Pesona Bumi Tunggu Tubang : Gurihnya Sayur Bawak Gulai Pikat Pengunjung Anjungan Muara Enim
Welly Hadinata June 25, 2026 01:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kekayaan seni, budaya, dan kuliner khas Kabupaten Muara Enim menjadi daya tarik tersendiri dalam Festival Seni Adat dan Tradisi Tahun 2026 yang digelar di Anjungan Sumatera Selatan, Kompleks Dekranasda Jakabaring, Palembang, Rabu (24/6/2026).

Pemerintah Kabupaten Muara Enim memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan berbagai warisan budaya daerah, khususnya dari kawasan Semende yang dikenal memiliki tradisi dan kearifan lokal yang masih terjaga hingga saat ini.

Kehadiran Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru itu menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan sekaligus mempromosikan budaya lokal ke tingkat yang lebih luas.

Pada festival tersebut, Anjungan Muara Enim menampilkan rumah adat khas Semende yang dipadukan dengan beragam produk budaya dan ekonomi kreatif.

Mulai dari Batik Serasan, anyaman ambung, kopi Semende, hingga berbagai kuliner tradisional disajikan kepada para pengunjung.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Sayur Bawak Gulai, kuliner tradisional asal Desa Tanjung Raya, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT).

Hidangan tersebut menjadi sorotan karena baru saja memperoleh sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Kuliner khas Semende itu disajikan bersama Ikan Pais berbahan ikan seluang dengan bumbu beras halus. Perpaduan cita rasa khas tersebut berhasil menarik minat banyak pengunjung, termasuk Ketua TP PKK Sumatera Selatan, Febrita Lustia Deru, yang turut mencicipinya saat berkunjung ke anjungan Muara Enim.

Tidak hanya mendapat perhatian dari pengunjung lokal, anjungan Muara Enim juga dikunjungi sejumlah pejabat dari luar daerah, di antaranya Wakil Bupati Banyuasin Netta Indian dan Wakil Bupati Wakatobi Safia Wualo.

Plt Bupati Muara Enim Hj. Sumarni mengatakan festival budaya menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan tradisi daerah sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, pengakuan hukum terhadap kuliner lokal melalui sertifikat KIK merupakan langkah penting dalam menjaga dan melestarikan identitas budaya daerah.

" Sertifikat KIK untuk Sayur Bawak Gulai ini adalah bukti bahwa kuliner asli dari tingkat desa memiliki nilai historis dan legalitas yang tinggi. Kita tidak hanya sekadar mengikuti festival, tetapi juga membawa identitas kultural Semende ke tingkat provinsi hingga nasional," ujar Sumarni.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya daerah agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.