TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kondisi rumah Taufik Hidayat, pria yang potong bibir wanita di Bandung, ternyata memprihatinkan. Padahal selama ini dia memamerkan kemewahan di media sosia.
Taufik Hidayat kini mendekam di penjara Polda Jawa Barat.
Dia ditangkap di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Taufik tak berkutik ketika ditangkap pukul 18.30 WIB, Selasa (23/6/2026).
"Bukan menyerahkan diri, tapi kami tangkap," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Hendra Rochmawan.
Ia ditangkap atas kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita yang merupakan kekasih sendiri, Yuvita Tri Rezeki (29).
Korban mengalami luka permanen pada sekujur tubuh, terutama wajah.
Taufik tega memotong bibir korban.
Belum lagi kepala yang mengalami infeksi, juga hidung kini bengkok.
Bahkan kedua mata korban rusak sampai tak bisa melihat lagi.
Konon dari sejumlah kesaksian, korban kekerasan Taufik bukan hanya satu orang.
Mantan istrinya juga berhasil selamat dari genggaman Taufik.
Ia mencari korbannya diduga dari media sosial dan aplikasi kencan.
Baca juga: Kesabaran Ayah Hadapi Tingkah Taufik Bersaudara, Pria Potong Bibir Wanita, Ibu Sampai Depresi
Dilihat dari akun TikTok dudajelek351, foto pria yang diposting berbeda jauh dengan wajah asli Taufik.
"Akun real suka alam dan ketenangan" begitu tulis keterangan di profilnya.
Setiap postingan Taufik mengunggah diduga hasil editan AI memamerkan kemewahan.
Pun di aplikasi kencan.
Ia juga memakai foto pria yang sama.
Keadaan ini berbanding terbalik dengan kondisi rumah ayah Taufik Hidayat.
Baca juga: Sebelum Disekap Taufik Hidayat, Yuvita Sempat Curhat Alasan Tak Bisa Kabur, Teman Kantornya Nangis
Berikut profilnya :
Tempat/Tgl Lahir : Bandung, 14-06-1996
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Kmp. Tegalame
RT/RW : 005/007
Kel/Desa : Ciaro
Kecamatan : Nagreg
Agama : Islam
Status Perkawinan : Kawin
Pekerjaan : Buruh Harian Lepas
Kewarganegaraan : WNI.
Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi mengatakan kondisi rumah ayah Taufik, Tata, begitu mengkhawatirkan.
Ayah Taufik berprofesi sebagai petani.
"Rumahnya juga dibantu sama desa. Ngeri pak rumahnya juga," katanya.
Tata memiliki empat anak.
Anak pertama meninggal dunia, kedua kini di Garut, Taufik di penjara, sedang si bungsu sudah meninggal karena over dosis (OD).
Menurut Kusnaedi meski memiliki dua anak lelaki, perbaikan rumah Tata dilakukan pemerintah.
"Sudah dibangun sama desa dulu," katanya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t