TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Momen 10 Muharram 1448 Hijriah membawa berkah bagi pedagang perabot rumah tangga dan barang pecah belah di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Tradisi membeli peralatan rumah tangga dan barang pecah belah saat 10 Muharram sudah menjadi kebiasaan turun-temurun di masyarakat, khususnya di Sulawesi Barat.
Hal tersebut membuat permintaan terhadap berbagai peralatan dapur meningkat saat memasuki 10 Muharram dalam kalender Hijriah.
Baca juga: Emak-Emak di Polman Ramai Berburu Peralatan Dapur, Harap Keberkahan di 10 Muharram 1448 H
Baca juga: RESMI Diundur, Catat Jadwal Baru Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Sekolah Rakyat
Pantauan Tribun-Sulbar.com, sejumlah ibu rumah tangga tampak mendatangi penjual barang pecah belah di kawasan Kompleks Pasar Lama Mamuju.
Mereka terlihat memilih berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari wajan, panci, pisau, timba, hingga peralatan dapur lainnya.
Seorang pedagang barang pecah belah, Ros, mengaku jumlah pembeli mengalami peningkatan dibanding hari biasanya.
"Alhamdulillah ramai dari pagi tadi. Orang yang belanja lebih banyak. Sejak bulan Muharram, yang belanja pecah belah lumayan ramai," ujar Ros kepada wartawan Tribun-Sulbar.com, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, sebelum memasuki bulan Muharram, omzet penjualan yang diperoleh setiap hari berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu dan tidak menentu.
Namun, sejak memasuki Muharram, pendapatannya mengalami peningkatan karena banyak warga yang datang membeli peralatan rumah tangga.
"Sejak Muharram ini, Alhamdulillah lebih dari itu," tuturnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Baiq Sukma Widiawati