BANGKAPOS.COM -- Dadang Ahyar Ismail, mantan bos Taufik Hidayat membagikan kisahnya meluluhkan hati pelaku penyekapan YTR, wanita asal Bandung selama 3 tahun, hingga mau menyerahkan diri ke polisi.
Taufik Hidayat menjadi buron selama berhari-hari setelah membuat kekasihnya, YTR, cacat seumur hidup akibat penganiayaan yang ia lakukan.
Setelah dinasehati oleh Dadang, Taufik Hidayat akhirnya menyerahkan diri hingga pada Selasa (23/6/2026) malam ia berhasil diamankan oleh penyidik Polda Jabar.
Penyerahan diri yang dilakukan Taufik itu diceritakan oleh mantan bosnya, Dadang, kepada awak media.
Beberapa hari sebelum ditangkap, Taufik menghubungi Dadang secara mendadak. Kala itu kata Dadang, Taufik terdengar panik lantaran sadar dirinya viral se-Indonesia.
"Awalnya si Opik itu beberapa hari yang lalu nelpon ke saya 'pak gimana, saya ini viral bahkan se-Indonesia'. Terus saya lihat oh iya viral se-Indonesia."
Baca juga: Alibi Taufik Hidayat Gunting Bibir Pacar, Akui Lakukan Penyiksaan di Bawah Pengaruh Alkohol
"Terus saya bilang 'kamu maunya gimana'. (kata Taufik) 'pak gimana ya, minta bantuan perlindungan'. Mungkin karena saya kan punya anak di kepolisian juga, mungkin dia mikir ke sana," ungkap Dadang Ahyar Ismail, Rabu (24/6/2026).
Dimintai bantuan oleh Taufik, Dadang lantas memberikan nasihat.
Bahwa sepandai-pandainya Taufik bersembunyi, lambat laun pasti akan ketahuan juga.
Karenanya, Dadang pun memberikan tiga pilihan kepada sang tersangka.
"Ya udah gini aja, kamu kalau misalkan lari-lari, kalau mujur sampai kakek-kakek pasti lari, capek, itu yang pertama. Kedua, karena di medsos udah ramai, kamu bisa jadi ketangkap warga, mati di jalan. Atau yang ketiga, ketangkap sama polisi, kayak di tv ditembak. Itu kamu milih yang mana," pungkas Dadang.
Nasihat dari Dadang itu pun ampuh membuat hati Taufik melunak.
Taufik akhirnya mau menyerahkan diri ke polisi.
Mendengar hal itu, Dadang pun langsung mengatur siasat dengan polisi untuk menangkap Taufik.
"Sampai kemarin (kata Taufik) 'ya udah, saya ngikut bapak aja, menyerahkan diri'. Ya sudah kalau menyerahkan diri, saya telepon pihak berwenang pak Hendi dari kepolisian."
"Saya koordinasi dengan pak Hendi cuma masih bikin strategi gimana caranya dia benar-benar menyerahkan diri karena setiap (Taufik) telepon itu ganti nomor," imbuh Dadang.
Sampai pada Selasa malam, Taufik kembali menghubungi Dadang dan mengaku ingin menyerahkan diri.
Di momen itu sudah ada polisi bernama Hendi yang menunggu di sekitar kediaman Dadang.
"Kalau misalkan dia (Taufik) rencana mau ke rumah saya, pak Hendi siap-siap ke rumah saya. Kebetulan dia (Taufik) nelepon lagi bilang 'saya mau menyerahkan diri), saya bilang kamu harus kooperatif. Datang (Taufik) udah ada pak Hendi, terus sama Pak Hendi dibawa masuk ke sini ngobrol, baru lah dibawa sama anggota Polda," kata Dadang.
Sebelum mau menyerahkan diri, Taufik sempat mengajukan syarat ke mantan atasannya itu.
Yakni Taufik ingin ditemani oleh Dadang hingga ke Polda Jabar.
"Perjanjiannya (kata Taufik) 'boleh saya menyerahkan diri tapi pak Dadang ikut juga'. Akhirnya saya ikut dari belakang," ucap Dadang.
Baca juga: Pengakuan Penjaga Kontrakan Tempat Taufik Hidayat Sekap YTR, Sebut Mata Korban Minus 17
Adapun alasan Taufik menghubunginya kala menjadi buronan, Dadang mengungkap penjelasan.
"Kenapa dia telepon ke saya? karena tahun 2023, 2024 itu satu pekerjaan. Saya kan paling tua di pekerjaan, jadi yang dituakan, anak-anak kalau ada apa-apa telepon ke saya, termasuk si Opik juga," akui Dadang.
Taufik Hidayat, tersangka kasus penganiayaan berat terhadap wanita di Bandung bernama Yuvita Tri Rezeki mengurai cerita soal rute pelariannya selama jadi buronan.
Selama berhari-hari rupanya Taufik kabur ke beberapa wilayah di Jabodetabek dan Jawa Barat.
Hingga akhirnya pada Selasa (23/6/2026) Taufik Hidayat pun berhasil ditangkap penyidik Polda Jabar.
Pria usia 30 tahun itu diamankan polisi pada Selasa sekira pukul 18.30 Wib di Perumahan Griya Pesona Kecamatan Ciparay, Majalaya, Bandung.
Terkait penangkapan Taufik Hidayat, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkap deretan fakta.
"Akhirnya kami dapat menemukan keberadaan tersangka dan langsung kita lakukan penangkapan," kata Irjen Pol Rudi Setiawan.
Lebih lanjut, polisi pun mengungkap hasil tes urine terhadap tersangka.
"Kita melakukan tes narkoba, sudah keluar hasilnya negatif," imbuh Irjen Pol Rudi Setiawan.
Penyidik pun mengurai pengakuan Taufik perihal kesehariannya selama buron.
Ternyata selama ini Taufik aktif mengonsumsi alkohol.
"Tersangka hanya mengakui habis minum intisari, minuman keras sejenis anggur hitam. Kesimpulannya tersangka dalam kondisi sehat, siap untuk dilakukan penahanan dan pemeriksaan awal," ungkap Irjen Pol Rudi Setiawan.
Sementara itu sang tersangka, Taufik sempat bercerita soal pelariannya selama jadi buronan beberapa hari.
Taufik rupanya sempat singgah di beberapa tempat sebelum akhirnya ditangkap di Majalaya.
"Ke Cimindi, Cimahi, terus ke Tangerang, daerah sana pak," akui Taufik.
Selama jadi buronan, Taufik terbilang santai.
Sebab Taufik masih sempat untuk merapikan penampilannya dengan potong rambut.
Hal itulah yang juga disorot penyidik saat menangkap Taufik dengan penampilannya yang rapi.
"Kamu kapan cukur rambutnya?" tanya penyidik.
"Dua hari lalu," akui Taufik.
"Nyukurnya di mana?" tanya penyidik lagi.
"Cimindi," pungkas Taufik.
"Tadi kamu lagi di rumah siapa?" tanya penyidik.
"Nyerahin diri. Langsung ke pak ini," ujar Taufik.
(Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com)