TRIBUNWOW.COM - Transformasi digital yang dilakukan oleh Bank Nasional Indonesia (BNI) membuahkan hasil nyata.
Dalam ajang Anugerah Penggerak Nusantara (APN) 2025, BNI mendapatkan anugerah Penghargaan Penggerak Transformasi Digital berkat gebrakannya dalam mengembangkan ekosistem digital Wondr by BNI yang diselenggarakan langsung di MNC Convention Hall, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Di mana, Wondr by BNI menjadi platform perbankan modern yang sukses melakukan integrasi berbagai kebutuhan transaksi finansial dalam satu kanal digital.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo menjelaskan, penghargaan itu jadi dorongan bagi BNI untuk terus meningkatka kualitas layanan digital.
"Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memberi kontribusi pada kemajuan ekonomi nasional," ujar Okki dalam keterangan tertulisnya yang dikutip oleh TribunWow.com.
Lebih lanjut, pertumbuhan pengguna Wondr by BNI jadi satu di antara indikator akselerasi digital BNI.
Pengguna aplikasi mengalami peningkatan hingga mencapai 2,8 juta pada September 2024 dan melonjak per September 2025 di angka 10,5 juta.
Dengan total nilai transaksi mencapai Rp783 Triliun dari 886 juta transaksi.
"Kami percaya digitalisasi adalah kunci untuk menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau. Ke depan, BNI akan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem ekonomi digital nasional," jelas Okki.
Pencapaian di APN 2025 semakin menegaskan serta memperkokoh posisi BNI sebagai institusi keuangan yang adaptif dan progresif dalam menghadapi perubahan lanskap industri.
Sekaligus jadi komitmen perseroan untuk memberikan pelayanan digital yang relevan serta berkelanjutan untuk nasabah.
Bukti nyata lain Wondr by BNI bantu gerakkan ekonomi masyarakat turut dirasakan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tanaman buah dan hias di Nogosari, Boyolali, Kembar Kreasi yang dikelola bersama oleh keluarga yakni kakak beradik asal Solo, Ambar Jati dan Cita Dewi.
Cita Dewi yang mewakili kakaknya sebagai owner, Ambar Jati, menjelaskan awal berdirinya usaha tanaman buah dan hias yang sudah dirintisnya sejak tahun 2019 lalu.
Semua bermula dari alm. ayahanda nya yang didiagnosisi sakit jantung dan tidak bisa lagi melanjutkan pekerjaannya sebagai tukang bangunan.
"Oh itu sekitar tahun 2019 awal berdirinya itu. Karena waktu itu bapak sakit, di diagnosis sakit jantung. Terus karena bapak diagnosis sakit jantung kan sebelumnya kerjanya di tukang bangunan. Jadi kayaknya enggak bisa kalau kerjanya kerja berat. Jadinya dari situ mbak Ambar berpikiran untuk membuka usaha buat bapak juga buat keluarga," jelas Cita Dewi kepada TribunWow.com pada Selasa (23/6/2026).
Mulanya, Ambar dan Cita merintis usaha Kembar Kreasi melalui tanaman kecil-kecilan seperti kaktus dan sukulen.
Ya seperti usaha yang ringan-ringan kayak usaha tanaman dulu itu mulanya itu jualannya kecil-kecil dulu tanaman kecil. Kayak kaktus, sukulen gitu. Dari sukulen itu kan terus ada yang dibikin kado untuk souvenir wisuda, ulang tahun gitu. Terus ada yang untuk souvenir wedding juga ada. Kemudian lama-lama banyak yang pesan juga untuk tanaman hias untuk rumah, dekor, kafe, dan lain-lain.
Sejak 7 tahun lalu berdiri, kenangan paling mengesankan Ambar dan Cita dirasa saat di masa pandemi covid-19.
"Itu ya waktu Corona kak. Corona Covid-19 tahun 2020 itu. Karena Covid itu malah tanaman malah semakin dicari-cari. Karena banyak yang mencari aktivitas di rumah. Jadi dulu itu malah waktu Corona malah lumayan agak laris.
Banyak yang pesan dari luar kota juga dipaket gitu," ungkapnya.
Lebih lanjut, pesanan terbesar yang pernah didapatkan Kembang Kreasi yakni ketika melayani souvenir wedding.
Saat itu, Kembar Kreasi mendapatkan pesanan 1000 pcs tanaman bambu hoki yang dikirim di Solo Baru.
Untuk proyek tuh ada souvenir dulu itu souvenir wedding ada seribu pieces bambu hoki gitu. Dikirim ke mana ya depak hotel gitu depak Solo Baru, total sampai 1000 pcs," ujarnya.
