2 Polisi Dibacok di Angso Duo Jambi, Sahroni DPR Minta Kriminal Jalanan Disikat
Darwin Sijabat June 26, 2026 09:48 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Aksi premanisme jalanan yang menyasar aparat penegak hukum, Satlantas Polresta Jambi mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Sahroni mengecam keras insiden penyerangan brutal oleh Orang Tidak Kenal (OTK) terhadap dua anggota polisi yang sedang bertugas di kawasan Pasar Angso Duo, Kota Jambi.

Kecaman tersebut mencuat lantaran aksi para pelaku kriminal jalanan dinilai semakin mengerikan dan berpotensi memicu ketakutan massal di tengah masyarakat. 

Maraknya aksi kriminalitas jalanan yang kian brutal, ekstrem, dan di luar nalar belakangan ini dinilai perlu direspons dengan tindakan yang luar biasa.

Kronologi Penyerangan Anggota Satlantas di Pagi Hari

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa berdarah ini terjadi pada Senin (22/6/2026) pagi sekira pukul 06.45 WIB. 

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munajir, mengonfirmasi saat itu kedua personel Satlantas Polresta Jambi tengah berdedikasi menjalankan tugas rutin mereka, yakni mengatur arus lalu lintas di Simpang Angso Duo, tepatnya di area depan Hotel T-One, Kota Jambi.

Secara tiba-tiba, datang pelaku OTK yang langsung melayangkan senjata tajam hingga membacok kedua petugas tersebut. 

Baca juga: Penyerang Dua Polisi Jambi Positif Amfetamin

Baca juga: Jalan Jalur Tiga Bangko Tergenang Air setelah Hujan Deras Mengguyur

Akibat serangan mendadak itu, kedua korban mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi guna mendapatkan penanganan medis secara intensif.

DPR RI Desak Hukuman Berat dan Negara Tidak Boleh Kalah

Merespons tragedi ini, Ahmad Sahroni yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Nasdem mendesak institusi Polri untuk mengambil langkah hukum paling tegas terhadap para pelaku demi menghadirkan efek jera yang nyata. 

Ia memperingatkan agar jangan sampai ada pembiaran yang membuat pelaku kriminal merasa di atas angin, apalagi sampai berani melawan dan melukai aparat negara yang tengah berdinas.

Ahmad Sahroni menambahkan bahwa para pelaku wajib dijatuhi hukuman yang berat, terlebih muncul dugaan bahwa aksi nekat mereka dilakukan di bawah pengaruh narkoba. 

Langkah pencegahan yang masif kini menjadi hal yang mendesak agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa depan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penuntasan kasus ini secara tegas akan menjadi pesan terbuka bagi publik bahwa tidak ada ruang bebas bagi pelaku kejahatan. 

Pada prinsipnya, negara tidak boleh dan tidak akan kalah sedikit pun oleh para pelaku kriminal. 
Ketegasan hukum tanpa pandang bulu inilah yang diyakini mampu mengembalikan rasa aman dan kenyamanan bagi seluruh masyarakat.

Akibat kejadian tersebut, kedua anggota mengalami luka lecet dan saat ini masih menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munajir, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.45 WIB saat anggota Satlantas Polresta Jambi sedang menjalankan tugas pengaturan lalu lintas.

“Korban Brigpol S.T mengalami luka lecet pada telapak tangan kanan setelah menghindari serangan pelaku. Sedangkan Bripka B.T mengalami luka lecet pada lutut kiri karena terjatuh saat dikejar pelaku,” kata Erlan, Senin.

Baca juga: Polisi Kejar Pemasok Pupuk Subsidi 7,3 Ton yang Diselundupkan ke Jambi

Baca juga: Ayah Tiri Ancam Sakiti Ibu jika Anak Tak Turuti Maunya saat di Sungai Gelam

Menurut Erlan, kedua anggota yang menjadi korban saat ini masih mendapatkan penanganan medis di RS Bhayangkara Jambi.

Sementara itu, seorang pedagang di sekitar lokasi bernama Ansori mengaku sempat menyaksikan detik-detik kejadian tersebut.

