Jude Bellingham Akui Tak Layak Raih Pemain Terbaik Setelah Hasil Imbang Lawan Ghana, Inggris Alami ‘Demam Laga Kedua’ Lagi di Panggung Piala Dunia
Agus Firmansyah June 25, 2026 09:38 AM

Jude Bellingham memberikan penilaian jujur terhadap penampilannya sendiri setelah Inggris ditahan imbang 0-0 oleh Ghana pada Piala Dunia 2026. Meskipun dinobatkan sebagai Pemain Terbaik dalam pertandingan tersebut, bintang Real Madrid itu menegaskan bahwa penghargaan itu seharusnya diberikan kepada para pemain lawan yang tampil solid dalam bertahan di Boston.

Kejujuran dari sosok andalan The Three Lions ini mencuri perhatian banyak pihak. Dalam pertandingan di mana tim asuhan Thomas Tuchel kesulitan menembus pertahanan rapat yang diatur oleh mantan pelatih Real Madrid, Carlos Queiroz, Bellingham menjadi pusat perhatian seusai laga. Walaupun secara resmi diakui sebagai pemain terbaik, gelandang berusia 22 tahun itu dengan cepat merendah, mengakui bahwa ia merasa tidak pantas menerima penghargaan individu tersebut setelah melalui malam yang penuh frustrasi.

Berbicara kepada wartawan usai peluit akhir, Bellingham dengan jujur mengomentari keputusan itu. “Sejujurnya, saya tidak pantas mendapatkannya,” ujarnya. “Mungkin seharusnya diberikan kepada salah satu pemain mereka yang bertahan dengan sangat baik. Saya hanya punya beberapa momen, sulit untuk benar-benar masuk ke permainan, dan saya berterima kasih kepada siapa pun yang memilih saya, tetapi penghargaan itu seharusnya diberikan kepada salah satu pemain mereka yang bertahan luar biasa. Salut untuk mereka.”

Meski hasil imbang tersebut mengecewakan, malam itu tetap menjadi momen bersejarah bagi mantan pemain muda Birmingham City tersebut. Pada usia 22 tahun dan 359 hari, bintang Real Madrid itu mencatatkan tonggak impresif sebagai pemain termuda yang mencapai 50 penampilan bersama tim nasional Inggris, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Wayne Rooney.

Namun, rekor pribadi itu tampak tak terlalu berarti bagi Bellingham dibandingkan hasil akhir pertandingan. “Seperti biasa, ini adalah demam laga kedua bagi Inggris,” katanya. Ini merupakan hasil imbang keempat beruntun bagi Inggris pada laga kedua di turnamen besar, rentetan yang dimulai sejak hasil 0-0 melawan Skotlandia di Euro 2020. “Kita selalu menang di laga pertama, tampil bagus, lalu imbang di laga kedua,” lanjut Bellingham. “Tapi tidak apa-apa. Saya pikir mereka memang bermain untuk hasil imbang karena itu cukup untuk memastikan mereka lolos, dan mereka melakukannya dengan sangat baik.”

Pertandingan ini juga diwarnai ketegangan di pinggir lapangan setelah terjadi adu mulut antara Bellingham dan Queiroz saat jeda paruh waktu. Pelatih asal Portugal itu terlihat menegur gelandang Inggris tersebut menyusul tekel keras terhadap Jerome Opoku. Saat ditanya mengenai insiden itu, pelatih Ghana menjelaskan: “Tidak ada yang istimewa. Itu hanya momen emosional, dia mengatakan satu kata yang seharusnya tidak diucapkan. Bisa saja memicu sedikit api, tapi kami segera menenangkannya sebagai profesional. Sepak bola adalah olahraga untuk orang yang berani — bukan untuk mereka yang hanya ingin tampil rapi dalam setelan jas.” Thomas Tuchel kemudian membela anak asuhnya, menegaskan bahwa “tidak ada yang membuat kami kehilangan kendali.”

Sementara Bellingham bersikap kritis terhadap dirinya sendiri, lini depan Inggris juga mengalami kesulitan besar. Para penyerang gagal benar-benar menguji kiper Benjamin Asare sepanjang laga, sementara kapten Harry Kane menjalani malam yang sangat mengecewakan. Puncaknya terjadi saat ia gagal memanfaatkan peluang emas di menit akhir, menendang bola melambung di atas mistar setelah mendapat pantulan di depan gawang — momen yang mencerminkan kurangnya ketajaman tim secara keseluruhan.

Hasil ini membuat Inggris tetap berada di puncak Grup L dengan empat poin, namun mereka kehilangan kesempatan untuk memastikan lolos lebih awal ke babak gugur. Pasukan Tuchel kini harus menghindari kekalahan melawan Panama di laga terakhir fase grup untuk menjamin tempat di babak 32 besar. Tekanan tetap ada pada The Three Lions untuk menemukan kembali ketajaman mereka seperti yang ditunjukkan saat menaklukkan Kroasia pada pertandingan pembuka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.