Alvia Hasli Ramadhan Lulus S2 dengan IPK 4,00
mufti June 25, 2026 11:36 AM

Keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi Alvia Hasli Ramadhan untuk meraih prestasi akademik tertinggi. Perempuan asal Nagan Raya itu berhasil menyelesaikan studi Magister Ilmu Agama Islam (Konsentrasi Pemikiran dalam Islam) di UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dan predikat cum laude.

Padahal sebelumnya pernah divonis hampir mengalami kelumpuhan akibat penyakit saraf kejepit yang dideritanya sejak kecil. Prestasi cum laude Alvia diraihnya saat kegiatan wisuda gelombang pertama Mahasiswa S1-S2 UIN Ar-Raniry di Auditorium Aly Hasjmy, Senin (22/6/2026) kemarin.

Prestasi tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MAN), Alvia dikenal sebagai pelajar berprestasi yang aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik dan keagamaan.

Salah satu pencapaian pentingnya adalah saat dipercaya mewakili Aceh pada Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) cabang debat Bahasa Arab. Kemampuan akademik dan penguasaan bahasa Arab yang dimilikinya kemudian membuka jalan untuk memperoleh beasiswa luar negeri melalui program tahfiz Al-Qur’an yang dikelola BPSDM Aceh.

Kesempatan itu membawanya menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Mesir, salah satu perguruan tinggi Islam paling bergengsi di dunia. Namun, perjalanan studinya tidak berjalan mulus. Di tengah perkuliahan, kondisi kesehatannya memburuk hingga memaksanya kembali ke Indonesia untuk menjalani perawatan, bahkan sempat berobat ke Penang, Malaysia.

Meski harus menghadapi penyakit yang hingga kini masih memerlukan pengobatan rutin, Alvia tidak menyerah. Setelah kondisi kesehatannya membaik, ia kembali melanjutkan pendidikan dan berhasil meraih gelar sarjana pada Jurusan Akidah dan Filsafat Universitas Al-Azhar dengan predikat Jayyid Jiddan Ma'a Martabat Asy-Syaraf atau sangat baik dengan kehormatan.

Tak hanya itu, ia juga berhasil masuk empat besar mahasiswa non-Arab terbaik di jurusan tersebut. Capaian tersebut menunjukkan kemampuannya bersaing di lingkungan akademik internasional yang sangat kompetitif.

Sekembalinya ke Aceh, Alvia melanjutkan pendidikan magister di UIN Ar-Raniry. Di kampus itu, ia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menyelesaikan studi magister hanya dalam tiga semester serta mempertahankan IPK sempurna 4,00 hingga lulus.

“Alhamduliillah lulus cum laude. Ini berkat doa support dari orang tua dan teman-teman,” katanya, Rabu (24/6/2026). Keberhasilan Alvia menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir dari perjalanan seseorang. Dengan ketekunan, disiplin, dan semangat pantang menyerah, ia mampu mengubah berbagai rintangan menjadi motivasi untuk terus berprestasi. “Kepada generasi muda Aceh bahwa mimpi dapat diraih melalui kerja keras dan keyakinan, seberat apa pun tantangan yang harus dihadapi,” pungkasnya.(iw)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.