TRIBUNSUMSEL.COM -- Momen kenaikan kelas yang biasa disambut tawa berubah menjadi suasana haru bagi Al Fatih.
Bocah berusia sembilan tahun itu langsung meminta sang ayah mengantarnya berziarah ke makam sang ibu, mendiang komedian Mpok Alpa, sesaat setelah menerima rapor kenaikan kelas 4 SD.
Saat hadir menjadi bintang tamu dalam acara FYP, Aji Darmaji menceritakan putranya masih mengingat betul memori tahun lalu saat Mpok Alpa mendampinginya mengambil hasil belajar di sekolah.
"Apalagi habis ambil rapot kan, tahun yang enggak ada kan tahun sekarang nih."
"Biasa kan sama almarhum tuh kalau ngambil rapot," paparnya.
Pria yang akrab disapa Idung ini juga menegaskan niat untuk pergi ke makam Mpok Alpa murni inisiatif Al Fatih sendiri.
Tak ada arahan atau permintaan dari orang dewasa di sekitarnya.
"Tiba-tiba tuh momen itu pas lagi di mobil ingat langsung, 'Pa enggak usah pulang lagi, langsung ke makan mami'," ujar Idung.
"Langsung ngajakin zarah ke makam maminya," sambungnya.
Selain mendoakan pemilik nama asli Nina Carolina itu, Petong bahkan mengajak berbicara kuburan ibunya.
"Iya (ajak ngobrol makam Mpok Alpa)," ungkap Al Fatih.
Nasib suami Mpok Alpa, Aji Darmaji disorot setelah kepergian istrinya pada Jumat (15/8/2025) akibat menderita penyakit kanker payudara.
Pria yang akrab disapa Idung itu sempat dituding pengangguran.
Namun diakui Idung sempat menjadi manajer dan kini harus merawat empat anak, serta menghadapi kondisi finansial keluarga yang terpuruk akibat biaya pengobatan Mpok Alpa selama dua tahun terakhir.
Disinggung soal cara bertahan hidup pasca kepergian Mpok Alpa, Aji Darmaji pun menegaskan dirinya memiliki pekerjaan.
Bahkan semenjak perempuan bernama lengkap Nina Carolina itu masih hidup, Aji Darmaji menyebut dirinya juga sudah bekerja.
"Ya untuk melakukan hal yang biasa aja saya lakuin gitu. Saya juga memang bekerja kan kayak gitu," terangnya, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Rabu (27/8/2025).
"Semenjak ada almarhum juga saya bekerja gitu, ada pekerjaan," tambahnya.
Aji Darmaji membuktikan bekerja sebagai manajer perempuan berdarah Betawi itu.
Ia bukan hanya suami, tetapi juga manajer pribadi yang mengatur seluruh aktivitas kerja Mpok Alpa.
"Saya juga bisa megang pekerjaan almarhum juga kayak ngatur jadwal negosiasi kayak gitu kan off air gitu tetap saya bantu," ungkap Idung.
"Kan almarhum sudah enggak ada manajer."
"Iya tetap dijalanin," lanjutnya.
(*)