Puluhan Kendaraan Antre Pertalite di SPBU Kendari, Selisih Harga BBM Bikin Warga Rela Panas-panasan
Sitti Nurmalasari June 24, 2026 02:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Puluhan motor dan mobil mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Rabam Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (24/6/2026).

SPBU atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum tersebut berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia.

Pantauan TribunnewsSultra.com sekira pukul 11.31 Wita, sedikitnya 21 sepeda motor mengantre di bawah terik matahari untuk mendapatkan BBM subsidi tersebut.

Sejumlah pengendara bahkan memilih meninggalkan motornya sejenak untuk berteduh sambil menunggu giliran mengisi bahan bakar.

Di antara para pengantre, terlihat sekitar lima pengemudi ojek online (ojol) yang turut menunggu untuk membeli Pertalite.

Baca juga: Aksi Demo Mahasiswa UHO Kendari Tolak Kenaikan Harga BBM di Bundaran Tank, Diwarnai Bakar Ban

Namun, tidak semua pengendara memilih bertahan dalam antrean.

Saat jumlah kendaraan terus bertambah, dua pengemudi ojol terlihat memutar balik kendaraannya setelah melihat panjangnya antrean.

Sementara itu, antrean BBM jenis Pertamax relatif lengang.

Hanya sekitar tiga hingga lima sepeda motor serta beberapa mobil yang terlihat mengisi BBM non-subsidi tersebut.

Diketahui, harga Pertalite saat ini Rp10.000 per liter sedang Pertamax seharga Rp16.650 per liter naik dari sebelumnya Rp12.600 per liter.

Baca juga: DPRD Sultra Enggan Nyatakan Sikap Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi dan UU TNI-Polri: Kami Belum Kaji

Seorang pengemudi ojol, Amir, saat ditemui TribunnewsSultra.com mengaku sebelumnya menggunakan Pertamax.

Namun, kenaikan harga BBM membuatnya beralih ke Pertalite demi menekan biaya operasional.

"Sebelumnya pakai Pertamax, tapi lumayan juga harganya, jadi sekarang pakai Pertalite," ujar Amir.

Menurut dia, dengan anggaran Rp50 ribu, jumlah Pertamax yang bisa diperoleh kini semakin sedikit dibandingkan sebelumnya.

"Dulu isi Rp50 ribu masih dapat hampir 4 liter, sekarang cuma sekitar 3 liter," katanya.

Baca juga: Mahasiswa di Kendari Blokade Jalan Abdullah Silondae, Aksi Protes Kenaikan Harga BBM Non Subsidi

Tak hanya BBM, Amir menyebut biaya perawatan kendaraan yakni oli mesin juga ikut meningkat. 

"Mau tidak mau beralih ke Pertalite walaupun antre, belum lagi harga oli mbak naik, biasanya Rp60 ribu sekarang bisa Rp70 ribu," tuturnya.

Warga lain yang turut mengantre BBM bersubsidi juga mengakui bahwa selisih harga antara Pertalite dan Pertamax cukup signifikan.

Perbedaan harga tersebut membuatnya rela menunggu dalam antrean panjang bersama anaknya, meskipun harus berpanas-panasan di bawah terik matahari.

"Beda Rp6 ribu ji, ji-nya itu," ujar dia saat bercakap dengan beberapa pengendara lainnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.