Foto SRMA 39 Makassar Asah Bakat dan Keterampilan Anak Keluarga Rentan
Muh. Abdiwan June 25, 2026 08:21 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Suasana penuh semangat kemandirian dan kreativitas mewarnai Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 39 Makassar, Sulawesi Selatan, saat para siswa dari keluarga miskin dan rentan mengasah berbagai keterampilan praktis melalui kegiatan seni melukis dan budidaya hidroponik pada Sabtu (20/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Sosial (Kemensos) dalam memperluas akses pendidikan yang merata dengan target menjangkau lebih dari 400 ribu peserta didik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia pada 2029.

Di koridor sekolah, sejumlah siswa tampak telaten merawat instalasi hidroponik dengan menyiram benih tanaman yang mulai tumbuh menggunakan botol semprot.

Kegiatan bercocok tanam modern tanpa tanah itu tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga dibangun sebagai bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan siswa untuk membangun usaha mandiri di masa depan.

Pembelajaran berbasis lingkungan tersebut diperkuat melalui kegiatan kokurikuler Gaya Hidup Berkelanjutan yang mengenalkan siswa pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, pola hidup sehat, dan pengelolaan sumber daya secara bijak.

Tidak hanya berfokus pada keterampilan praktis, sekolah juga membuka ruang kreativitas melalui kelas seni rupa yang menjadi wadah siswa mengekspresikan ide dan gagasan mereka.

Di ruang kelas, para siswa terlihat serius menuangkan imajinasi ke atas kanvas dengan berbagai tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sejumlah karya yang dihasilkan mengangkat isu lingkungan, mulai dari edukasi pengelolaan sampah, pelestarian alam, hingga ilustrasi sistem hidroponik yang mereka pelajari di luar kelas.

Pengembangan potensi siswa di SRMA 39 Makassar juga didukung oleh beragam kegiatan ekstrakurikuler yang dirancang untuk membentuk karakter, kepemimpinan, kemampuan akademik, hingga bakat olahraga dan seni.

Siswa dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), memperkuat kedisiplinan lewat Pramuka dan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui Palang Merah Remaja (PMR).

Bagi siswa yang memiliki minat akademik, sekolah menyediakan Study Club Olimpiade Sains Nasional (OSN) sebagai wadah pengembangan prestasi dan kemampuan berpikir kritis.

Kemampuan berbahasa asing juga diasah melalui English Club yang aktif melatih keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris.

Di bidang seni, sekolah menghadirkan ekstrakurikuler Seni Musik, Seni Tari, dan Seni Rupa yang menjadi ruang bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengembangkan bakat yang dimiliki.

Sementara itu, semangat sportivitas dan kerja sama tim dibangun melalui kegiatan Futsal dan Sepak Takraw yang rutin dilaksanakan.

Pembinaan karakter spiritual turut diperkuat melalui kegiatan Rohani Islam (Rohis) yang membekali siswa dengan nilai-nilai keagamaan dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Kombinasi antara pembelajaran akademik, keterampilan aplikatif, kokurikuler berbasis lingkungan, serta beragam ekstrakurikuler tersebut menjadikan SRMA 39 Makassar sebagai ruang tumbuh yang mendorong siswa untuk berkembang secara utuh.

Kehadiran Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui penguasaan keterampilan, pengembangan karakter, dan peningkatan kepercayaan diri.

Di tengah berbagai keterbatasan yang mereka hadapi, kilau optimisme tampak dari setiap benih yang tumbuh di instalasi hidroponik dan setiap sapuan warna di atas kanvas yang menjadi simbol harapan baru bagi generasi muda Makassar untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.