IKA UBK Bereaksi, Keluarkan 7 Tuntutan Soal Dugaan Mahasiswa Terima Uang Saat Aksi di Istana Wapres
Ferdinand Waskita Suryacahya June 25, 2026 11:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Ikatan Alumni Universitas Bung Karno (IKA UBK) bereaksi terkait pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi Maludin yang menerima uang Rp 20 juta dalam aksi demonstrasi pada Senin (11/6/2026) lalu.

Dewan Penasehat IKA UBK, Achmad Boim, menegaskan, pihaknya menyampaikan tujuh tuntutan sebagai bentuk tanggapan atas kejadian yang dinilai mencoreng nama institusi kampus.

Minta Maaf ke Mahasiswa dan Publik

Dalam pernyataannya, IKA UBK menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa UBK serta masyarakat Indonesia atas dugaan tindakan oknum yang disebut menerima uang dari pihak yang tidak bertanggung jawab dalam aksi tersebut.

"Kami IKA UBK secara resmi meminta maaf kepada seluruh mahasiswa dan rakyat Indonesia dengan adanya kejadian oknum yang mengatasnamakan mahasiswa UBK yang telah melakukan kesalahan sangat memalukan secara sadar dan sengaja menerima uang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dalam Aksi Demontrasi usai bertemu Wapres di Istana," ujar Boim kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Desak Sanksi Tegas hingga Pemecatan

IKA UBK juga meminta pihak rektorat untuk memanggil dan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan kepada mahasiswa yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Poin ketiga, IKA UBK mengimbau mahasiswa dan alumni untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang dianggap ingin memperkeruh suasana.

"Kami meminta kepada seluruh mahasiswa UBK dan seluruh alumni agar bersatu untuk bersikap tenang dan tidak terprovokasi kepada pihak-pihak yang sengaja melakukan kegaduhan," ujarnya.

Minta Klarifikasi hingga Pembentukan Tim Independen

Dalam poin lainnya, IKA UBK menegaskan akan mengedepankan gerakan moral dan kontrol sosial di lingkungan kampus dengan membawa nama besar Bung Karno sebagai inspirasi perjuangan.

IKA UBK juga mendesak pihak Istana Wakil Presiden untuk memberikan klarifikasi secara transparan serta mengusut dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam pemberian uang kepada mahasiswa.

"Kami IKA UBK mendesak komitmen pihak Istana Wapres melakukan klarifikasi yang transparan agar mengusut tuntas pelaku pihak kepolisian yang memberikan suap kepada mahasiswa UBK guna mengembalikan citra kampus UBK," ujarnya.

Selain itu, rektorat UBK diminta membentuk tim independen untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan mahasiswa dalam kasus tersebut.

Ajak Mahasiswa Tetap Kritis

Terakhir, IKA UBK juga mengajak mahasiswa UBK untuk tetap bersatu, menjadi garda terdepan, serta konsisten bersikap kritis dalam memperjuangkan kepentingan rakyat bersama mahasiswa dari seluruh Indonesia.

"IKA UBK meminta kepada seluruh adik-adik mahasiswa UBK tetap bersatu menjadi garda terdepan dan konsisten kritis membela perjuangan rakyat," kata Boim.

Ketua BEM FH UBK Minta Maaf

Ia mengaku khilaf dan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika serta masyarakat.

"Saya menyadari adanya kekecewaan dan kemarahan publik atas kekhilafan saya. Untuk itu, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh mahasiswa, civitas akademika, rekan-rekan aktivis, serta masyarakat yang merasa kecewa atas peristiwa ini," ujar Abdi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2026).

Abdi juga menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran, dan mengaku akan lebih hati-hati.

"Saya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran yang sangat berharga untuk memperbaiki diri, bersikap lebih hati-hati, serta menjalankan tanggung jawab organisasi dengan lebih baik pada hari-hari mendatang," lanjutnya.

Abdi juga menyatakan siap memberikan penjelasan serta mempertanggungjawabkan setiap hal yang berkaitan dengan peristiwa tersebut kepada forum mahasiswa, organisasi, dan pihak-pihak yang berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain itu, Abdi juga menegaskan, ia sudah menyampaikan klarifikasi dalam forum terbuka soal ia menerima uang sebesar Rp 20 juta.

Menurut dia, seluruh fakta terkait peristiwa tersebut perlu disampaikan secara jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme organisasi maupun proses yang berlaku.

Lebih lanjut, Abdi menyatakan bahwa dalam dinamika gerakan mahasiswa terdapat berbagai informasi, opini, dan narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memecah soliditas mahasiswa UBK.

"Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan kejernihan berpikir, persatuan, dan semangat perjuangan yang berlandaskan kepentingan rakyat," tuturnya.

Abdi menegaskan, peristiwa ia menerima uang tidak mengubah arah dan tujuan perjuangan mahasiswa UBK.

"Kami tetap konsisten menuntut perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), transparansi kebijakan publik, serta penyelesaian berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat dan mahasiswa," tegas Abdi.

Berita Lainnya

  • Baca juga: Ketua BEM FH UBK Minta Maaf, Akui Khilaf

  • Baca juga: Usman Hamid Wanti-wanti Mahasiswa Usai Kasus BEM FH UBK: Waspada Pelemahan Lewat Suap

  • Baca juga: BEM UBK Ancam Demo Jilid 2, Sebut Tuntutan yang Disampaikan ke Gibran Belum Direalisasikan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.