Saking banyaknya pesanan, Ambar dan Cita pun memutuskan untuk merekrut tenaga tambahan yang diambil dari keluarga dan beberapa tetangga sekitar.
"Banyaknya pesanan buat kita kuwalahan jika sendiri, akhirnya, mbak Ambar dan saya memutuskan untuk tambah tenaga dengan merekrut keluarga dan tetangga," ucapnya seraya mengenang masa manis itu.
Sebelum ayahanda meninggal dunia, Kembar Kreasi sebenarnya juga turut memproduksi pot-pot yang dilukis.
Bahkan pernah memproduksi pot sendiri dari keterampilan sang ayah.
"Karena kan menopang ayah juga yang dulu itu sudah enggak kerja lagi. Jadi ayah itu dulu bikin kayak menata-nata pot. Terus ngelukis-ngelukis pot juga. Terus bantu aku. Pernah produksi pot juga, kayak ngelukis-ngelukis dari pot gerabah itu," ujar Cita seraya mengenang sang ayah.
Setelah bisnis tanaman hias kecil, Kemba Kreasi juga merambah projek pembuatan taman.
"Setelah sukulen dan kawan-kawan, kini juga ada proyek taman," jelasnya.
Menyesuaikan permintaan pasar, Kembar Kreasi pun juga turut menyediakan stok dan melayani pre order tanaman buah yang sudah dilakukan sejak 2024 lalu.
"Tanaman buah itu baru tahun 2024. Karena kan dulu itu waktu pertama itu kan di Colomadu tokonya. Terus pindah di Nogosari ini kan bapak kan ada tetangga. Tetangga itu perlu tanaman buah. Terus order ke bapak buat ditanam gitu," ungkap Cita.
Terkini, Kembar Kreasi menyediakan banyak pilihan bagi para pelanggannya mulai dari tanaman hias untuk rumah, cafe, taman, souvenir, dekorasi panggung sampai ke hampers.
Keberhasilan Kembar Kreasi memasarkan produk dan beberapa kreasinya secara pasti mampu putarkan roda perekenomian para petani tanaman hias dan buah yang jadi produsennya.
Di mana, mayoritas petani produsen dari Kembang Kreasi semuanya berasal dari kaki pegunungan Merbabu, Kopeng, Magelang.
"Kalau ambilnya itu ada beberapa ya tapi saya kurang tahu pastinya soalnya kadang yang ambil barang itu waktu kepetani itu mbak Ambar sama suami. Ada mbak Sukri di Kopeng kalau enggak salah saya pernah dengar itu, Pak Karsono di Kopeng," jelasnya.
Kerjasama Kembar Kreasi dan para petani di Kopeng dan beberapa daerah lainnya sudah sejak awal dilakukan yakni tahun 2019 hingga saat ini masih terjalin dengan baik.
"Itu dari pertama itu kulaannya di Kopeng dan mbak Ambar itu udah bekerjasama dari tahun 2019. Dari awal, belanja sampai sekarang masih terjalin, total saat ini ada 4-5 petani yang jadi rujukan," lanjutnya.
Selain Kopeng, ada juga petani dari Bandungan dan Salatiga yang ikut dalam perputaran ekonomi yang dilakukan oleh Kemba Kreasi.
"Kadang ke Bandungan, Salatiga gitu beda-beda yang jauh-jauh gitu. Kalau ambil kan kalau di Kopeng saja kan enggak cukup soalnya kan ada yang tanaman hias dan tanaman lainnya itu tempatnya beda-beda," bebernya.
Untuk pemasaran, awalnya, Ambar menggunakan koneksi dan relasinya sebagai sasaran konsumen.
Sebelum kini merambah ke media sosial seperti Instagram dan Whatsapp saluran.
"Media sosial promosinya via saluran WA dan Instagram. Untuk nama Instagramnya yakni @kembarkreasi_tanamanhiassolo," ungkapnya.
Tak cuma ikut membantu perputaran ekonomi tanaman hias, Kembar Kreasi juga turut memberikan lapangan pekerjaan bagi beberapa orang terutama saat ada proyek taman.
"Terus kalau bikin taman juga kadang memperkerjakan tukang gitu. Untuk bantu menata, menanam, membereskan gitu. Pernah juga punya kurir untuk mengantarkan pesanan," jelas Cita.
Terkait dengan penggunaan Wondr by BNI, Kembar Kreasi sudah melakukannya sejak 2 tahun lalu.
Sejauh ini, Wondr by BNI sangat membantu proses transaksi dari Kemba Kreasi baik saat dengan customer maupun ke para petani.
