Pemprov Sulteng dan BNPB Siapkan 50 Huntara bagi Penyintas Gempa di Nokilalaki Sigi
Fadhila Amalia June 25, 2026 01:07 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, memimpin peletakan batu pertama pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (24/6/2026).

Pembangunan huntara tersebut merupakan langkah cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Sigi untuk menyediakan tempat tinggal sementara yang layak bagi masyarakat terdampak bencana.

Dalam sambutannya, Reny menyampaikan apresiasi kepada BNPB dinilai bergerak cepat dalam menangani dampak gempa yang melanda wilayah tersebut.

Baca juga: Kapolres AKBP Kari Amsah Ritonga Ajak Warga Perkuat Gotong Royong di HUT ke-18 Kabupaten Sigi

"Saya mengucapkan terima kasih kepada BNPB, khususnya Direktur Penanganan Darurat, yang bergerak sangat cepat. Dalam waktu delapan hari setelah kejadian, pembangunan hunian sementara sudah dapat dimulai untuk masyarakat yang terdampak," ujar Reny.

Sebanyak 50 unit huntara akan dibangun pada tahap awal. 

Berdasarkan data sementara, terdapat 21 rumah terdampak di Kamarora A dan 29 rumah terdampak di Kamarora B, sehingga total penerima huntara tahap awal mencapai 50 kepala keluarga.

Reny menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar bantuan yang diberikan pemerintah dan BNPB dapat tepat sasaran.

"Pendataan harus benar-benar valid dan sesuai fakta. Dengan data yang akurat, bantuan yang diberikan pemerintah dan BNPB dapat tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Pemerintah Kabupaten Sigi dan BNPB dalam menangani dampak bencana, termasuk percepatan pembangunan huntara yang ditargetkan rampung dalam beberapa hari ke depan.

"Kita berharap dalam waktu sekitar satu minggu masyarakat sudah bisa menempati huntara yang dibangun. Yang paling penting saat ini adalah menghadirkan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat," tegasnya.

Huntara dibangun dirancang dengan fasilitas pendukung yang memadai, termasuk sarana sanitasi dan konstruksi yang telah disesuaikan dengan karakteristik wilayah rawan gempa.

Baca juga: Update Harga HP Xiaomi, Redmi, POCO Akhir Juni 2026, Harga Termurah hingga Termahal

Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi warga selama masa pemulihan pascabencana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, kepala desa, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait lainnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.