Kapten Argentina Lionel Messi Tidak Menutup Kemungkinan Tampil di Piala Dunia 2030 Setelah Pecahkan Rekor Gol Turnamen
Dewi Rahayu June 25, 2026 08:24 AM

Lionel Messi membuka peluang untuk kembali tampil secara sensasional di Piala Dunia 2030 setelah memperkuat warisannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut. Ikon Argentina itu, yang saat ini memimpin perjuangan Albiceleste di Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, baru saja melampaui rekor Miroslav Klose dengan total 18 gol dalam enam edisi.

Sang legenda menolak untuk mengucapkan selamat tinggal. Meskipun baru merayakan ulang tahunnya yang ke-39 minggu ini, Messi tampak enggan membicarakan rencana pensiunnya dari panggung internasional. Ketika ditanya mengenai kemungkinan tampil di Piala Dunia 2030, yang akan menandai seratus tahun penyelenggaraan turnamen tersebut, bintang Inter Miami itu memilih untuk menjawab dengan hati-hati namun tetap optimistis mengenai ketahanannya. “Saya tidak tahu. Sejujurnya, saya belum memikirkan hal itu sekarang. Rasanya masih jauh, tapi seperti yang saya katakan, saya menjalani hari demi hari dan fokus pada masa kini,” ujar Messi kepada wartawan, dikutip dari ANI.

Penyerang veteran itu, yang telah mencetak semua lima gol Argentina dalam dua pertandingan fase grup pertama melawan Aljazair dan Austria, menegaskan bahwa partisipasinya di masa depan akan sepenuhnya bergantung pada kondisi fisiknya. Messi menambahkan: “Ya, ya... Saya akan terus bermain selama saya masih bisa memberikan kontribusi, merasa baik secara fisik, dan membantu rekan setim saya... Saya akan terus bermain.” Ucapannya ini memberi harapan bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia bahwa impian melihatnya berlaga di usia 43 tahun masih sangat mungkin terwujud.

Rekor baru di panggung dunia. Performa Messi saat ini menunjukkan bahwa usia hanyalah angka bagi peraih delapan trofi Ballon d’Or tersebut. Dengan memborong dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Austria, ia resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, melewati rekor sebelumnya dengan 16 gol. Awal kampanye 2026 ini berjalan luar biasa, setelah ia mencetak hat-trick di laga pembuka yang juga menjadikannya pemain tertua yang pernah mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di turnamen tersebut.

Mantan bintang Barcelona itu tetap rendah hati ketika menanggapi pencapaian bersejarah tersebut, meski sempat gagal mengeksekusi penalti di laga yang sama. “Sejujurnya, luar biasa bagaimana semuanya terjadi,” ungkap Messi. “Hari ini saya punya kesempatan lewat penalti untuk menambah keunggulan, tetapi jika saya mencetak penalti itu, mungkin saya tidak akan mencetak dua gol lainnya. Kita tidak pernah tahu, tapi saya senang dengan hasil akhirnya.”

Kondisi fisik puncak di usia 39 tahun. Saat sebagian besar pesepak bola sudah pensiun di akhir usia tiga puluhan, Messi terus membuat takjub dengan kebugarannya. Saat merayakan ulang tahunnya yang ke-39, sang kapten Argentina membagikan rekaman dirinya melakukan pull-up sempurna di markas latihan Albiceleste, memperlihatkan disiplin fisik yang menjadi dasar kesuksesannya di lapangan. Dedikasi fisik tersebut membuat banyak pihak yakin bahwa ia bisa mengikuti jejak ikon olahraga lain yang tetap aktif hingga usia empat puluhan.

Para pengamat mulai berspekulasi mengenai langkah klub berikutnya, dengan mantan pemain internasional Inggris Gabby Agbonlahor berpendapat bahwa tampil di Piala Dunia 2030 adalah kemungkinan nyata. Agbonlahor bahkan menyebut bahwa jika Messi secara mengejutkan bergabung dengan klub Liga Premier Aston Villa, ia akan mampu membawa klub tersebut meraih kejayaan domestik dan Eropa.

Fokus saat ini adalah mempertahankan gelar di Amerika Utara. Argentina sudah memastikan tempat di babak 32 besar dengan satu pertandingan tersisa, memberi peluang bagi pelatih Lionel Scaloni untuk mengistirahatkan para pemain bintangnya pada laga terakhir Grup J melawan Yordania. Scaloni menegaskan keinginannya untuk menjaga kebahagiaan dan performa kaptennya, sambil menyoroti atmosfer positif di dalam skuad yang tengah berjuang meraih gelar dunia secara beruntun.

“Kami percaya bahwa kekuatan tim terlihat saat melewati momen baik dan buruk bersama. Kami tahu bahwa berada di sisi teman selalu membuat segalanya lebih baik. Itulah yang kami rasakan, dan saya rasa Leo juga merasakan hal yang sama berdasarkan ucapannya,” kata Scaloni. Dengan babak gugur yang semakin dekat, performa luar biasa Messi dan kondisi fisiknya yang prima membuat Argentina tetap menjadi tim yang harus diwaspadai dalam perjalanan menuju final di New York.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.