"Sudah 2 tahun setahu saya mbak Ambar pakai BNI. Sejauh ini sangat membantu sih dan enggak pernah trouble," pungkasnya.
Satu di antara keberhasilan transformasi digital yang dilakukan BNI melalui Wondr by BNI dibeberkan oleh satu di antara guru Bahasa Inggris di Lembaga Pelatihan Kerja Kota Surakarta, Desita Agustina.
Desita menjelaskan awal mula dirinya menggunakan aplikasi Wondr by BNI.
"Pertama kali pakai Wondr by BNI itu sekitar 2 tahun atau 3 tahun lalu. Kalau eenggak salah waktu itu memang liatnya cuman karena saya sudah punya rekening dari bank lain juga. Jadi waktu itu karena lagi butuh banget buat jadi bendahara. Waktu itu bendahara buat acara 17-an karena waktu itu lumayan gede acaranya. Jadi perlu banyak dana yang mungkin bakal ditransfer gitu. Ditransfer dan ditabung. Nah itu akhirnya saya bikin Wondr by BNI karena selain ATM yang dekat, banknya juga dekat," jelas Desita kepada TribunWow.com, Senin (22/6/2026).
Selain itu, menurut Desita, biaya admin yang murah dan juga bisa ditarik sampai nol jadi alasan lainnya.
"Waktu itu dari pertimbangan banyak bank, adminnya paling sedikit itu di situ. Dan bisa narik full sampai nol. Jadi bisa narik full sampai nol. Jadi itu menguntungkan buat bendahara yang pastinya kan duitnya dari orang lain kan. enggak harus nyimpen di situ."
"Biasanya kan kalau bank lain itu ada minimal uang di bank itu sekitar Rp50.000-an, Rp20.000-Rp50.000. Nah kalau di Wondr by BNII itu nol bisa. Terus kebetulan tempat kerja saya juga pakai BNI. Jadi buat transfer juga lebih enak. Terus bilang kalau bisa jadiin satu. Itu kan karena aku pikir kita inikan uang dari banyak orang. Matematis aku harus search yang tidak ada pengendapan," ujarnya.
Untuk alasan kedua, dipilihnya Wondr by BNI terkait dengan biaya admin BNI yang relatih kecil dibandingkan dengan bank konvesional lainnya.
"Kedua adminnya kecil. Dan admin BNI itu relatif kecil daripada bank lain. Jadi oh oke ini udah masuk kayaknya ini aja. Banknya itu juga lumayan dekat sama rumah, jadi saya sekalian aja.
Setelah sempat digunakan sebagai rekening bersama, Desita pun memutuskan untuk mengalihkan rekening BNI nya untuk pribadi.
Pertimbangan lainnya terkait dengan kemudahan dalam melakukan deposito.
Selain itu, ketika ganti HP pun, Desita mengaku tak perlu harus datang ke bank untuk mengurusnya.
"Selain itu kan ini sudah saya alihkan jadi rekening pribadi. Karena kan udah 3 tahun lalu juga caranya. Saya alihkan jadi rekening pribadi. Dan ini tuh enaknya kalau mau misal. Jadi kalau misal kemo deposit itu enak. Jadi di Wondr by BNI itu kan bisa masukin rekening tuh banyak gitu."
"Misal kamu ada 2 atau 3 rekening di Wondr. Dan itu enaknya enggak harus ke bank. Biasanya kalau bank lain itu harus ke bank gitu loh. Misal ganti HP, ganti HP aja. Ganti HP terus mau ngeaktifin m-banking lain itu harus ke bank terus ngomong. Nah tapi kalau ,Wondr itu kan cukup di aplikasi aja. Jadi enggak perlu ini, asal nomornya aktif aman," jelas wanita asli Sukoharjo tersebut.
Secara tampilan, menurut wanita berusia 21 tahun itu, Wondr by BNI tergolong aplikasi yang mudah diakses dan dimengerti.
"Fiturnya gampang dicari sih. Soalnya di bank lain kadang kayak bahasanya itu agak bingung. Jadi kayak buat beberapa orang. Misal kan itu kan apalnya ada yang bagian lifestyle sendiri. Ada bagian kayak tagihan sendiri. Oh tagihan berarti nanti isinya tentang listrik, tentang air, tentang apa sih BPJS gitu-gitu. Terus kalau buat lifestyle nanti isinya ya belanja dan something dan segalanya gitu-gitu. Nah buat itu kan lebih gampang carinya. Kalau di bank lain yang saya pakai ini," bebernya.
Lebih lanjut, Desita mengaku, dirinya menggunakan Wondr by BNI juga untuk mengelola keuangan terkait kebutuhan pribadinya.
