Ikon sepak bola India, Sunil Chhetri, memberikan pujian tinggi kepada Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, sambil mendorong para atlet muda untuk meniru ketangguhan dan semangat kompetitif tanpa henti dari kedua legenda tersebut.
Sebagai analis pra-pertandingan di panel ahli Zee5 untuk ajang FIFA World Cup 2026 yang sedang berlangsung, mantan kapten tim nasional India itu mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan kedua megabintang tersebut yang masih mampu mendominasi dunia sepak bola meski telah memasuki usia akhir tiga puluhan.
“Pikirkan tentang Messi dan Ronaldo, yang kini hampir berusia 40 tahun. Melihat mereka tampil seperti ini di panggung dunia sungguh luar biasa,” ujar Chhetri. “Jika ada satu hal yang harus dipelajari para pesepak bola muda dari mereka, itu adalah rasa lapar mereka. Mereka telah memenangkan hampir semua gelar di sepak bola, tetapi tetap bermain dengan hasrat dan komitmen yang sama.”
Ikon Pemecah Rekor
Kedua pemain veteran tersebut kembali menciptakan sejarah dengan pencapaian luar biasa di turnamen ini. Lionel Messi dari Argentina menulis ulang buku rekor dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia kategori putra. Dua golnya dalam kemenangan 2-0 atas Austria di babak grup membuat total golnya menjadi 18, melampaui rekor sebelumnya milik Miroslav Klose dari Jerman yang mencetak 16 gol.
Sementara itu, Cristiano Ronaldo mengukir keabadian dengan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda. Penyerang asal Portugal itu mencetak dua gol dalam kemenangan 5-0 atas Uzbekistan. Pada usia 41 tahun dan 138 hari, Ronaldo juga menegaskan dirinya sebagai pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Piala Dunia, hanya kalah dari legenda Kamerun, Roger Milla.
Momen-Momen Berkesan
Ketika ditanya mengenai momen favoritnya sejauh ini di turnamen tersebut, Chhetri menyoroti hat-trick klasik Messi dan kemenangan 4-0 Jepang yang penuh pernyataan. “Kemenangan Jepang adalah momen istimewa karena menunjukkan sejauh mana perkembangan sepak bola Asia,” kata Chhetri, sambil mengenang atmosfer luar biasa dalam pertandingan Maroko melawan Skotlandia yang ia saksikan langsung di Boston.
Turnamen ini juga menjadi ajang munculnya generasi baru bintang sepak bola. Kylian Mbappé dari Prancis mencapai 100 penampilan internasional dan menyamai torehan 16 gol Piala Dunia milik Klose, sementara Erling Haaland dari Norwegia menjadi pemain pertama sejak 2018 yang mencetak lebih dari satu gol dalam dua laga pembuka, dengan total empat gol di Grup I.
Chhetri menegaskan bahwa para penggemar sebaiknya berhenti membandingkan antar era dan lebih menikmati pertunjukan yang ada. “Messi dan Ronaldo telah menciptakan warisan mereka sendiri, sementara Mbappé dan Haaland akan menulis kisah mereka sendiri. Sebagai penonton netral, cukup duduk dan nikmati saja,” pungkasnya.