Minyak Goreng Bantuan Bermasalah di Karanganyar, Ada Warga yang Terlanjur Pakai Lalu Buang
Putradi Pamungkas June 24, 2026 11:27 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Minyak goreng bantuan yang diduga berbau minyak tanah dan solar di Kabupaten Karanganyar memicu keresahan warga.

Bahkan, sebagian penerima bantuan mengaku sempat menggunakan minyak goreng tersebut sebelum akhirnya membuangnya setelah mencium aroma menyerupai bahan bakar minyak (BBM).

Keluhan itu muncul dari warga Kelurahan Tegalgede yang menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari Bulog.

Lurah Tegalgede, Bowo Budi Setyo, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kondisi minyak goreng bantuan yang berbau tidak normal.

"Warga kami mendapatkan bantuan dari Bulog beras dan minyak goreng, untuk beras tidak ada permasalahan, namun untuk minyak goreng, banyak penerima bantuan itu, mengeluh," kata Bowo, Rabu (24/6/2026).

BAU MINYAK TANAH - Pegawai kelurahan Tegalgede menunjukan minyak goreng berbau minyak tanah dan solar di salah ruangan kantor Kelurahan Tegalgede Karanganyar, Rabu (24/6/2026). Polemik minyak goreng bantuan Bulog yang diduga berbau minyak tanah dan solar mencuat di Kabupaten Karanganyar.
BAU MINYAK TANAH - Pegawai kelurahan Tegalgede menunjukan minyak goreng berbau minyak tanah dan solar di salah ruangan kantor Kelurahan Tegalgede Karanganyar, Rabu (24/6/2026). Polemik minyak goreng bantuan Bulog yang diduga berbau minyak tanah dan solar mencuat di Kabupaten Karanganyar. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Di Kelurahan Tegalgede, tercatat sebanyak 850 kepala keluarga (KK) menerima bantuan tersebut.

Setelah menerima laporan warga, pemerintah kelurahan langsung berkoordinasi dengan Bulog untuk menindaklanjuti persoalan itu.

Pemerintah Kelurahan Tegalgede telah berkoordinasi dengan Bulog agar minyak goreng yang bermasalah dapat diganti dengan produk lain yang layak digunakan.

"Kita sudah koordinasi dengan Bulog. Ini diagendakan, ditukar sesuai jumlah yang dikembalikan, saya suruh kembalikan ke kantor, baik bermasalah maupun tidak bermasalah," ungkap dia.

Sebagian Warga Sudah Menggunakan Minyak Goreng

Menurut Bowo, warga mulai mengembalikan minyak goreng bantuan sejak awal pekan ini.

Minyak yang dikembalikan terdiri dari kemasan yang masih tersegel maupun yang sudah dibuka.

"Warga mengembalikan minyak itu mulai Senin, sebagian di sini dan sebagian di titipkan ke warga karena disini tidak ada tempat, Ada yang masih segel ada yang terbuka, dan rata-rata dikembalikan karena bau solar, minyak tanah, kalau dicium ya terasa bau BBM," kata dia.

Baca juga: Minyakita Berbau Minyak Tanah di Karanganyar, Produsen Sebut Sudah Diganti Bertahap

Ia menjelaskan, tidak semua warga langsung menyadari adanya aroma yang tidak biasa pada minyak goreng tersebut. 

Beberapa di antaranya baru mengetahui setelah produk digunakan.

"Ada yang terbuka ada yang masih utuh, karena. Banyak gak berani menggunakan. Ada juga sudah mengkonsumsi trus dicium bau solar, lalu dibuang," pungkas dia.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.