POSBELITUNG.CO--Kematian seorang perempuan muda yang bekerja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggemparkan warga Jalan Mannuruki 6, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Korban berinisial ANA (24) ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya bersama suami dan anaknya pada Minggu (14/6/2026) malam.
Peristiwa tersebut langsung menyedot perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian bersama tim identifikasi dan dokter kepolisian turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah barang bukti.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan indikasi kuat adanya unsur kekerasan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
Korban pertama kali ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar kos yang selama ini ditempatinya bersama keluarga kecilnya.
Penemuan itu membuat suasana lingkungan sekitar mendadak ramai karena warga berdatangan untuk mengetahui peristiwa yang terjadi.
Petugas dari Polsek Tamalate, Tim Jatanras Polrestabes Makassar, dan Tim Dokpol Polda Sulawesi Selatan kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi guna memudahkan proses penyelidikan.
Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abd Latief, mengungkapkan bahwa tim identifikasi menemukan luka serius pada tubuh korban.
"Korban seorang perempuan. Pada saat ditemukan terdapat luka di bagian leher," ujar Abd Latief.
Setelah proses identifikasi di lokasi selesai dilakukan, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Raih Skor 85,02 dari Ombudsman, Saparudin Minta OPD Pangkalpinang Tak Cepat Puas
Dalam perkembangan penyelidikan, polisi mengamankan suami korban yang berinisial A untuk dimintai keterangan.
Langkah tersebut dilakukan setelah penyidik menemukan sejumlah petunjuk awal yang mengarah kepada orang terdekat korban.
Meski demikian, polisi menegaskan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan final terkait motif maupun kronologi lengkap kejadian tersebut.
"Untuk sementara berdasarkan bahan keterangan yang kami peroleh di lapangan, yang diduga terlibat adalah suami korban sendiri. Namun semuanya masih didalami," kata Abd Latief.
Penyidik kini terus memeriksa sejumlah saksi serta mencocokkan keterangan yang diperoleh dengan hasil pemeriksaan forensik.
Selain memeriksa saksi, polisi juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Beberapa barang bukti yang diamankan di antaranya sebuah pisau, telepon seluler, serta pakaian milik korban yang ditemukan di lokasi kejadian.
Barang-barang tersebut akan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui keterkaitannya dengan peristiwa yang menewaskan perempuan berusia 24 tahun itu.
"Barang bukti yang diamankan sementara berupa pisau, telepon seluler, dan pakaian korban," ujar Abd Latief.
Ketua RT setempat, M. Muzakar, mengatakan korban dan keluarganya baru tinggal di lingkungan tersebut kurang dari satu tahun.
Menurutnya, selama tinggal di kawasan itu, pasangan suami istri tersebut tidak banyak berinteraksi dengan warga sekitar sehingga kehidupan pribadi mereka tidak banyak diketahui.
"Belum sampai satu tahun tinggal di sini. Mereka juga sudah memiliki seorang anak," ujar Muzakar.
Ia mengaku memperoleh informasi bahwa korban bekerja pada program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sementara itu, pekerjaan suami korban tidak banyak diketahui oleh warga sekitar.
Salah satu hal yang membuat kasus ini menjadi perhatian adalah tidak adanya laporan keributan dari warga sekitar sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Menurut keterangan beberapa penghuni kos maupun tetangga sekitar, tidak terdengar suara pertengkaran atau keributan yang mencolok pada malam kejadian.
"Kalau masalahnya apa kami tidak tahu. Bahkan tetangga kamar juga tidak mendengar adanya keributan sebelum kejadian," kata Muzakar.
Kondisi tersebut membuat polisi harus bekerja lebih detail untuk menyusun kronologi secara utuh berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi, serta bukti-bukti yang ditemukan.
Hingga saat ini, penyidik belum mengungkap motif yang diduga melatarbelakangi kematian korban.
Pemeriksaan terhadap suami korban masih berlangsung, sementara hasil autopsi dan analisis forensik juga menjadi bagian penting dalam proses pengungkapan kasus.
Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terjadi di balik kematian pegawai program Makan Bergizi Gratis tersebut.
Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, terutama karena korban meninggalkan seorang anak yang masih berusia kecil. Sementara masyarakat sekitar kini menunggu hasil penyelidikan aparat untuk mengetahui penyebab pasti kematian ANA dan siapa yang harus bertanggung jawab atas peristiwa tragis tersebut.(*)
(TribunTrends/TribunTimur)