SURYA.CO.ID BANGKALAN - Misteri menyelimuti kepergian Ruly Yunis Setiawati (50), ASN Pemkab Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo.
Selain ditemukan dalam kondisi membusuk, sejumlah perhiasan emas yang biasa melekat di tubuh korban juga dilaporkan hilang.
Kepergian warga Jalan Flamboyan 18 Perumda Bangkalan itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di tengah suasana kehilangan, muncul berbagai pertanyaan yang hingga kini belum terjawab terkait penyebab kematian korban dan hilangnya sejumlah barang berharga yang biasa dikenakannya sehari-hari.
Jasad Ruly ditemukan di dalam mobil dinas Toyota Innova bernopol M 1090 GP yang terparkir di area Bandara Juanda, Sidoarjo, Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi jenazah telah membusuk.
Baca juga: Fakta Baru Kematian Wanita dalam Mobil di Juanda, Luka Robek Di Telinga Jadi Tanda Tanya
Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa almarhumah dikenal sebagai sosok yang gemar mengenakan perhiasan emas dalam berbagai aktivitasnya.
"Semua kenal almarhumah sebagai sosok yang baik, senang memakai perhiasan emas, a preng-krempeng (penuh perhiasan) di jemari, kedua telingan, hingga di lengan. Cuci piring di rumah tetap pakai perhiasan, semua tahu alhamarhumah begitu," ungkap Kuasa Hukum, Risang Bima Wijaya kepada Tribun Madura usai menghadiri prosesi pemakaman, Kamis (25/6/2026) pagi.
Namun, saat jenazah ditemukan hingga menjelang proses autopsi dilakukan, sejumlah perhiasan yang biasa dikenakan korban tidak lagi berada di tubuhnya. Menurut Risang, anting di telinga kiri korban hilang, sementara anting di telinga kanan masih terpasang.
"Keterangan dari rumah sakit berdasarkan hasil pemeriksaan luar, aa luka robek di telinga kiri akibat benturan benda tumpul. Perhiasan kalung dan gelang juga tidak ada, cincin yang tersisa hanya di jari manis jemari tangan kiri," papar Risang.
Keluarga kemudian meminta dilakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Proses autopsi berlangsung di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, selama kurang lebih tujuh jam, mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB pada Rabu (24/6/2026).
Baca juga: Terekam CCTV, Sosok yang Diduga Bawa Jasad Pejabat Pemkab Bangkalan ke Area Parkir Juanda
"Orang meninggal dunia itu kan ada dua sebab, pendarahan di otak dan kinerja jantung terhenti. Satu jam yang lalu kami sudah konfirmasi ke pihak penyidik bahwa hasil otopsi belum keluar," jelas Risang.
Ruly diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan. Dalam kesehariannya, ia hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit dari rumah menuju kantor yang berada di kompleks perkantoran Pemkab Bangkalan di Jalan Soekarno-Hatta.
Menurut keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah pada Kamis (18/6/2026) pagi tanpa memberi tahu tujuan keberangkatannya. Keluarga mengira ia berangkat bekerja seperti biasa.
"Kamis (18/6/2026) jam 10 pagi keluar rumah, tidak pamit, keluar saja dan dianggap kerja seperti biasanya. Malamnya baru ngomong ke anaknya kalau ada urusan di Malang, bahkan sempat share loc di sebuah toko buah di Pujon," beber Risang.
Kepada anak laki-laki semata wayangnya yang tengah menempuh pendidikan tinggi semester IV, korban sempat berpesan agar sementara waktu tinggal bersama neneknya hingga dirinya kembali.
"Mereka tinggal berdua di Perumahan Lavender, almarhumah bilang akan kembali dari Malang pada Sabtu. Kemudian yang video call sama adiknya pada malam Sabtu, membahas urusan pakaian untuk keperluan wisuda adiknya," pungkas Risang.