TRAGIS Nenek 69 Tahun Tewas Tengkurap Tanpa Busana di Rumahnya dan Ada Bekas Luka Bakar
Angel aginta sembiring June 25, 2026 08:27 PM

TRIBUN-MEDAN.COM – Tragis nenek 69 tahun berinisial WI tewas terungkap tanpa busana di rumahnya, di Surabaya.

Seorang nenek 69 tahun ditemukan meninggal tanpa busana dan terdapat bekas luka bakar di pergelangan tangannya.

Tak hanya itu, dompet dan ponsel milik nenek WI juga hilang.

Ketua RT 03, RW 07, Lontar, Sambikerep, Surabaya, Khoirul Anam (45) mengatakan saksi pertama kali melihat kondisi korban tergeletak tak sadarkan diri adalah anak pertama korban berinisial AK. 

Saksi AK sepulang kerja mendapati kondisi pagar dan pintu rumah dalam keadaan tertutup, dan kondisi lampu penerangan teras depan serata ruang tamu rumah, padam, pukul 17.00 WIB. 

Melihat kondisi rumah dalam keadaan gelap gulita, Saksi AK mengira bahwa ibundanya sedang bepergian dengan adik kedua berinisial SI. 

Baca juga: KEBAKARAN di Medan Denai, Sang Ayah Lagi Mau Urus KTP, Anak Sulung Tertidur Pulas di Ruang Tamu

Namun, perkiraan tersebut meleset setelah Saksi AK menelepon sang adik Saksi SI mengenai keberadaan sang ibunda. 

Ternyata Saksi SI sedang berada di tempat kerja, dan tidak sedang bepergian dengan sang ibunda. 

Merasa janggal dengan informasi tersebut, Saksi AK langsung membuka pintu pagar dan pintu rumah, 'bak tersambar petir di siang bolong', ternyata sang ibunda tak sadarkan diri di dalam rumah. 

"Pas pintu dibuka, sudah lihat jenazah. Versi dia pintu tertutup, karena kalau terbuka dia pasti sudah tahu kalau ibuknya begitu," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di Tandes Surabaya, pada Kamis (25/6/2026). 

Lokasi tempat tubuh korban tergeletak, menurut Khoirul Anam, berada di akses jalan antara ruang tamu dan ruang tengah rumah. 

Bagian tubuh kaki berada di sisi ruang tamu, sedangkan tubuh bagian atas berada di sisi ruang tengah. 

Posisinya tertelungkup, dalam keadaan tanpa busana atau kain penutup sama sekali. 

Baca juga: Dokter Spesialis Sunway Medical Center Penang Ingatkan Penyakit Jantung Bisa Muncul Tanpa Gejala

Sementara itu kasus lainnya terjadi di Medan dimana seorang kakek curiga adiknya tewas dibunuh dan bukan bunuh diri.

Seorang kakek-kakek bernama Teguh (62), warga Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh mendatangi Polda Sumut, Kamis (25/6/2026).

Ia datang ditemani sejumlah anggota keluarga, dan rekannya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Ketika ditemui, Teguh mengatakan melapor soal kematian adiknya terjadi pada 2 Juni lalu, bernama Safii (44), di Perkebunan Bandar Selamat, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Ia curiga adiknya bukan tewas bunuh diri, melainkan curiga diduga dibunuh.

Selain itu, diduga ada luka memar di di bagian dada almarhum.

Kemudian, di bagian lehernya diduga ada bekas jeratan tali, bukan seperti gantung diri menggunakan kain jendela, seperti ditemukan di awal.

"Curiganya itulah, karena ada memar di dada itu. Di dada sebelah kiri, ada memar. Itu yang tahu, yang memandikannya, dan kemudian ada jeratan di leher,"kata Teguh, Kamis (25/6/2025).

Teguh mengungkapkan, adiknya ditemukan tewas di dalam kamar kondisi tergantung di kain jendela menggunakan tali nilon, Selasa 2 Juni lalu.

Saat itu, seorang kepala dusun bernama Suriadi, mengevakuasi korban, dan membawa korban ke Puskesmas.

Namun, karena sudah meninggal, langsung dibawa pulang, untuk disemayamkan, lalu dimakamkan.

"Yang bilang bunuh diri itu si Kadus, terus dibawa ke Puskesmas. Pulang dari puskesmas, hingga ke rumah adik saya itu, bilang kan kejadiannya bunuh diri gitu,"ungkapnya.

Baca juga: NASIB Tatang Rizaldi Diseruduk Babi Hutan Saat Buka Pintu Rumah, Warga Tanjung Beringin Heboh

Menurut informasi yang beredar, korban yang selama ini bekerja sebagai pedagang martabak, sempat memergoki sang istri bersama seorang kepala desa.

Kecurigaan keluarga bertambah karena lokasi kejadian sudah bersih, saat keluarga kembali sampai ke rumah.

Kemudian, pihak Kepolisian baik dari Polsek Bandar Pulau, Polres Asahan tidak datang untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

Ditambah, alat bukti berupa tali nilon yang diduga untuk gantung diri sudah tak ada.

Teguh pun merasa janggal mengenai tali nilon sebagai alat yang digunakan untuk akhiri hidup, di jendela.

"Katanya talinya kecil, tali nilon itulah, katanya. Enggak ada ditunjukkan ke keluarga,"ungkapnya.

Setelah membuat laporan ke Polda Sumut, Teguh berharap Polisi memproses laporannya.

Ia juga berharap Polisi bisa mengungkap penyebab pasti kematian adiknya apakah dibunuh, atau bunuh diri.

"Saya berharap bisa diproses, dan terungkap," katanya.

*/tribun-medan.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.