TRIBUNSUMSEL.COM- Nyawa tiga anak yang sempat terjebak kebakaran di Lorong Jambu, Gandus, Palembang, nyaris melayang, Rabu (24/6/2026).
Peristiwa kebakaran itu terjadi saat ketiga anak tersebut dikunci orang tuanya dalam rumah yang terbakar di Lorong Jambu, Kelurahan 36 Ilir, Gandus, Palembang, Sumsel.
Adapun ketiga anak tersebut yaitu NR (11) perempuan, P (7) perempuan, dan G (3) laki-laki.
Beruntung ketiga anak malang tersebut berhasil dievakuasi warga setelah mendobrak pintu.
Namun hingga hari ini, Kamis (25/6/2026) ketiganya masih harus menjalani perawatan medis dan dirawat di dua rumah sakit berbeda.
Baca juga: Kronologi 3 Anak Terjebak Kebakaran Rumah di Lrg Jambu Palembang Usai Dikunci Orang Tuanya Dari Luar
"Sampai hari ini anak-anak yang jadi korban masih dirawat di rumah sakit. Satu anak di rumah sakit AK Gani yang inisial NR, dua adiknya dirujuk ke Rumah Sakit Muhammad Hoesin, " ujar Kapolsek Gandus, AKP I Made Budhi Harta Kusuma, kepada TribunSumsel.com.
Saat itu, warga sekitar bergegas mendobrak pintu rumah secara paksa begitu mendengar suara teriakan dan tangisan dari dalam bangunan.
Akibat dari kejadian tersebut, ketiganya mengalami luka bakar dan sesak napas, serta harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit AK Gani.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Diketahui, rumah tersebut dihuni oleh pasangan Ardian Rusli (40) dan Siska bersama kelima anak mereka.
Namun, saat kebakaran terjadi, kedua orang tua korban sedang pergi bekerja dan membawa dua anak mereka yang lain.
Fikri (29), salah satu warga yang ikut mengevakuasi korban, mengungkapkan dua anak yang lebih muda, P dan G, berhasil dikeluarkan terlebih dahulu karena posisinya berada di area depan.
"Warga ramai bukanya didobrak pakai kaki, yang adiknya duluan dievakuasi diangkat keluar rumah. Sedangkan yang paling besar saya yang angkat posisi di kamar belakang," ujar Fikri.
Sementara itu, proses penyelamatan anak tertua (NR) berlangsung cukup dramatis.
Fikri harus memasukkan sebagian badannya melalui sela jendela kamar belakang untuk meraih tubuh korban.
"Mereka menangis semua. Yang adik-adiknya posisi di depan. Kalau yang saya keluarkan itu yang di kamar belakang, posisinya lagi meringkuk dan bersandar di dekat jendela," ujar Fikri.
Baca juga: Breaking News: Bus MPM Terlibat Kecelakaan dengan Truk Trailer di Jalintim Palembang-Betung
Kapolsek Gandus, AKP I Made Budhi Harta Kusuma, membenarkan bahwa akses keluar rumah dalam keadaan terkunci saat peristiwa nahas itu berlangsung.
Di rumah tersebut dihuni oleh Ardian Rusli (40) dan istrinya, Siska, bersama lima orang anak.
Saat kejadian, pasangan suami istri itu tengah bekerja.
Budhi mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Waktu itu warga melihat api sudah menyala dari rumah tersebut.
"Orangtuanya lagi bekerja posisi rumah terkunci di luar. Mereka tidak tahu kalau ada kebakaran, sekarang orang tua anak sedang menuju ke rumah sakit," katanya.
Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB setelah warga bersama petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menjinakkan api dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam.
Mengenai penyebab pasti kebakaran, pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman lebih lanjut di tempat kejadian perkara (TKP).
"Menurut keterangan saksi, api terlihat sudah menyala dari rumah tersebut. Dugaan awal akibat korsleting listrik, meskipun ada juga warga yang menyebut karena kompor. Kemungkinan besar dari korsleting, namun akan kami dalami lebih lanjut," pungkas Kapolsek. (Aggi Suzatri/Rachmad Kurniawan/Tribunsumsel.com).
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com