Hanya 40 menit dari kota! Pesona Waduk Kubangkangkung di Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Jateng
TRIBUNSTYLE.COM - Waduk Kubangkangkung sendiri merupakan sebuah destinasi pariwisata yang bertempat di wilayah Desa Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).
Selama periode Ramadan 2022 bergulir, objek wisata perairan yang dipadukan dengan latar belakang lanskap pemandangan hutan karet yang asri ini tetap dibuka bagi khalayak umum.
Melalui kebijakan tersebut, para pelancong diberikan kesempatan untuk meresapi atmosfer sore hari, melangsungkan aktivitas ngabuburit, hingga menanti tibanya waktu berbuka puasa di sekitar area waduk yang berudara bersih dan sejuk.
Baca juga: Menyerbu Pantai Jetis Cilacap: Dari Serunya Pasir Hitam hingga Berburu 50 Kuintal Ikan Segar
Pihak manajemen pengelola pariwisata Waduk Kubangkangkung bahkan memberikan dispensasi berupa perpanjangan durasi operasional. Dari yang biasanya dijadwalkan buka sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, kini diperpanjang dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB pada setiap harinya.
Supriyadi (36), selaku pengelola dari Wisata Waduk Kubangkangkung, mengonfirmasi bahwa penambahan durasi jam buka tersebut sengaja diberlakukan guna memfasilitasi kebutuhan para pelancong yang ingin menghabiskan waktu sore atau ngabuburit seraya menanti azan magrib.
"Kita buka selama puasa itu untuk menghibur masyarakat menunggu buka puasa di sore hari atau istilahnya untuk ngabuburit dan khusus di bulan puasa juga kita tutup jam 5 sore, biasanya tutup jam 4 sore," urai Supriyadi, Minggu (3/4/2022).
Di samping memberlakukan kebijakan perpanjangan jam operasional, Supriyadi mengimbuhkan bahwa pihak pengelola ke depannya juga berencana menyelenggarakan pelbagai rupa agenda acara khusus guna menemani aktivitas sore para pengunjung.
Baca juga: Cari Pantai untuk Healing? Ini 5 Destinasi Menarik di Cilacap, Jawa Tengah
Selaras dengan tren historis pada tahun-tahun sebelumnya ketika momen Ramadan tiba, kawasan Waduk Kubangkangkung diproyeksikan baru akan mulai diserbu oleh kedatangan para pelancong saat hari sudah menjelang sore.
Berdasarkan hasil pantauan langsung tim jurnalis tribunmuria.com sewaktu siang hari di area Waduk Kubangkangkung, atmosfer di lokasi memang terhitung masih sangat lengang, di mana hanya tampak beberapa orang saja yang tengah beraktivitas memancing ikan.
"Kebanyakan pengunjung datangnya sore, ngabuburit biasanya sambil mancing di sini, tidak hanya bapak-bapak tetapi ibu-ibu juga ada yang ikut," jelas Supriyadi mengenai dinamika kunjungan.
Selain menyalurkan hobi memancing, para pengunjung juga dapat mengisi waktu luang ngabuburit mereka dengan mencoba rupa-rupa wahana rekreasi yang tersedia di kompleks Waduk Kubangkangkung ini.
Beberapa aktivitas menarik yang dapat dicoba antara lain mengayuh wahana bebek ontel, melangsungkan swafoto, hingga sekadar duduk-duduk santai melepas penat di sekitar area taman bunga yang elok.
Guna menyongsong momentum libur Lebaran pada tahun ini, Supriyadi bersama rekan-rekan sejawatnya sudah mulai melangsungkan rupa-rupa persiapan serta pembenahan pada aspek wahana maupun fasilitas penunjang, termasuk jembatan apung, titik spot selfie, penataan taman, hingga perbaikan unit gazebo.
Kendati belum mengantongi dokumen surat keterangan ataupun regulasi resmi dari pihak jajaran pemerintah daerah—khususnya dari pihak Disporapar Kabupaten Cilacap—terkait operasional tempat wisata, ia mengaku kebijakan kelonggaran izin mudik menjadi angin segar yang memicu optimisme bagi para pelaku industri wisata seperti dirinya.
Baca juga: Ada Ribuan Monyet! Intip Serbuan Turis di Goa Kreo, Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah
"Kalau surat edaran dari Disporapar belum ada, tapi adanya ketentuan diperbolehkan mudik membuat kita semangat, membuka harapan apalagi di masa pandemi seperti sekarang tempat wisata sempat drop juga," aku Supriyadi secara terbuka.
Sebagai informasi tambahan, objek Wisata Waduk Kubangkangkung yang membentang di atas area lahan seluas 6 hektar ini berada tepat di kawasan tengah hutan karet, berlokasi di Desa Kubangkangkung, Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap.
Bagi Anda yang berminat untuk menghirup kesegaran udara di sekeliling waduk ini, Anda hanya perlu memacu kendaraan pribadi Anda dengan durasi perjalanan darat sekitar 40 menit dari arah pusat Kota Cilacap.
(Tribunmuria.com/Pingky Setiyo Angraeni/Tribunstyle.com/Naja Taqiyyuddin)