Proses Sekda Provinsi NTT Lambat, Gubernur Melki Sebut Kesibukan Presiden
Oby Lewanmeru June 24, 2026 09:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) berjalan lambat. 

Tahapan yang dilakukan sejak Desember 2025 itu hingga kini belum juga mendapat kabar. Pemprov NTT telah mengusulkan tiga nama untuk selanjutnya ditetapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto. 

Meski usulan itu telah dikirim pada Januari 2026 lalu, keputusan tentang hal itu tak kunjung diperoleh. Pemprov NTT akhirnya memperpanjang Pelaksana harian (Plh) Sekda NTT Rita Wuisan, yang menjabat sejak 1 Oktober 2025.

Gubernur NTT Melki Laka Lena, Rabu (24/6/2026) mengatakan, sejauh ini belum ada informasi apapun tentang penetapan Sekda definitif Pemprov NTT.

Baca juga: Akademisi Undana Soroti Lambannya Penetapan Sekda Definitif NTT 

Ia tidak membantah tentang adanya informasi Kepala Dinas Kesehatan NTT Ruth D. Laiskodat menjadi Sekda definitif Pemprov NTT.

"Kan belum ada SK resmi," katanya di kantor DPRD NTT. 

Ia membuka kemungkinan akan menunjuk Plh baru jika sampai 1 Juli 2026 atau saat pensiunnya Rita Wuisan belum ada kabar dari Kepala Negara. Ia mengaku belum menemukan sosok yang bisa menggantikan Rita Wuisan. 

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan tidak ada persoalan jika Sekda dijabat seorang Plh atau Pelaksana tugas (Plt).

Paling penting, menurut dia, birokrasi Pemerintahan terlaksana. Sebab, jabatan itu hanya sebatas status. 

"Pokoknya Pemerintah jalan. Soal defensif, cuma status. Kita tahu sendiri Presiden kesibukannya seperti kita lihat sendiri. Kan mesti ada Tim Penilai Akhir, kita tunggu lah," ujar dia. 

Melki menyebutkan, persoalan belum rampungnya penetapan Sekda definitif itu tidak hanya dialami Pemprov NTT.

Menurut dia, banyak daerah lainnya di Indonesia juga mengalami hal yang sama. (fan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.