Tampang Tato Wajah Taufik Hidayat di Tubuh Wanita yang Disekap 3 Tahun di Kos Bandung
Rusaidah June 26, 2026 10:03 AM

 

BANGKAPOS.COM -- Penangkapan Taufik Hidayat yang tega menyekap kekasihnya, Yuvita Tri Rezeki memunculkan fakta baru yang tragis.

Tak hanya disekap, Yuvita juga mengalami penganiayaan di sekujur tubuh yang menuai simpati publik.

Aksi keji yang dilakukan Taufik Hidayat terhadap Yuvita benar-benar di luar batas kemanusiaan. 

Bahkan, tak hanya melakukan penganiayaan berat yang menyebabkan korban mengalami cacat permanen, Taufik juga secara paksa merajah tubuh Yuvita dengan sejumlah tato bermotif identitas dirinya.

Baca juga: Jejak Kelam Taufik Hidayat dan Sederet Kontroversi Sampai Ibu Kandung Depresi Berat Lalu Meninggal

Tato-tato tersebut ditorehkan di beberapa bagian sensitif tubuh wanita yang akrab disapa Yuvi itu, membentang dari area tangan hingga ke dada. 

Berdasarkan foto yang beredar di jagat maya, rajahan di kulit Yuvi memperlihatkan gambar wajah Taufik Hidayat sendiri. 

Tak hanya itu, pada bagian bahu korban, terdapat tulisan bertuliskan 'Luvita love Taufik'. 

Kalimat cinta yang ironis tersebut bahkan disematkan kembali di bagian lengan dengan ukuran yang jauh lebih besar.

Penderitaan Yuvi merupakan akumulasi dari kekejaman yang ia terima selama dua tahun masa penyekapan di dalam sebuah kamar kos. 

WANITA DISEKAP PACAR – Momen Taufik Hidayat senyum sembari cengengesan saat digiring ke Polda Jabar, Selasa (23/6/2026) viral. Taufik buka suara soal menyekap pacarnya.
WANITA DISEKAP PACAR – Momen Taufik Hidayat senyum sembari cengengesan saat digiring ke Polda Jabar, Selasa (23/6/2026) viral. Taufik buka suara soal menyekap pacarnya. (Kolase Istimewa)

Akibat tindakan brutal kekasihnya tersebut, Yuvi harus menanggung luka parah di sekujur tubuh. 

Kepala korban mengalami infeksi hebat, indra penglihatannya rusak hingga tak bisa melihat, dan tulang hidungnya menjadi bengkok.

Baca juga: Terungkap Muslihat Taufik Hidayat, Kelabui Penjaga Kos Sekap dan Siksa Pacar di Kamar Kontrakan

Tindakan Taufik bahkan semakin beralih brutal saat ia tega menggunting bibir bagian atas Yuvi hingga menyebabkan seluruh giginya rontok. 

Tubuh Yuvi pun dipenuhi oleh bekas sayatan benda tajam serta luka bakar akibat sundutan rokok. 

Tidak berhenti di situ, pelaku bahkan sempat membacok bagian lutut korban.

Isyarat Keberadaan Tato Lewat Pesan Singkat

Sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Yuvi sebenarnya sempat memberikan isyarat mengenai keberadaan tato di tubuhnya kepada sang kakak ipar, Melanie. 

Setelah sekian lama menghilang tanpa kabar, Yuvi sempat mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp pada November 2025.

Baca juga: Hilang Kontak Sejak Sabtu, Kronologi Pejabat Bangkalan Membusuk dalam Mobil Dinas di Bandara Juanda

Melanie mengenang kembali momen ketika Yuvi mengirimkan pesan yang menyayat hati, mempertanyakan statusnya di mata keluarga setelah tubuhnya berubah akibat dipaksa bertato.

"Kalau saya pulang masih dianggap anak gak yah ? tentu mana mungkin gak," kata Melanie menirukan kecemasan yang dirasakan adik iparnya kala itu.

Dalam obrolan digital tersebut, Yuvi berulang kali menyiratkan bahwa penampilannya kini sudah berubah drastis dan tidak lagi sama seperti sedia kala.

"Vita gak kayak dulu. Gak apa-apa kami terima apapun kondisinya kami terima. Ya sudah nanti tolong jemput Vita di Permata Hijau, dekat rumah daerah Rancaekek," katanya mengingat respons pihak keluarga yang berusaha menenangkan Yuvi. 

Namun, setelah percakapan tersebut, rencana kepulangan Yuvi sempat menggantung tanpa kabar pasti dalam waktu yang cukup lama.

Pelaku Diringkus Polisi

Pelarian Taufik Hidayat kini resmi berakhir setelah pihak kepolisian berhasil menciduknya. Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengonfirmasi bahwa tersangka telah mengakui seluruh tindakan tidak manusiawi yang dilakukannya terhadap Yuvita.

"Semua yang dia lakukan dia mengakui," ujar Rudi kepada awak media.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku berdalih bahwa aksi kejinya tersebut dilakukan di bawah pengaruh minuman keras yang sering ia konsumsi.

"Dia juga menyatakan menyesal dan mengaku perbuatannya dilakukan dalam kondisi dipengaruhi konsumsi alkohol," katanya menambahkan.

Rudi memaparkan, keberhasilan penangkapan ini tidak lepas dari kejelian tim penyidik yang melacak aktivitas keuangan daring milik tersangka. 

Baca juga: Sosok Jasad Wanita Membusuk dalam Mobil Plat Merah di Bandara Juanda Terungkap, ASN Pemkab Bangkalan

Jejak digital dari transaksi tersebut menjadi poin krusial bagi kepolisian untuk memetakan keberadaan Taufik.

"Tadi pagi yang bersangkutan melakukan beberapa transaksi. Ini menjadi petunjuk buat kita. Tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana, mencari di sekitar wilayah perumahan tersebut dan akhirnya pada sore hingga malam hari berhasil menemukan dan menangkap yang bersangkutan," jelas Rudi.

Taufik akhirnya diringkus tanpa perlawanan di kawasan Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung, setelah petugas melakukan penyisiran intensif di lokasi yang terindikasi. 

Usai ditangkap, tersangka langsung digelandang ke Polsek Majalaya untuk menjalani interogasi awal, sebelum akhirnya dipindahkan ke Markas Polda Jawa Barat guna proses penyidikan lebih lanjut.

Pihak berwajib juga memastikan telah menjalankan seluruh prosedur standar operasional (SOP) pasca-penangkapan, termasuk pemeriksaan kondisi fisik serta tes urine untuk mendeteksi kandungan zat adiktif pada tubuh tersangka.

"Kami melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan tersangka. Kemudian kami juga melakukan tes narkoba dan hasilnya negatif," pungkas Rudi.

(TribunBogor.com/Surya.co.id/TribunJabar.id/TribunStyle.com/Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.