"Saya kan pakai banyak bank ya, Soalnya memang metode keuangan saya itu saya pisah antara uang keluarga. Uang saya sendiri sama uang buat investasi itu ada sendiri."
"Untuk BNI saya gunakan untuk kebutuhan pribadi. Jadi kayak saya perlu beli apa. Beli apa itu kan gampang. Kadang juga tinggal kalau mau disambungkan ke Shopee juga gampang. Mau disambungin ke mana juga gampang gitu. Aksesnya gak harus dua atau tiga kali," ungkapnya.
Tak cuma itu, menurut wanita lulusan universitas swasta di Surakarta itu, akses jaringan yang digunakan BNI terlampau tidak besar.
Sehingga, bagi dirinya yang tergolong Gen Z yang serba ingin cepat dan mudah dalam pembayaran seperti Qriz, Wondr by BNI jadi solusinya.
"Karena gampang kalau buat beberapa bank itu harus pakai koneksi yang gede gitu loh. Maksudnya yang harus cepat, yang benar-benar stabil baru bisa dibuka. Tapi kalau Wondr itu tuh kalau wifi-nya tinggal kata gitu masih bisa dibuka. Jaringannya lebih gampang diakses. Walaupun misalkan kalau kita pakai kuota ya. Misal pakai bank lain, itu dia enggak bisa dibuka. Tapi kalau Wondr itu beda, even nanti lama, tapi setidaknya dia mau ngebuka."
"Dan itu menurut saya juga agak cocok juga kalau ini sebagai gen Z ya yang mana-mana apa-apa cashless. Kan kadang kita kuota juga terbatas. Maksud saya jaringan, itu kan misalnya di tempat saya ya pakainya produk perdana ini gitu. Entar sampai Solo, aksesnya enggak terlalu bagus. Nah itu enaknya Wondr itu disitu. Karena sebagai cashless, ini saya kan cashless, itu enak banget. Tinggal buka, itu cukup buka aja. Eenggak harus login, masukin Qris, sudah. Jadi kalau di yang lain, itu walaupun Qris nya keluar, tapi kan tetap ada tulisan jaringan tidak stabil. Jaringan tidak stabil itu kan repot. Jadi maksudnya, tinggal cukup buka, eenggak harus login, yaudah Qris kelar," ungkapnya dengan nada senang.
Tak hanya itu, Qris Wondr by BNI menurut Desita juga mudah untuk digunakan karena langsung menampilkan kamera berbeda dengan aplikasi lain yang memilih untuk gelap lebih dulu.
"Jadi kan beberapa Qris itu memodulnya itu digunakan gelap dulu baru nampilin kamera. Nah itu buat Wondr itu langsung dia nampilin kamera. Iya kan kalau BNI bank lain atau mungkin 5 gitu tuh suka ada jeda. Jadi ada gelap dikit terus oh oke bentar terus baru kamera. Dan itu kalau jaringannya jelek itu bisa nge-stuck di gelapnya itu. Jadi kalau pake Wondr enaknya dia langsung kamera, even pun lama tapi setidaknya dia udah ke-scan nanti dia muter, biasanya muter agak lama kalau jaringannya abis ya, muter agak lama tapi tetap pasok biasanya," ungkapnya.
Desita menceritakan, dulu dirnya pernah ganti handphone.
Secara otomatis, semua aplikasi baru membutuhkan untuk login.
Terkadang, wanita yang juga bekerja sebagai guru les private itu sering lupa dalam mengingat password nya untuk login aplikasi.
Namun, dengan adanya fitur fingferprint, Desita tak perlu repot untuk mengingat password dan tidak harus repot mengurus ke bank.
Bahkan, sejauh ini, Desita mengaku jika apilkasi Wondr by BNI yang digunakannya jarang mengalami trouble.
"Dan aku orangnya lupa banget. Apalagi dulu itu belum ada finger. Kalau aku lupa, itu pusing banget kalau di bank satunya. Itu ribet juga. Nyarinya harus ada inilah, ada itulah, segala macamnya. Dan aku ujungnya tetap tebang waktu itu. Sedangkan BNI, itu benar-benar gampang banget bisa langsung balik. Jadi mau ganti password tiap Wondr tuh udah gampang. Tinggal ngikutin aja password, segala macamnya, blablabla. Udah, bisa login lagi. Jadi enggak perlu repot."
"Terus waktu ganti HP juga udah gampang. Tinggal login, terus aktifin fingerprintnya udah kelar. Jadi benar-benar enggak harus repot ke bank buat benerin mbanking kalau ganti HP atau kalau sedang trouble. Karena sejauh ini Wondr memang jarang trouble di aku," pungkasnya.
(TribunWow.com/Adi Manggala S)