TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musisi senior Fariz RM angkat bicara terkait pentingnya menghormati hak cipta di industri musik.
Di tengah kasus dugaan pelanggaran hak cipta yang sedang bergulir, pelantun lagu Sakura itu memberikan pesan khusus kepada musisi muda dan para pendatang baru di dunia musik.
Menurut Fariz RM, persoalan hak cipta tidak hanya berkaitan dengan pembayaran royalti, tetapi juga menyangkut etika dalam menggunakan karya milik orang lain.
"Menurut saya itu masalah etika sebetulnya. Kadang-kadang ada pendapat yang bilang boleh membawakan lagu orang asal bayar, tidak perlu izin. Ya enggak lah," kata Fariz RM di Polda Metro Jaya, Selasa (23/6/2026).
Baca juga: Fariz RM Habis Kesabaran, Akan Penjarakan Syahravi Buntut Pelanggaran Hak Cipta Lagu Diantara Kata
Fariz menegaskan bahwa izin dan pembayaran royalti merupakan dua hal yang berbeda.
Ia menyebut izin adalah bentuk penghormatan terhadap pemilik karya, sedangkan pembayaran merupakan kompensasi setelah izin diberikan.
"Izin itu etika, sedangkan bayar itu adalah kompensasi. Jadi jangan disamakan," ujarnya.
Fariz mengakui tidak semua lagu ciptaannya yang dibawakan orang lain dapat ia ketahui. Namun, jika dirinya mengetahui ada penggunaan karya tanpa izin, ia tidak segan mengambil langkah hukum.
"Memang tidak semua lagu saya yang dinyanyikan itu saya tahu. Misalnya lagu saya dinyanyikan di Saigon atau Bangkok, mungkin saya juga tidak tahu. Tapi selama saya tidak tahu ya tidak apa-apa. Kalau saya tahu, saya kasusin," tegasnya.
Lebih lanjut, Fariz memberikan analogi sederhana agar masyarakat memahami pentingnya meminta izin sebelum menggunakan karya milik orang lain.
"Yang perlu orang tahu adalah meminta izin menggunakan barang milik orang lain itu perlu. Soalnya bukan soal bayarnya, belum tentu juga dikasih izin. Saya mau pinjam motor misalnya, saya minta izin dulu. Bisa saja pemiliknya bilang jangan," ucap Fariz.
Bagi Fariz RM, prinsip yang sama juga berlaku dalam penggunaan lagu atau karya cipta.
"Izin itu etika, bayar itu kompensasi dari diberikannya izin," pungkasnya.
(Tribunnews.com/ Fauzi Alamsyah)