TRIBUNBANTEN.COM - Permasalahan yang dihadapi vokalis band Kotak, Tantri Syalindri atau Tantri Kotak hingga kini masih menjadi sorotan.
Tantri Kotak diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan temannya sendiri yang bernama Poppy Nupitasari.
Menurut penuturan Tantri Kotak, Poppy Nupitasari menipu banyak orang dengan total kerugian mencapai Rp10 miliar.
Belum melaporkan dugaan penipuan ini ke polisi, Tantri Kotak masih menunggu iktikad baik dari Poppy Nupitasari untuk menyelesaikan masalah ini.
Sementara itu, pada salah satu unggahan di Instagram, Tantri Kotak mengaku permasalahan yang dihadapi menjadi pengingat untul lebih berhati-hati dan teliti.
"Semoga ini menjadi pengingat untuk kita semua agar lebih berhati-hati, lebih teliti, dan nggak mudah percaya pada sesuatu yang terdengar terlalu baik untuk menjadi kenyataan.
Gini lho, secerdas apapun seseorang, penipu selalu berusaha menjadi lebih licik.
Kami mungkin kehilangan sejumlah hal hari ini, tapi kami nggak kehilangan keyakinan bahwa kejujuran masih berharga.
Bahwa niat baik masih berarti dan bahwa masih banyak orang yang memilih hidup dengan cara yang benar," tulis Tantri Kotak seperti dikutip pada Jumat, 26 Juni 2026.
Tantri Kotak juga mengungkapkan korban-korban dugaan penipuan ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda.
Ada yang kehilangan uang yang seharusnya untuk berobat, hingga dana pensiun.
"Di tengah situasi ini, kami juga berempati kepada korban-korban lainnya, setiap kerugian punya cerita yang berbeda.
Ada yang kehilangan uang yang seharusnya dipakai untuk berobat, ada yang kehilangan tabungan pendidikan anaknya, ada orang tua yang kehilangan tabungan pensiunnya.
Ada juga yang kehilangan dana yang dikumpulkan sedikit demi sedikit sambil menahan banyak kebutuhan hidup.
Itulah mengapa dampak sebuah penipuan seringkali jauh lebih besar daripada angka kerugiannya, karena yang diambil bukan sekadar uang.
Di baliknya ada harapan, rencana, rasa aman, dan mimpi-mimpi yang sedang diperjuangkan oleh seseorang dan keluarganya, setiap rupiah yang hilang selalu membawa cerita manusia di belakangnya," sambungnya.
Selain itu, Tantri Kotak juga mengaku masih bisa berprasangka baik di tengah masalah yang terjadi.
Ia juga berterima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan.
"Kami juga percaya bahwa matematika Tuhan seringkali berbeda dengan hitungan manusia.
Mungkin ada yang hilang hari ini, tetapi kami yakin nggak ada rezeki yang tertukar, apa yang pergi dengan cara yang nggak baik, semoga diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik.
Dan sampai hari itu tiba, kami memilih untuk tetap percaya, tidak adil adalah adil di saat waktu yang tepat.
Terima kasih untuk semua yang sudah memberi doa, perhatian, dan dukungan, kebaikan kalian sangat berarti bagi kami," pungkasnya.
Sosok Poppy Nupitasari
Sebelumnya, Tantri telah menjelaskan bahwa Poppy Nupitasari adalah orang tua dari teman sekolah anaknya.
Ia mengaku mengenal Poppy Nupitasari sejak tahun 2021 karena anak-anak mereka bersekolah di tempat yang sama.
Tantri mengaku ingin menyerahkan masalah Poppy Nupitasari ini kepada Allah.
Agar tidak terulang kepada orang lain, Tantri memutuskan untuk mempublikasikan foto Poppy Nupitasari melalui media sosial.
"Untuk urusan Poppy Nupitasari kuserahkan semua ke hukum Allah, karena kutau segala yang hadir di hidupku adalah titipan, salah satunya titipan ujian ini harus aku lewati dan aku publikasikan, biar tidak terulang.
Namanya Poppy Nupitasari ya .. Aku nggak mau sebut dan expose muka anaknya, karena mereka nggak berdosa sama sekali," tulis Tantri pada Kamis, 25 Juni 2026.
Tantri juga berharap Poppy Nupitasari akan mempertanggungjawabkan perbuatannya ini.
"Biarkan ibunya yang bertanggung jawab atas tindakan yang dia lakukan.
Doakan aku ya teman-teman. Doakan untuk semua yang merugi akibat ulah dia juga," terang Tantri.
Belum Lapor
Tidak hanya berdampak secara finansial, Tantri mengaku kerugian yang dialami juga berdampak secara emosional.
Belum melaporkan dugaan penipuan ini ke pihak berwajib karena masih menunggu itikad baik dari pelaku, Tantri mengaku sudah menghubungi keluarga Poppy tapi belum membuahkan hasil.
Tantri mengungkapkan penipuan yang dialami tak hanya menimbulkan kerugian finansial, namun juga waktu dan tenaga yang sudah dikorbankan.
Dalam kondisi ekonomi yang sedang sulit, Tantri merasa penipuan yang dialami mengakibatkan luka emosional yang membuatnya sakit hati.
Hasil kerja keras yang selama ini didapatkan justru dirampas oleh orang lain.
Kepercayaan yang sudah dibangun bertahun-tahun pun runtuh gara-gara masalah ini.
"Yang paling menyakitkan dari sebuah penipuan bukan cuma jumlah kerugiannya, melainkan kesadaran bahwa ada orang yang dengan sengaja mengambil sesuatu yang diperoleh dari kerja keras orang lain.
Di masa ketika banyak keluarga sedang berjuang menghadapi ekonomi yang sekarang nggak mudah, setiap rupiah punya cerita.
Ada jam kerja, waktu bersama keluarga yang dikorbankan, tenaga yang dihabiskan, dan cita-cita keluarga yang dibangun dengan penuh harapan.
Banyak orang bangun pagi, bekerja keras, menahan lelah, dan mengorbankan banyak hal demi menjaga keluarganya biar tetap baik-baik saja.
Karena itu ketika ada yang mengambil hak orang lain melalui kebohongan atau penipuan, yang hilang sebenarnya bukan cuma uang.
Yang hilang adalah waktu yang sudah ditukar dengan kerja keras, energi yang sudah dihabiskan, dan kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun.
Hari ini kami sedang menghadapi situasi itu," tulis Tantri pada Selasa, 23 Juni 2026.
Selain itu, Tantri juga berterimakasih karena mendapatkan empati dari orang-orang di sekitarnya.
Kebaikan berupa doa dan dukungan tersebut membuat Tantri merasa bersyukur karena masih ada lebih banyak orang-orang baik yang peduli kepadanya.
"Jujur, rasanya nggak mudah, kami masih mencerna semuanya dan memberi ruang untuk menerima kenyataan yang ada.
Tapi di saat yang sama, kami juga melihat begitu banyak empati dari orang-orang baik di sekitar kami.
Pesan, doa, perhatian, dan dukungan yang datang mengingatkan kami bahwa dunia masih dipenuhi lebih banyak orang baik daripada yang tidak.
Sekali lagi, dunia masih banyak diisi lebih banyak orang baik daripada yang tidak," pungkasnya.
Baca juga: Sakit Hati Ditipu Sahabat, Tantri Kotak Ungkap Kerugian Rp10 Miliar: Yang Hilang Bukan Cuma Uang
(*)