MAA Minta Polemik Blok Andaman Disikapi Bijak
mufti June 25, 2026 10:21 AM

“Fokus utama yang perlu diperjuangkan adalah memastikan proyek ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh.” SURYA DARMA, Ketua MAA Perwakilan Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta mengajak masyarakat Aceh menyikapi polemik terkait persetujuan Rencana Pengembangan atau Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo Blok South Andaman secara bijak, jernih, dan proporsional.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berkembangnya perdebatan publik mengenai keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah menyetujui pengembangan lapangan migas strategis tersebut.

Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) juga menolak terhadap keputusan pemerintah terkait pengembangan blok migas strategis tersebut.

Ketua MAA Perwakilan Jakarta, Dr Ir Surya Darma MBA Dipl Geotherm Tech, menegaskan, persoalan tersebut perlu dilihat dalam kerangka kepentingan pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

Menurutnya, proyek strategis nasional seperti Blok South Andaman memerlukan kajian menyeluruh dari berbagai aspek, mulai dari teknis, ekonomi, sosial, lingkungan hingga ketahanan energi nasional. "Karena itu, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum memahami seluruh pertimbangan yang mendasari pengambilan keputusan," kata Surya dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Ia mengingatkan, kewenangan pengesahan PoD berada pada Menteri ESDM, sesuai ketentuan perundang-undangan. Meski demikian, pemerintah pusat diharapkan tetap memperhatikan kepentingan daerah agar manfaat ekonomi dari proyek tersebut dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat Aceh.

MAA menilai, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun diaspora Aceh memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan terkait pengelolaan sumber daya alam. "Namun, aspirasi tersebut sebaiknya ditempatkan sebagai masukan konstruktif dalam proses pembangunan," ujarnya.

Dikatakan, hal itu penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat. Pihaknya mendorong Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, SKK Migas, kalangan akademisi, serta unsur masyarakat agar membangun forum dialog yang terbuka dan transparan. "Selain itu, MAA menekankan pentingnya mengoptimalkan dampak ekonomi proyek melalui pengembangan industri hilir," ujarnya.

Dikatakan, pemanfaatan gas dari Blok South Andaman dinilai berpotensi menghidupkan kembali kawasan industri strategis, seperti KEK Arun Lhokseumawe, industri pupuk, petrokimia, serta pembangkit listrik berbasis gas.

Pengelolaan sumber daya tersebut juga diyakini dapat memperkuat ketahanan energi regional Sumatera sekaligus menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Fokus utama yang perlu diperjuangkan adalah memastikan proyek ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh melalui hilirisasi industri dan penguatan kawasan ekonomi strategis,” tegasnya.

MAA berharap seluruh pihak mengedepankan dialog, menjaga suasana kondusif, serta mengawal implementasi proyek secara bersama agar pengembangan Blok South Andaman benar-benar membawa kemakmuran bagi masyarakat Aceh.(iw)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.