SURYA.co.id, BANGKALAN – UPDATE kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50), yang jasadnya ditemukan dalam mobil dinas yang diparkir di area Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026).
Jasad korban tiba di rumah duka di kawasan Perumda Bangkalan, Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 00.30 WIB setelah menjalani autopsi di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo.
Proses autopsi berlangsung sejak Rabu (24/6/2026) pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.
Baca juga: BREAKING NEWS Penemuan Jenazah Perempuan Dalam Mobil Dinas di Parkiran Bandara Juanda
Suasana duka menyelimuti Gang Flamboyan, Perumda Bangkalan. Di tengah dinginnya malam, ambulans yang membawa jenazah korban tiba di rumah nomor 18 dengan hanya ditemani satu kendaraan pengiring.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan pihak keluarga telah dimintai keterangan oleh Polres Sidoarjo terkait kasus kematian Ruly yang jasadnya ditemukan di dalam mobil dinas PRKP bernopol M 1090 GP di area parkir Bandara Juanda pada Rabu siang.
"Kami dan keluarga mendapatkan informasi dari media sosial sekitar pukul 11.30 WIB, ada mobil dinas yang biasa dipakai korban ditemukan di bandara (Juanda) dalam keadaan banyak darah berceceran. Kami menghubungi Polres Sidoarjo, Polsek Sedati untuk mengkonfirmasi hal itu, ternyata di sana sudah ada tim inafis di TKP," ungkap Risang.
Dari hasil penelusuran awal, rekaman CCTV di pintu masuk parkir Bandara Juanda menunjukkan mobil Toyota Innova hitam milik dinas tersebut masuk ke area parkir pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Namun, sosok yang berada di balik kemudi bukan korban.
"Ternyata ada (sopir) yang membawa masuk, ada orang lain dari kursi pengemudi yang mengambil tiket. Jok depan kiri direbahkan, di situ tempat duduk jenazah dalam posisi kaki menekuk," jelas Risang.
Temuan itu menjadi salah satu petunjuk penting yang kini didalami penyidik.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Ruly diketahui masih berkomunikasi dengan keluarga.
ASN yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan itu meninggalkan rumah pada Kamis pagi.
"Ibu Ruly meninggalkan rumah pada Kamis pukul 10 pagi, pada malam harinya masih sempat share lokasi di Pujon (Malang) dan video call dengan keluarga. Bahkan pada keesokan pagi hari (Sabtu), masih kontak dengan suami dan sudah lost contact pada Sabtu siang," papar Risang.
Sejak komunikasi terputus, keluarga berupaya mencari keberadaan korban. Kecemasan semakin meningkat setelah ponsel korban tidak lagi aktif dan korban tidak masuk kerja selama beberapa hari.
Padahal, sehari sebelum meninggalkan rumah, Ruly masih terlihat menghadiri acara pisah sambut Dandim 0829 Bangkalan di Pendapa Agung Bangkalan.
"Hari Selasa, keluarga sudah berniat melapor ke pihak kepolisian tentang keberadaan Ibu Ruly, namun diputuskan menunggu sehari lagi. Akhirnya keesokan harinya (Rabu kemarin) pukul 11.30 WIB, mobilnya ditemukan di bandara. Kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan lanjut," terang Risang.
Berdasarkan rangkaian peristiwa dan rekaman CCTV yang kini berada di tangan penyidik, keluarga meyakini terdapat unsur pidana dalam kematian korban.
Selain melakukan pemeriksaan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk ponsel dan tas milik korban.
"Dugaan kami, Ibu Ruly saat dibawa masuk ke bandara sudah dalam keadaan meninggal. Jadi memang sengaja dibawa masuk dan dibuang di bandara bersama mobilnya. Wajah sopir pakai masker pada CCTV loket parkir masuk bandara, tetapi wajah (sopir) nya jelas di CCTV saat berada di Malang," pungkas Risang.
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan lokasi penemuan jasad bukan merupakan tempat kejadian utama, melainkan lokasi yang dipilih untuk meninggalkan korban beserta kendaraan dinasnya.
Hingga kini, penyidik masih mendalami identitas pria yang terekam mengemudikan mobil tersebut dan mengungkap penyebab pasti kematian Ruly.