat dan beberapa daerah di Jawa Barat. Nanti juga akan keliling ke berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kunjungan, program tersebut menjadi bagian dari upaya ITB untuk memastikan keterwakilan siswa dari seluruh daerah.
Kampus ingin agar kesempatan berkuliah di ITB tidak hanya dinikmati oleh siswa dari kota-kota besar.
Imam menjelaskan, terdapat dua target utama yang ingin dicapai. Pertama, memastikan adanya keterwakilan mahasiswa dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Kedua, memastikan setiap provinsi di Indonesia memiliki putra-putri daerah yang berkuliah di ITB.
“Yang menarik, ITB memastikan keterwakilan dari seluruh kabupaten di Jawa Barat dan juga keterwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia. Jadi seluruh provinsi memiliki wakil mahasiswa di ITB,” katanya.
Salah satu kisah yang menjadi perhatian publik datang dari Klaten, Jawa Tengah.
Seorang siswa yang sehari-hari membantu pekerjaan kebersihan dan berasal dari keluarga sederhana berhasil diterima di ITB melalui jalur SNBP.
Melalui unggahan media sosial Imam, Mikail Fajar Dwicaksono, alumni SMK Negeri 3 Kasihan Bantul atau SMSR Yogyakarta, diterima di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB melalui jalur SNBP 2026.
Pencapaian Mikail mendapat perhatian khusus dari pimpinan kampus. Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, bahkan mendatangi langsung kediamannya di Condongcatur, Sleman.
Baca juga: Donasi Buku Jadi Amal Jariyah, Gada Membaca Ajak Warga Berbagi Pengetahuan untuk Sesama
Ayah Mikail, Sumarno, menceritakan momen haru saat putranya mengetahui dirinya diterima di salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia tersebut.
“Begitu diterima, dia merinding, keluar keringat dingin. Langsung lari ke tempat ibunya dan bilang, ‘Bu, aku diterima di ITB’,” tutur Sumarno dalam video tersebut.
Kabar tersebut disambut tangis haru sang ibu yang sehari-hari berjualan sayur. Di tengah kebahagiaan itu, Mikail sempat mengutarakan satu kekhawatiran kepada kedua orang tuanya.
“Ia hanya bertanya satu kali, ‘Sanggupkah Bapak dan Ibu membayar UKT-ku?’ Ibunya langsung menjawab, ‘Sanggup’,” katanya.
Dalam video tersebut, air mata bahagia dan bangga pun terlihat dari orang tua Mikail. Mikail pun mendaptkan hadiah berupa dana dan laptop dari Paragon untuk menunjang perkuliahan.