Pelatih kepala tim nasional Jerman, Julian Nagelsmann, melontarkan kritik tajam terhadap format penjadwalan Piala Dunia FIFA. Ia menilai bahwa tim-tim yang berhasil finis sebagai juara grup justru mendapat kerugian yang tidak adil menjelang babak gugur yang sangat intens.
Tim yang telah empat kali menjuarai dunia itu melaju mulus ke puncak Grup E, memastikan tempat di babak 32 besar dengan satu pertandingan tersisa. Namun, akibat sistem jadwal yang dibuat bertahap, Die Mannschaft belum mengetahui siapa lawan mereka di babak berikutnya hingga seluruh pertandingan terakhir fase grup selesai digelar pada akhir pekan ini.
Keterlambatan itu membuat Nagelsmann dan staf teknisnya memiliki waktu yang sangat sempit untuk mempersiapkan diri menghadapi laga babak gugur di Boston pada 29 Juni mendatang.
Menunjukkan rasa frustrasinya terhadap persoalan logistik tersebut, pelatih berusia 38 tahun itu tidak menahan diri saat berbicara kepada wartawan.
“Saya rasa ini bukan situasi ideal ketika Anda seolah dihukum karena memenangkan grup. Saya bukan penggemar format seperti ini,” ujar Nagelsmann. “Siapa pun bisa membayangkan bahwa ada cara yang lebih baik dibanding harus begadang sepanjang malam Sabtu untuk menonton rekaman pertandingan, hanya agar bisa mempresentasikan calon lawan kepada tim pada Minggu pagi.”
Untuk mengantisipasi waktu persiapan yang terbatas, tim analisis Jerman sudah mulai melakukan pemetaan mendalam terhadap semua calon lawan potensial secara matematis agar skuad unggulan itu tidak lengah.
“Kami telah membagi calon lawan yang paling mungkin,” ungkap sang pelatih. “Saya sudah menonton sedikit, dan tim analisis kami juga telah menonton beberapa pertandingan. Kami semua telah menonton tiga atau empat laga dari calon lawan tersebut. Sesekali kami bisa bekerja semalaman; itu tidak terlalu buruk.”
Keberhasilan melaju ini membawa kelegaan besar bagi para penggemar sepak bola Jerman, mengingat tim raksasa Eropa itu sebelumnya mengalami dua kali kegagalan memalukan di fase grup pada edisi 2018 dan 2022. Meskipun kutukan turnamen kali ini telah berhasil dipatahkan, fokus Nagelsmann tetap tertuju pada kesempurnaan struktural sembari menantikan siapa lawan terakhir mereka dalam perjalanan menuju babak 16 besar.