19 Tim Beradu di Turnamen Mobil Legend Kapolres Landak Cup 2026
Try Juliansyah June 25, 2026 10:27 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK – Demam esports kini tengah melanda Kabupaten Landak. Sebanyak 19 tim tangguh dipastikan saling beradu strategi dalam Turnamen Mobile Legends Kapolres Landak Cup 2026. 

Kompetisi bergengsi ini digagas langsung oleh Polres Landak dan resmi dibuka di Toss X Lokale, Kecamatan Ngabang, pada Rabu 24 Juni 2026 pagi.

Perhelatan ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan bagian dari rangkaian agenda besar dalam menyemarakkan peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Pada tahun ini, Polri mengusung tema besar "Polri untuk Masyarakat", yang diimplementasikan melalui berbagai kegiatan positif yang menyentuh langsung seluruh lapisan warga, termasuk generasi milenial dan Gen Z.

Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, mengungkapkan bahwa turnamen ini dirancang dengan misi ganda.

Selain menjadi wadah kompetisi bagi para pencinta gim daring, ajang ini juga berfungsi sebagai jembatan kemitraan strategis.

"Turnamen Mobile Legends diikuti sebanyak 19 tim akan berkompetisi, dan nantinya akan dicari juara pertama untuk mewakili Polres Landak bertanding di tingkat Polda," ujar Kapolres saat memberikan keterangan pada Kamis 25 Juni 2026.

Jalur Menuju Pentas Nasional

AKBP Devi menjelaskan lebih lanjut bahwa Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup ini merupakan bagian dari sistem kompetisi berjenjang yang diselenggarakan secara masif hingga ke tingkat nasional.

Oleh karena itu, tensi pertandingan dipastikan berjalan tinggi karena setiap tim membawa misi besar untuk membawa nama harum daerah mereka di panggung yang lebih luas.

Baca juga: VP Suami Veggie di Landak Ditetapkan Sebagai Tersangka Pembunuhan, AW Anak Korban Jadi Saksi Kunci

Tim terbaik yang berhasil keluar sebagai jawara di Kabupaten Landak otomatis akan mengamankan tiket untuk mewakili Polres Landak di tingkat Polda Kalimantan Barat.

Di sana, mereka akan kembali diuji sebelum akhirnya dipilih yang terbaik untuk melangkah ke tingkat Markas Besar (Mabes) Polri dalam ajang prestisius Kapolri Cup.

“Apabila sudah didapatkan juara satu, akan mewakili Polres Landak di tingkat Polda. Selanjutnya Polda akan menyeleksi kembali perwakilan dari tingkat polres untuk dikirim ke tingkat Mabes," jelasnya.

Menurut Kapolres, turnamen tersebut juga menjadi momentum yang sangat tepat untuk menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80.

Di sela-sela riuhnya kompetisi, Polres Landak juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan sosialisasi edukatif mengenai berbagai layanan kepolisian yang berbasis digital dan respons cepat.

Salah satunya adalah mengenalkan kembali layanan darurat Call Center 110 yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat guna mendapatkan bantuan kepolisian dengan segera.

Apresiasi dan Asa dari Atlet Lokal

Inisiatif dari Polres Landak ini pun menuai respons yang sangat positif dari para peserta.

Salah seorang pro player lokal yang ikut bertanding, Friszi Jonatan Bertan, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian kepolisian terhadap perkembangan ekosistem esports di daerah.

Ia berharap ke depan agenda seperti ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi pemantik bagi lahirnya turnamen-turnamen esports lain di Ngabang.

Hal ini dinilai krusial untuk membuka gerbang peluang bagi talenta lokal agar bisa mengasah mental bertanding hingga siap bersaing di kancah nasional.

"Harapan saya ke depannya semoga turnamen di Ngabang semakin banyak dan bisa membantu kami yang ingin menuju tingkat nasional. Terima kasih juga kepada Kepolisian yang sudah mengadakan turnamen Mobile Legends di setiap daerah," ungkapnya.

Lebih jauh, Friszi mencoba meluruskan stigma negatif yang kerap melekat pada aktivitas bermain gim. Ia menilai bermain gim di era modern saat ini tidak lagi sekadar hiburan pelepas penat atau buang-buang waktu.

Jika diarahkan secara profesional, gim dapat melatih ketajaman berpikir, kemampuan merumuskan strategi secara cepat di bawah tekanan, serta membentuk kedisiplinan yang tinggi, terutama dalam hal manajemen waktu antara latihan dan kehidupan sehari-hari.

Meski begitu, ia juga menekankan pentingnya peran dan dukungan dari pihak keluarga bagi anak-anak maupun remaja yang memiliki impian untuk menekuni dunia esports secara serius sebagai jalur karier baru.

Friszi mengakui, hingga saat ini benteng pertahanan atlet esports profesional asal Ngabang, khususnya untuk cabang Mobile Legends, memang masih tergolong minim.

Faktor utamanya bukan karena kurangnya bakat, melainkan karena masih sangat jarangnya panggung kompetisi lokal yang dapat dijadikan tempat menempa pengalaman.

"Turnamen di Ngabang masih jarang. Biasanya harus menunggu beberapa bulan bahkan lebih lama baru ada lagi yang mengadakan. Tahun ini baru sekali ada turnamen seperti ini," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.