Menurutnya, pelaku datang dari arah Jembatan Gentala Arasy menuju kawasan Pasar Angso Duo dengan berjalan kaki tanpa mengenakan alas kaki.

“Pelaku tadi jalan dari arah bawah, tidak pakai sandal. Dia membawa semurai panjang dan dua bilah pisau,” ujar Ansori.

Ia menuturkan, setibanya di Simpang Angso Duo, pelaku tiba-tiba mengejar dua anggota polisi yang sedang melakukan pengaturan lalu lintas.

“Kedua polisi langsung lari ke arah parkiran pasar. Kami yang ada di lokasi juga ikut takut karena pelaku sempat mengejar orang-orang di sekitar,” katanya.

Ansori mengaku tidak mengenal pelaku dan baru melihatnya berada di kawasan tersebut pada hari kejadian.

“Sepertinya bukan orang sini, baru kelihatan hari ini,” ucapnya.

Kabid Humas menambahkan, setelah melakukan penyerangan pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.

“Hingga saat ini pelaku masih dalam penyelidikan dan pencarian petugas,” ujar Erlan.

Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta motif pelaku yang menyerang anggota saat sedang bertugas mengatur lalu lintas.

Berhasil Ditangkap, Positif Amfetamin

Pria inisal AM (30) diamankan pihak kepolisian setelah melakukan penyerangan terhadap dua anggota polisi yang sedang bertugas pada Senin (22/6/2026) pagi.

AM diamankan sekitar pukul 17.00 WIB di rumah keluarganya yang berada di kawasan Sipin, Kota Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat dua anggota polisi lalu lintas tengah bertugas di dekat Pasar Angso Duo.

Tiba-tiba AM menyerang Brigpol ST dengan senjata tajam.

"Kemudian Brigpol ST sempat melakukan perlawanan dan sempat terjatuh dan dibantu Bripka BT dan orang tidak dikenal itu tetap melakukan penerangan," kata Erlan.

Akibatnya, Brigpol ST mengalami luka dibagian tangannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Erlan mengatakan bahwa AM positif positif amfetamin.

"Tadi juga dilakukan tes urine dan yang bersangkutan positif amfetamin," jelasnya.

Saat ini AM sudah diamankan di Polresta Jambi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Saat ini sedang didalami, untuk motif dan lain sebagainya akan segara disampaikan (setelah pemeriksaan)," ujarnya.

Sementara itu, kedua anggota mengalami luka telah menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.

Sebelumnya, seorang pedagang di sekitar lokasi bernama Ansori mengaku sempat menyaksikan detik-detik kejadian tersebut.

Menurutnya, pelaku datang dari arah Jembatan Gentala Arasy menuju kawasan Pasar Angso Duo dengan berjalan kaki tanpa mengenakan alas kaki.

“Pelaku tadi jalan dari arah bawah, tidak pakai sandal. Dia membawa semurai panjang dan dua bilah pisau,” ujar Ansori.

Ia menuturkan, setibanya di Simpang Angso Duo, pelaku tiba-tiba mengejar dua anggota polisi yang sedang melakukan pengaturan lalu lintas.

“Kedua polisi langsung lari ke arah parkiran pasar. Kami yang ada di lokasi juga ikut takut karena pelaku sempat mengejar orang-orang di sekitar,” katanya.

Ansori mengaku tidak mengenal pelaku dan baru melihatnya berada di kawasan tersebut pada hari kejadian.

“Sepertinya bukan orang sini, baru kelihatan hari ini,” ucapnya.

DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

Baca juga: Motor Listrik BGN di Jambi Diisukan untuk Guru Honorer, Kadisdik: Belum Ada Informasi Resmi

Baca juga: Purnomo Polisi Baik Unggah Kondisi Warga Jambi Abah Suhendi 92 Tahun Telantar

Baca juga: Jambi Top 7, Kelakuan 1 Ayah Tiri di Batang Hari si Raja Tega

Baca juga: Lansia Sumringah Saat Terima Sembako dari Bupati Tanjabbar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.