Madura Terpopuler: Pesan Terakhir Ruly ke Anak hingga Aksi Damai Dukung MBG Sampang
Dwi Prastika June 26, 2026 11:22 AM

Kemudian hasil autopsi Ruly Yunis Setiawati yang dinyatakan telah meninggal lebih dari 3 hari sebelum ditemukan.

Lalu ribuan masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD Sampang.

Pesan Terakhir Ruly ke Anak Semata Wayangnya di Bangkalan sebelum Ditemukan Tewas dalam Mobil Dinas

KUASA HUKUM - Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya (kanan) menyebut, kematian Ruly Yunis Setiawati (50), warga Bangkalan, terdapat unsur dugaan tindak pidana, Kamis (25/6/2026), setelah mempelajari rangkaian peristiwa mulai dari kepergian Ruly dari rumah hingga jasadnya ditemukan dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda Surabaya, Rabu (24/6/2026).   
KUASA HUKUM - Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya (kanan) menyebut, kematian Ruly Yunis Setiawati (50), warga Bangkalan, terdapat unsur dugaan tindak pidana, Kamis (25/6/2026), setelah mempelajari rangkaian peristiwa mulai dari kepergian Ruly dari rumah hingga jasadnya ditemukan dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda Surabaya, Rabu (24/6/2026).    (TribunMadura.com/Ahmad Faisol)

Meninggalnya Ruly Yunis Setiawati (50), warga Jalan Flamboyan 18 Perumda Bangkalan, Madura, tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, namun juga menyisakan segudang misteri.

Jasad ibu satu anak itu ditemukan di dalam mobil dinas Toyota Innova nopol M 1090 GP di area parkir Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Rabu (24/6/2026) pukul 11.30 WIB.

Sejumlah perhiasan emas yang biasa dikenakan korban tidak ditemukan. 

"Semua kenal almarhumah sebagai sosok yang baik, senang memakai perhiasan emas, a preng-krempeng (penuh perhiasan) di jemari, kedua telinga, hingga di lengan. Cuci piring di rumah tetap pakai perhiasan, semua tahu almarhumah begitu," ungkap kuasa hukum keluarga Ruly, Risang Bima Wijaya, kepada TribunMadura.com usai menghadiri prosesi pemakaman, Kamis (25/6/2026) pagi. 

Namun ketika jasadnya ditemukan dalam mobil dinas atau menjelang dilakukan tindakan autopsi, Risang menyebutkan, perhiasan anting di telinga kirinya tidak ada, dan menyisakan perhiasan anting di telinga sisi kanan.

"Keterangan dari rumah sakit berdasarkan hasil pemeriksaan luar, ada luka robek di telinga kiri akibat benturan benda tumpul. Perhiasan kalung dan gelang juga tidak ada, cincin yang tersisa hanya di jari manis jemari tangan kiri," papar Risang.

Ia menjelaskan, tindakan autopsi telah dilakukan secara menyeluruh sebagaimana permintaan dari pihak keluarga untuk menguak penyebab kematian almarhumah pada Rabu (24/6/2026).

Kegiatan autopsi yang digelar di Rumah Sakit Pusdik Bhyangkara Porong, Sidoarjo, berlangsung selama sekitar 7 jam sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

"Orang meninggal dunia itu kan ada dua sebab, pendarahan di otak dan kinerja jantung terhenti. Satu jam yang lalu kami sudah konfirmasi ke pihak penyidik bahwa hasil autopsi belum keluar," jelas Risang. 

Almarhumah Ruly merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan jabatan sekretaris di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan.

Dalam rutinitas kerja, ia hanya membutuhkan waktu 5 menit dari rumahnya untuk menuju kantor Dinas PRKP di kompleks perkantoran Pemda Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta. 

"Kamis (18/6/2026) jam 10.00 WIB pagi keluar rumah, tidak pamit, keluar saja dan dianggap kerja seperti biasanya. Malamnya baru ngomong ke anaknya kalau ada urusan di Malang, bahkan sempat share loc (berbagi lokasi) di sebuah toko buah di Pujon (Malang)," beber Risang. 

Kepada anak lelaki semata wayangnya yang sudah menapaki semester IV pendidikan tinggi, almarhumah Ruly disebut Risang, berpesan agar sementara tinggal bersama neneknya. 

"Mereka tinggal berdua di Perumahan Lavender, almarhumah bilang akan kembali dari Malang pada Sabtu (20/6/2026). Kemudian yang video call sama adiknya pada malam Sabtu (Jumat, 19 Juni 2026), membahas urusan pakaian untuk keperluan wisuda adiknya," pungkas Risang. 

Baca Selengkapnya di Sini

Update Kasus Kematian Ruly Sekretaris PRKP Bangkalan, Hasil Autopsi Keluar, Tewas Lebih dari 3 Hari

KOLASE - Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50) berfoto bersama rekan. Ruly ditemukan tewas dalam mobil dinas yang terparkir di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026).
KOLASE - Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati (50) berfoto bersama rekan. Ruly ditemukan tewas dalam mobil dinas yang terparkir di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). (Kolase/Istimewa/TribunMadura.com)

Perlahan, gambaran penyebab kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan Madura, Ruly Yunis Setiawati (50), warga Gang Flamboyan 18 Perumda Bangkalan mulai terkuak.

Itu setelah hasil autopsi dari RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, menerbitkan hasil autopsi luar, Kamis (25/6/2026) sore. 

Dalam berkas hasil autopsi bertuliskan, 'pemeriksaan luar' yang diterima TribunMadura.com dari kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menyebutkan, ditemukan luka robek pada area cuping telinga kiri akibat kekerasan benda tumpul, pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir kelopak mata, kebiruan di selaput lendir bibir bagian atas maupun bawah.

"Lazim pada kematian yang dipicu mati lemas. Ada juga tanda merah kehitaman pada pemeriksaan lidah, epiglotis, dan saluran napas utama, ini lazim ditemukan pada mati lemas atau karena asfiksia," beber Risang, Kamis (25/6/2026).

Kendati demikian, lanjutnya, pihak keluarga masih tetap menunggu hasil autopsi secara menyeluruh, sehingga dengan tegas bisa memastikan penyebab, cara, dan mekanisme pasti kematian Ruly. 

"Autopsi secara menyeluruh hasilnya belum, karena menunggu uji toksikologi dari Labfor Surabaya untuk memperoleh sebab kematian secara pasti. Kami ingin menadapatkan kesimpulan sebab kematian, bukan hanya lazim ditemukan meninggal," tegas Risang.
 
Saat dilakukan evakuasi dari dalam mobil hingga tiba di RS Pusdik Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk kegiatan autopsi pada Rabu (24/6/2026) pukul 16.00 WIB, kondisi jasad Ruly sudah membusuk.

Bahkan ditemukan genangan cairan di bawah mobil yang disebut Risang merupakan tetesan dari jasad. 

"Hasil autopsi luar menyebutkan perkiraan meningal lebih dari 2x24 jam atau hingga tiga hari. Pemeriksaan pada bagian dalam, di area dinding lambung teridentifikasi berwarna merah kehitaman dan ditemukan tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh," papar Risang, Kamis (25/6/2026).

Baca Selengkapnya di Sini

Ribuan Warga Sampang Gelar Aksi Damai, Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis

AKSI DAMAI - Masyarakat Sampang, Madura, yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan kantor DPRD setempat, Kamis (25/6/2026) siang. Massa datang dari tiga titik kumpul berbeda, yakni Jalan Barisan Indah, Taman Bunga depan Kantor Pemkab Sampang, serta Jalan Wahid Hasyim. 
AKSI DAMAI - Masyarakat Sampang, Madura, yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan kantor DPRD setempat, Kamis (25/6/2026) siang. Massa datang dari tiga titik kumpul berbeda, yakni Jalan Barisan Indah, Taman Bunga depan Kantor Pemkab Sampang, serta Jalan Wahid Hasyim.  (TribunMadura.com/Hanggara Pratama)

Ribuan masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura, yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai di depan kantor DPRD setempat, Kamis (25/6/2026) siang.

Massa datang dari tiga titik kumpul berbeda, yakni Jalan Barisan Indah, Taman Bunga depan Kantor Pemkab Sampang, serta Jalan Wahid Hasyim. 

Mereka kemudian bergerak menuju gedung DPRD dengan membawa berbagai atribut aksi, mulai dari poster hingga sound system untuk menyampaikan aspirasi.

Di lokasi, para peserta aksi yang terdiri dari kalangan ibu-ibu, bapak-bapak, hingga pemuda tampak tertib saat menyampaikan orasi. 

Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Koordinator Lapangan (Korlap) 1, Abd Hamid, mengatakan, program MBG yang digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bertujuan menciptakan generasi sehat sekaligus menekan angka stunting.

Program tersebut dinilai memberikan manfaat nyata bagi kelompok penerima manfaat, khususnya balita, ibu hamil, ibu menyusui dan peserta didik di seluruh jenjang pendidikan.

Baca Selengkapnya di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.